Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Mau Beli Rumah? Cek Perbandingan KPR Konvensional dan Syariah

Finansial

Mau Beli Rumah? Cek Perbandingan KPR Konvensional dan Syariah

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 21 January 2021 ∙ 6 menit membaca

Ketika Pins membeli rumah ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, apalagi ketika memutuskan untuk mengambil program KPR. Pasalnya, kini KPR memiliki beragam jenis, di antaranya adalah KPR konvensional dan Syariah. Jika Pins ingin mengikuti program KPR, sebaiknya mulailah mencari informasi mengenai perbandingan KPR konvensional dan Syariah.

Pinhome – Informasi yang didapatkan akan memudahkan Pins dalam memutuskan ingin mengambil KPR konvensional atau syariah. Hal tersebut karena, perbedaan antara KPR konvensional dan KPR Syariah cukup signifikan. Untuk mengetahui perbandingan Kredit rumah konvensional dan Syariah, Pins bisa menyimak ulasan berikut ini.

Baca Juga: Jangan Bingung! Ini Istilah-Istilah KPR Yang Perlu Kamu Ketahui

5 Hal yang Membedakan KPR Konvensional dan Syariah

Perbandingan KPR konvensional dan syariah
(Freepik)

Ketika Pins memutuskan untuk mengikuti program KPR, Pins pasti mengetahui ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut tentu memiliki perbedaan sesuai jenis KPR apa yang akan Pins ambil nantinya. Berikut ini adalah 5 hal yang perlu Pins perhatikan ketika ingin mengetahui perbandingan Kredit rumah konvensional dan Syariah:

Baca Juga: KPR Adalah Solusi Untuk Mendapatkan Rumah Dengan Mudah

Akad beli rumah

Perbandingan KPR konvensional dan Syariah yang pertama terletak pada akad perjanjian pembelian rumah. Akad merupakan salah satu tahap yang akan Pins lewati jika memilih mengikuti program KPR. Di sini lah Pins sebagai pihak peminjam akan bertemu dengan pihak bank dan juga pihak penjual.

Kemudian, semua pihak yang terlibat akan melakukan aktivitas jual beli rumah yang akan disahkan oleh notaris secara legal. Pada KPR konvensional, setiap transaksi jual beli beserta syarat maupun ketentuan hanya ditentukan oleh pihak bank sebagai pemberi pinjaman.

Perjanjian yang ditentukan oleh pihak bank, misalnya adalah bunga pinjaman, harga rumah, cicilan per bulan, ataupun jumlah pinjaman yang dilunasi. Perbandingan kredit rumah konvensional dan Syariah berdasarkan akad beli rumah memang sangat mencolok. Pasalnya, untuk akad KPR Syariah, akad atau perjanjian dibuat berlandaskan hukum Islam.

Ada beragam tahapan akad perjanjian dalam KPR Syariah, seperti akad sewa (ijarah), akad kepemilikan bertahap (musyarakah mutanaqishah), dan akad sewa beli (ijarah muntahiya bittamlik). Dalam KPR syariah, bank akan membeli rumah tersebut, kemudian menjualnya kembali pada pihak peminjam dengan keuntungan yang telah disepakati.

Ada pula rukun yang harus dipenuhi jika mengikuti program KPR syariah, seperti kejelasan harga maupun tempat penyerahan. Sampai sini perbandingan KPR konvensional dan syariah dalam poin akad beli rumah memang sangat jelas perbedaannya, ya?

Baca juga: KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?

Suku bunga

Perbandingan KPR konvensional dan Syariah kedua bisa dilihat dari suku bunganya. Pada KPR konvensional suku bunga ditentukan berdasarkan suku bunga pada saat itu. Dengan begitu, jika ada kenaikan pada bunga acuan dari Bank Indonesia, maka bunga KPR konvensional pun mengalami kenaikan.

Ada dua jenis suku bunga pada KPR konvensional, yaitu bunga floating dan bunga tetap atau (fixed). Jadi, jika Pins mengambil KPR konvensional dengan bunga tetap atau fixed, maka, cicilan suku bunga tidak akan mengalami perubahan selama jangka waktu peminjaman. Sedangkan untuk bunga floating, maka akan ada perubahan cicilan suku bunga dalam jangka waktu peminjaman.

Perbandingan cicilan rumah konvensional dan syariah memang signifikan dalam hal suku bunga. Pasalnya, KPR Syariah tidak mengenal istilah bunga karena sistem yang digunakan adalah sistem bagi hasil. Jadi, pada saat akad awal, bank akan memberi tahu berapa nilai pembelian rumah plus marginnya. Margin tersebut tidak akan berubah hingga masa peminjaman selesai.

Besar Cicilan Bulanan

Perbandingan angsuran rumah konvensional dan Syariah berikutnya yaitu perihal besarnya cicilan bulanan. Untuk KPR konvensional, besaran cicilan bulanan bisa berubah-ubah tergantung suku bunga yang berlaku. Namun, hal ini tergantung dari jenis KPR konvensional apa yang Pins pilih, apakah flat atau floating.

Kemudian, untuk KPR Syariah, besaran cicilan bulanan akan selalu tetap hingga masa peminjaman selesai. Besaran cicilan perbulannya telah disepakati sejak awal akad beli rumah. Perbandingan KPR konvensional dan Syariah perihal nilai cicilan bulanan bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan berapa cicilan bulanan yang sanggup dibayarkan.

Tenor Kredit

Perbandingan KPR konvensional dan syariah selanjutnya yaitu bisa dilihat dari sisi tenor kredit. Dibandingkan dengan KPR Syariah, KPR konvensional memiliki masa tenor kredit yang lebih panjang. Bahkan, KPR konvensional ada yang memberikan masa tenor kredit selama 20 tahun. Sedangkan, maksimal tenor kredit yang akan diberikan oleh KPR Syariah hanya 15 tahun saja.

Adanya perbandingan KPR konvensional dan syariah berdasarkan tenor kredit karena pengaruh dari bunga pinjaman dari KPR yang diberikan. Dalam KPR konvensional, meskipun tenor kredit lebih lama, namun ada suku bunga yang harus dibayarkan sehingga pihak bank tetap mendapat keuntungan. Sedangkan, untuk KPR Syariah tidak menggunakan suku bunga sehingga tenor kreditnya lebih pendek.

Denda Penalti dan Sanksi

Pins juga sebaiknya mengetahui perbandingan KPR konvensional dan Syariah berdasarkan denda penalti dan sanksi. Bagi Pins yang ingin mengambil KPR konvensional, Pins akan dikenakan denda jika melanggar ketentuan pembayaran cicilan yang telah disepakati. Misalnya, yaitu ketika Pinks telah membayar cicilan atau bahkan melunasi cicilan KPR sebelum masa tenor kredit berakhir.

Perbandingan KPR konvensional dan Syariah menurut denda pinalti dan saksi cukup menonjol. Misalnya, ketika Pins mengambil program KPR Syariah lalu ingin membayar lunas cicilan kredit lebih cepat, Pins tidak akan dikenakan biaya penalti. Namun, untuk perihal telat membayar cicilan, baik KPR konvensional maupun Syariah sama-sama menerapkan denda tetapi nominalnya berbeda.

Berdasarkan perbandingan KPR konvensional dan syariah berdasarkan denda, nominal denda terbesar ada pada KPR Syariah. Pasalnya, pada umumnya KPR konvensional hanya menetapkan denda keterlambatan sebesar 1%. Sedangkan untuk denda keterlambatan pada KPR syariah hingga 5% dari cicilan per bulannya.

Kenali Produk KPR yang Akan Digunakan

Kini Pins sudah mengetahui perbandingan Kredit rumah konvensional dan Syariah, yaitu mulai dari akad, suku bunga, sampai dengan denda pinalti. Oleh karena itu, jika Pins ingin mengambil KPR, pastikan mencari informasi terlebih dahulu mengenai produk KPR yang ada di pasaran. Setelah itu, Pins bisa mempertimbangkan apakah ingin mengambil KPR konvensional atau KPR Syariah.

Perbandingan KPR konvensional dan Syariah memang begitu menonjol sehingga mudah bagi Pins untuk mempertimbangkannya. Hindari mengambil KPR yang akan memberatkan hidup Pins. Oleh karena itu, Pins juga harus menghitung apakah Pins sanggup membayarkan KPR yang akan diambil tersebut.

Perbandingan KPR konvensional dan syariah
(Freepik)

Selain banyak mencari tahu soal perbandingan KPR konvensional dan Syariah, Pins juga bisa survei beberapa lembaga perbankan yang menawarkan program KPR. Pasalnya, kini banyak lembaga atau bank yang menawarkan program KPR, baik KPR konvensional ataupun Syariah. Cobalah untuk membandingkan program KPR yang ditawarkan untuk setiap lembaga atau bank.

Hal ini karena setiap lembaga atau bank memiliki aturan yang berbeda soal KPR, mulai dari cicilan bulanan, denda, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, setelah mengetahui perbandingan KPR konvensional dan Syariah, pastikan juga survey ke beberapa bank yang menawarkan program KPR. Ini penting untuk dilakukan Pastikan Pins mendapatkan program KPR yang sesuai kebutuhan dan optimal.

Itulah ulasan lengkap mengenai perbandingan KPR konvensional dan Syariah. Perbandingan antara keduanya cukup mencolok karena sistem yang digunakan keduanya berbeda. Oleh karena itu, jika Pins ingin mengambil KPR, pastikan sudah menimbang dengan bijak jenis KPR apa yang akan diambil dan ukur kemampuan keuangan Pins, ya!


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Kamu Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Kamu kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel