Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Yuk, Ketahui Pengertian KPR Konvensional dan Hal yang Mendasarinya!

Finansial

Yuk, Ketahui Pengertian KPR Konvensional dan Hal yang Mendasarinya!

Dipublikasikan oleh Puri ∙ 10 December 2020 ∙ 6 menit membaca

Jika Pins ingin membeli rumah dengan cara yang mudah, Pins bisa memilih untuk mengikuti program KPR. Salah satu program KPR yang paling populer dipilih yaitu KPR Konvensional. Apabila Pins tertarik untuk mengikuti KPR Konvensional, jangan lupa untuk memahami pengertian KPR Konvensional.

Pinhome – Selain itu, ketahui juga 5 hal dasar dalam KPR Konvensional. Hal tersebut bisa Pins jadikan sebagai bahan pertimbangan ketika memutuskan apakah sudah yakin mengambil KPR Konvensional. Sebelum mengetahui 5 hal dasar KPR Konvensional, ketahui dulu pengertian KPR Konvensional yang akan diulas pada artikel berikut ini:

Pengertian KPR Konvensional

(Pixabay)

Jika Pins memutuskan untuk mengambil KPR Konvensional, ketahui dulu pengertian KPR konvensional. KPR Konvensional adalah kredit pemilikan rumah yang disediakan oleh bank konvensional yang diberikan pada perorangan untuk keperluan pembelian beragam hunian. Beragam hunian yang dimaksud adalah seperti rumah, apartemen, ruko atau rukan yang dijual melalui pengembang maupun non pengembang.

Setelah mengetahui pengertian KPR Konvensional, Pins sebaiknya mengetahui prinsip yang mendasari keputusan Bank dalam memberikan KPR Konvensional pada calon debitur. Bank akan memberikan penilaian terhadap karakter calon debitur ketika mengajukan KPR. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan calon debitur dalam membayar kredit.

Selain menilai karakter calon debitur, bank juga akan menilai kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan bulanan. Maka, jangan heran ketika Pins mengikuti program KPR Konvensional, Pins akan melewati proses BI Checking. Pada proses ini, semua laporan keuangan Pins sebagai calon debitur akan diketahui oleh pihak bank.

Tidak hanya itu, bank juga akan memberikan penilaian terhadap prospek kondisi bisnis, usaha, ataupun tempat bekerja calon debitur. Serta, bank pun akan memberikan penilaian apakah nilai barang jaminan calon debitur sesuai dengan kecukupan agunan terhadap fasilitas kredit yang diberikan.

Selain itu, pada KPR Konvensional, prinsip dan objek transaksinya menggunakan prinsip pinjam meminjam dengan objek uang. Itulah pengertian KPR Konvensional dan untuk mengetahui lebih dalam soal KPR Konvensional, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Perbedaan KPR Syariah dengan KPR konvensional: Pastikan Sesuai Kebutuhan

5 Hal Dasar KPR Konvensional

(Sharia Land)

Setelah mengetahui pengertian KPR Konvensional, kini sebaiknya Pins mengetahui hal-hal dasar KPR Konvensional. Hal-hal dasar KPR Konvensional perlu Pins ketahui untuk memahami lebih dalam seperti apa KPR Konvensional itu. Berikut ini adalah 5 hal dasar KPR Konvensional yang sebaiknya Pins ketahui:

1. Akad

Pins sudah mengetahui pengertian KPR Konvensional, kini saatnya ketahui pula hal-hal dasarnya. Hal dasar pertama yang akan Pins temui saat memilih untuk mengikuti program KPR Konvensional adalah akad. Akad merupakan aktivitas dilakukannya perjanjian jual beli antara pihak pembeli, penjual dan bank sebagai pihak pemberi pinjaman.

Pada proses akad, semua pihak akan menandatangani surat yang berisi kewajiban dan hak. Untuk akad KPR Konvensional, transaksi jual beli termasuk didalamnya ketentuan dan juga syarat akan ditentukan oleh bank sebagai pihak pemberi pinjaman. Adapun hal lainnya yang ditentukan pihak bank adalah bunga pinjaman, cicilan bulanan, dan juga harga rumah.

2. Ketentuan Suku Bunga

Selain memahami pengertian KPR Konvensional, Pins juga perlu untuk mengetahui ketentuan suku bunga yang digunakan. KPR Konvensional menggunakan bunga cicilan yang besarannya tergantung suku bunga pada saat itu. Oleh karena itu, ketika bunga acuan Bank Indonesia naik, maka bunga KPR Konvensional pun ikut naik.

Jadi, ketika Pins mengikuti program KPR Konvensional, cicilan pada lima tahun pertama dan tahun-tahun berikutnya bisa saja berbeda. Jika ingin lebih memahami bagaimana pengertian KPR Konvensional, ketahui juga jenis bunga yang biasa digunakan. Pasalnya, ada dua jenis bunga yang biasa digunakan oleh bank konvensional.

Dua jenis bunga tersebut yaitu bunga tetap (flat) dan bunga mengambang (floating). Bunga tetap berarti tidak ada perubahan suku bunga selama jangka waktu peminjaman. Sementara bunga mengambang yaitu adanya perubahan suku bunga dalam jangka waktu peminjaman. Jadi, selain mengetahui pengertian KPR Konvensional, Pins juga mengetahui dua jenis suku bunga yang biasa digunakan.

Hal tersebut penting untuk diketahui karena saat Pins ingin mengambil program KPR, ketahui jenis suku bunga apa yang akan digunakan. Pasalnya, suku bunga yang digunakan akan mempengaruhi besaran biaya cicilan pinjaman per bulannya. Oleh karena itu, selain mengetahui pengertian KPR konvensional, sebaiknya ketahui juga jenis bunga yang akan digunakan.

3. Tenor Kredit

Pins mungkin sudah paham pengertian KPR Konvensional dan kini saatnya ketahui apa itu tenor kredit. Tenor kredit merupakan jangka waktu atau masa pelunasan cicilan kredit yang telah ditetapkan. Biasanya, yang menentukan tenor kredit adalah bank sebagai pihak pemberi kredit atau pinjaman.

Pada KPR Konvensional, biasanya tenor kredit yang diberikan lebih panjang dibandingkan dengan KPR Syariah atau KPR Subsidi. Tenor kredit yang diberikan pada KPR Konvensional yaitu antara 5 tahun sampai dengan 25 tahun. Jadi, ketika ingin mengambil program KPR Konvensional, ketahui pengertian KPR Konvensional dan tenor kredit yang ditawarkan.

4. Denda

Sebelum memutuskan untuk mengambil KPR Konvensional, ketahui dulu pengertian KPR Konvensional dan ketahui juga denda yang akan dikenakan. Pins perlu mengetahui denda, penalti, atau sanksi dalam KPR Konvensional karena bank sebagai penyedia kredit memiliki hak penguasaan ketika Pins melalaikan kewajiban pembayaran kredit.

Selain itu, denda, penalti, atau sanksi juga akan mempengaruhi besaran pengeluaran cicilan kredit yang harus dibayarkan nantinya.Misalnya, ketika Pins menunggak pembayaran KPR maka Pins akan dikenakan denda. Besaran denda akan berbeda-beda tiap bank tetapi rata-rata denda keterlambatan pembayaran cicilan dalam KPR Konvensional yaitu sebanyak 0.5% sampai dengan 1%.

Denda atau penalti juga berlaku jika Pins melunasi pinjaman sebelum jangka waktu pinjaman berakhir. Oleh karena itu, selain memahami pengertian KPR Konvensional, pahami juga denda pada program KPR yang Pins ambil.

5. Besaran Cicilan Per Bulan

Pada bahasan pengertian KPR konvensional, Pins sudah memahami jika Pins mengambil KPR Konvensional maka Pins harus membayar cicilan bulanan. Cicilan bulanan pada KPR Konvensional per bulannya memiliki nilai berbeda-beda sesuai dengan suku bunga yang berlaku pada saat itu.

Namun, jika Pins memilih KPR Konvensional dengan suku bunga flat, maka jumlah cicilan bulanan yang dibayarkan akan sama tiap bulannya. Jika ingin memahami lebih lanjut soal besaran cicilan per bulan di samping mengetahui pengertian KPR konvensional, simak contoh perhitungan berikut.

Misalnya, Pins mengambil KPR Konvensional dengan harga rumah sebesar Rp300 juta dengan masa pinjaman 15 tahun. Maka, perbulannya Pins wajib membayar sebesar Rp2.920.739 dengan catatan suku bunga tetap sebanyak 8% per tahun. Namun, realitanya bunga dengan flat rendah biasanya hanya terjadi dalam jangka waktu tertentu saja.

Tahun-tahun berikutnya, bunga cicilan akan mengikuti pergerakan pasar. Jadi, ketika suku bunga acuan naik, maka cicilan KPR per bulan juga akan naik. Ituah mengapa ketika Pins ingin memutuskan mengambil KPR Konvensional, selain memahami pengertian KPR Konvensional, ketahui juga besaran cicilan bulanan yang harus dibayarkan.

Kini Pins sudah mengetahui pengertian KPR Konvensional dan 5 hal dasar KPR Konvensional. Dari penjelasan tersebut, Pins bisa menjadikannya sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan apakah sudah yakin mengambil program KPR Konvensional. Lakukanlah banyak survey pada beragam bank yang menawarkan program KPR Konvensional agar mendapatkan program KPR yang menguntungkan dan optimal.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Kamu Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Kamu kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel