Pinhome

Tips Properti

Serba-Serbi KPR Konvensional dan Untung-Ruginya

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 2 May 2021 ∙ 7 menit membaca

Memiliki rumah adalah impian setiap orang, apalagi rumah yang mewah dan nyaman. Sayangnya nggak semua orang bisa meraih mimpi ini. Tapi buat milenial yang tinggal di perkotaan bisa kok mewujudkannya dengan KPR Konvensional. Produk pembiayaan ini harus dimanfaatkan dari sekarang. Buat yang belum tahu apa itu KPR serta keuntungan dan kerugian KPR konvensional, Pins bisa simak penjelasannya di sini.

Pinhome – KPR Konvensional memang disediakan sebagai solusi untuk mereka yang ingin memiliki rumah namun belum mampu membeli secara tunai dan lunas. Maka dari itu, beberapa bank memberikan kemudahan supaya masyarakat bisa memiliki hunian dengan cara dicicil. Kini ada banyak pengembang (developer) yang telah bekerjasama dengan bank. Jadi sekalian memilih lokasi, Pins bisa langsung mengajukan kreditnya.

Sebelum bahas tuntas tentang KPR Konvensional, Pins juga harus tahu kalau ternyata rumah nggak selalu jadi kebutuhan pokok. Ada lho orang-orang yang menjadikan rumah sebagai investasi karena rumah atau bangunan adalah investasi jangka panjang. Jadi buat anak muda yang mau memulai investasi bisa dengan memanfaatkan fasilitas dari bank ini.

Mengenal Tentang KPR Konvensional

Yuk, saatnya mulai bahas apa sih KPR serta keuntungan dan kerugian KPR konvensional ini. KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan suatu bentuk cicilan untuk pembelian rumah melalui bank. Jadi, buat yang ingin punya rumah nggak harus nabung dan ngumpulin uang banyak.

Cukup siapkan uang mukanya, sisanya bank yang akan melunasi dan Pins tinggal mencicilnya per bulan. Besaran uang muka ini beragam, namun untuk bank konvensional minimal 20% – 40% dari harga beli.

Saat ini banyak developer atau pengembang perumahan yang bekerjasama dengan beberapa bank untuk membuat program KPR Konvensional. Ini lebih memudahkan buat Pins yang bingung cari rumah. Tinggal cari lokasi yang sedang dibangun sesuai keinginan, lalu tanya apakah developer-nya punya program kerja sama atau tidak dengan bank. Kalau ada, Pins bisa mengajukan KPR.

Saat mengajukan KPR Konvensional ada beberapa istilah yang harus Pins ketahui. Ini penting untuk dipahami supaya Pins nggak kaget ada tambahan biaya lainnya. Berikut adalah istilah-istilah tersebut:

1. Plafon dan Tenor

Plafon adalah besarnya pinjaman yang didapatkan Pins dari bank. Jumlah ini bisa sesuai pengajuan di awal atau diturunkan. Kalau nilai yang didapat lebih kecil, artinya ada sesuatu nih di BI Checking. Salah satunya bisa jadi karena riwayat kredit Pins buruk.

Sedangkan, tenor adalah jangka waktu cicilan yang telah disepakati. Untuk KPR Konvensional biasanya maksimal 25 tahun. Tapi kalau Pins mau kurang dari itu juga bisa kok. Justru disarankan untuk nggak terlalu lama supaya bunganya tidak semakin besar.

2. Akad

Ini bukan yang seperti di pernikahan ya, Pins. Akad di sini adalah proses penandatanganan perjanjian oleh kedua belah pihak, yaitu pembeli dan bank. Saat akad seluruh hak dan kewajiban masing-masing dibacakan supaya sama-sama tahu apa yang harus dilakukan serta batasannya. KPR Konvensional meskipun tidak berbasis syariat Islam tetap ada proses ini lho.

keuntungan dan kerugian kpr konvensional

3. AJB

AJB (Akta Jual Beli) adalah dokumen yang menjadi bukti perpindahan hak atas tanah dari penjual kepada pembeli. Di sini posisi pembeli adalah bank, bukan Pins. Sebab bank yang membayarkan sebagian besar sisa harga rumah sampai lunas ke penjual atau pihak developer. Baru lah Pins yang mencicilnya ke bank lewat program KPR Konvensional.

4. Balik Nama

Dalam KPR Konvensional, balik nama maksudnya adalah mengganti nama pemilik rumah pada Sertifikat Hak Milik (SHM) menjadi nama pemilik baru. Nanti akan ada notaris yang telah ditunjuk untuk mengurusi hal ini, termasuk AJB pun diurus oleh notaris yang sama.

Ingat, biaya jasa notaris ini dibebankan kepada Pins ya saat mengajukan KPR ke bank. Pins biasanya akan diberi pilihan sekaligus rekomendasi. Tentukan yang sesuai kebutuhan dan budget Pins.

5. Appraisal

Saat Pins mengajukan KPR Konvensional, pihak bank akan melakukan appraisal, artinya menaksir harga rumah. Proses ini ditempuh sebagai validasi jumlah pinjaman (plafon) yang Pins ajukan di awal, apakah sesuai atau tidak dengan harga rumah yang akan dibeli.

Selain itu, melalui appraisal pun bank akan menilai kemampuan Pins dalam membayar cicilan nanti. Kegiatan survey dan analisis ini ada biayanya, jadi nanti saat Pins akan melakukan akad pasti melihat komponen biaya appraisal.

Seluruh proses KPR Konvensional tidak akan lepas dari BI Checking ya, Pins. Ingat, semua bank di Indonesia kan dibawahi oleh BI. Jadi apapun kegiatan yang dilakukan oleh bank akan berhubungan dengan BI. Makannya pastikan credit history Pins bagus di BI, salah satunya adalah nggak suka nunggak bayar cicilan credit card atau malah mangkir nggak bayar-bayar.

Baca juga: Perbedaan KPR Syariah dengan KPR konvensional: Pastikan Sesuai Kebutuhan

Keuntungan dan Kerugian KPR Konvensional

Gimana, Pins, sudah paham kan konsep KPR Konvensional? Sekarang waktunya Pins mengetahui plus – minus dari program ini. Pahami benar-benar, supaya Pins nggak salah ambil keputusan dan menyesal di kemudian hari. Kalau Pins sudah punya pasangan, sebaiknya diskusikan dulu dengan suami/istri. Ini nih kelebihan dan kekurangan yang bisa dijadikan pertimbangan:

1.   Tidak Perlu Uang Banyak

Keuntungan ini sudah disebutkan di atas kalau Pins nggak perlu menyediakan uang banyak untuk membeli rumah. Cukup uang muka dan beberapa biaya lainnya yang kalau ditotal masih jauh lebih ringan dibandingkan membeli lunas sebuah rumah. Memang program KPR Konvensional ini hadir sebagai solusi kepemilikan rumah bagi beberapa orang, khususnya anak-anak muda.

2. Kepemilikan Rumah Terjamin

Mungkin Pins tahu beberapa kasus sengketa rumah yang sudah dibeli. Kalau Pins membeli rumah lewat KPR Konvensional nggak perlu khawatir karena legalitas kepemilikannya terjamin. Itulah sebabnya ada peran notaris di sini. Pihak bank pun akan sangat detail mengecek semua berkas dan status rumah.

3. Ada Asuransi

Pins harus tahu nih kalau memanfaatkan KPR Konvensional akan dapat asuransi. Jenis asuransinya adalah asuransi properti ya karena yang dijaminkan bentuknya rumah. Hal yang ditanggungkan yaitu resiko kebakaran. Jika kemungkinan buruk ini terjadi, maka Pins akan bebas dari tanggungan KPR alias dianggap lunas oleh pihak bank. Biaya asuransi ada yang dibayar di muka, ada juga yang sudah masuk hitungan cicilan per bulannya.

4. Harga Rumah Jadi Lebih Mahal

Dengan sistem cicilan pasti harga rumah jadi lebih mahal. Ini disebabkan adanya bunga yang harus dibayar setiap bulannya. Apalagi pada KPR Konvensional dikenal dengan periode floating rate, yakni saat bunga yang dikenakan mengembang dari yang sebelumnya.

Hal tersebut akan membuat cicilan bulanan Pins lebih tinggi dari periode-periode awal. Biasanya floating rate ini terjadi begitu memasuki tahun ketiga atau kelima cicilan. Ini tergantung dengan dari program bank masing-masing.

5. Rumah Disita Kalau Kredit Macet

Ini nih yang harus jadi pertimbangan karena harus diantisipasi dengan baik. Saat Pins punya cicilan KPR Konvensional, jangan sampai telat bayar nanti akan dikenakan denda yang cukup besar. Kalau sampai kredit ini macet alias Pins nggak bisa bayar lagi, maka rumah adalah jaminannya dan bisa disita.

Tak sedikit hal ini terjadi sampai akhirnya si nasabah bingung mau tinggal di mana. Sebagian lainnya berurusan dengan debt collector atau bahkan penyitaan paksa. Tapi jangan khawatir biasanya ada tahap mediasi dulu kok.

Itulah serba-serbi tentang KPR yang berjenis konvensional yang harus Pins pahami. Memang memiliki rumah harus dari sekarang tapi bukan berarti terburu-buru.

Ada hal lain yang bisa dipertimbangkan juga saat akan membeli rumah, seperti lokasi, biaya perawatan, kondisi finansial saat ini, hingga kenyamanan lingkungan untuk sekeluarga. Kalau semuanya sudah sesuai, baru deh pilih bank yang menawarkan program KPR paling menarik dan menguntungkan Pins.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel