Pinhome

  • Blog
  • KPR / KPA
  • KPR Adalah Jawaban Bagi yang Ingin Membeli Rumah tapi Masih Terhalang Dana!

KPR / KPA

KPR Adalah Jawaban Bagi yang Ingin Membeli Rumah tapi Masih Terhalang Dana!

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 6 menit membaca

Bagi Pins yang belum memiliki cadangan dana yang cukup untuk membeli rumah secara kontan, KPR adalah alternatif yang bisa dilirik. Dengan uang muka sekitar 10-15% dari harga rumah, Pins sudah bisa menempati rumah yang ingin dibeli. Sisa pembayarannya akan diangsur setiap bulan dengan jangka waktu yang juga bisa dipilih.

Pinhome – KPR tentunya memiliki berbagai ketentuan dalam sistem angsurannya. Ketentuan-ketentuan ini yang harus Pins perhatikan agar nantinya tidak merasa seperti membeli kucing dalam karung. Nah, untuk lebih jelasnya, di artikel ini akan dibahas berbagai hal tentang KPR.

Pengertian KPR

Merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, KPR adalah salah satu cara membeli rumah dengan angsuran. Kredit ini merupakan pinjaman yang digunakan untuk membeli rumah yang sekaligus menjadi jaminan.

Seperti yang diketahui, KPR adalah salah satu produk bank. Oleh karenanya, untuk dapat mengajukan KPR harus berurusan dengan bank.

Pada prinsipnya, KPR adalah pemberi dana yang membeli terlebih dulu rumah yang kita inginkan. Kemudian, mereka menjualnya kembali kepada kita secara kredit, dengan berbagai syarat dan ketentuan.

Tetapi sebenarnya pihak bank tidak membiayai sepenuhnya pembelian rumah tersebut. Itulah mengapa calon peminjam biasanya harus membayar uang muka. KPR adalah pinjaman, maka bank akan berusaha agar tidak ada yang bisa membatalkan sepihak.

Cara dan Langkah Mengajukan KPR

Untuk mengajukan KPR, Pins perlu tahu langkah-langkah apa yang harus dilalui. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar pengajuan lancar dan mudah diterima. Misalnya sejumlah dokumen dan uang tanda jadi. Cara dan langkah mengajukan KPR adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Rumah yang Ingin Dibeli
Langkah pertama untuk mengajukan KPR adalah tentu saja memilih rumah mana yang ingin dibeli. Salah satu caranya adalah dengan melihat-lihat pembangunan perumahan baru. Pihak developer biasanya melakukan promosi melalui berbagai media.

Sebaiknya, jangan terpaku pada satu developer. Cari beberapa pilihan yang kemudian akan dipertimbangkan kembali sebagai pilihan terakhir. Pins bisa melakukan survey langsung ke lokasi perumahannya. Selain itu, mengecek rekam jejak developer juga perlu dilakukan untuk memastikan mereka berkualitas.

2. Menyiapkan Biaya Awal
Ini sebenarnya lebih baik dilakukan sejak sebelum menentukan rumahnya. Namun, setelah menemukan rumah yang diinginkan, perkiraan biaya bisa lebih terarah. Sehingga, biaya yang sudah ada bisa dihitung lagi apakah sudah mencukupi atau belum.

Biaya yang termasuk biaya awal dalam KPR adalah uang tanda jadi, biaya notaris, hingga uang muka. Namun uang muka dibayarkan setelah akad kredit. Jadi, pada tahap ini biaya yang paling utama adalah uang tanda jadi. Sementara biaya notaris, digunakan dalam pengurusan tanah dan sebagainya.

3. Menyiapkan Dokumen
Langkah selanjutnya sebelum mengajukan KPR adalah persiapan dokumen. Dokumen apa saja yang harus Pins siapkan? Ada 2 macam, yaitu dokumen pribadi dan dokumen rumah. Untuk dokumen pribadi, diperlukan identitas diri seperti KTP, kemudian keterangan gaji, rekening koran, hingga NPWP.

Sementara untuk dokumen rumah, yang harus Pins siapkan dalam pengajuan KPR adalah sertifikat tanah dan surat tanda jadi dari developer. Untuk dokumen lainnya, sebaiknya tanyakan langsung kepada bank mengenai apa yang harus dilengkapi.

4. Penaksiran atau Appraisal
Jika persyaratan dokumen sudah dilengkapi, maka pihak bank akan melakukan penaksiran atau appraisal. Penaksiran ini dilakukan untuk memperkirakan harga dari rumah yang akan dibeli serta berapa biaya yang harus dikeluarkan.

Selain itu, bank juga akan mengecek kondisi keuangan Pins dan apakah diperkirakan dapat membayar kredit tersebut. Tetapi langkah ini akan lebih mudah dilalui jika developer yang Pins pilih sudah bekerjasama dengan bank. Pihak bank kemungkinan tidak akan melakukan pengecekan jika karena sudah ada perjanjian dengan developer tersebut.

5. Penghitungan Kredit
Setelah penaksiran dilakukan, langkah selanjutnya dalam pengajuan KPR adalah penghitungan kredit. Pihak bank akan memberikan penawaran yang di dalamnya terdapat ketentuan-ketentuan.

Pins harus membaca dengan teliti semua penjelasan di dalamnya. Jika ada hal yang meragukan atau sulit dipahami, segera tanyakan. Ketentuan seperti denda dan pajak adalah hal yang cukup penting untuk ditanyakan. Keterangan yang jelas tentang ketentuan dalam KPR adalah keharusan bagi bank untuk menjelaskan.

Salah satu hal penting lain yang harus diperhatikan adalah mengenai bunga (jika menggunakan KPR konvensional). Umumnya, pada beberapa tahun awal bank akan menetapkan bunga tetap sehingga jumlah angsuran tidak berubah.

Namun, jika masa bunga tetap telah habis, bank akan menggunakan bunga mengambang yang menyebabkan angsuran menjadi fluktuatif.

6. Persetujuan dan Tanda Tangan Akad
Setelah kredit disetujui, langkah terakhir adalah penandatanganan. Proses ini harus dihadiri oleh semua pihak. Mulai dari pembeli, pihak bank, hingga penjual atau developer. Turut hadir notaris untuk menyaksikan.

Selanjutnya, urusan sertifikat tanah dan lainnya akan diserahkan kepada notaris untuk balik nama dan sebagainya. Jika sudah beres, dokumen-dokumen ini nantinya akan langsung diserahkan notaris kepada bank sebagai jaminan.

Baca juga: Hati-hati! Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Beli Rumah Pertama

Jenis-Jenis KPR

KPR memiliki beberapa jenis dengan ketentuan yang berbeda pula. Ketentuan dalam KPR adalah bagian dari variasi pilihan yang semakin menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. KPR Konvensional
Pengertian KPR konvensional adalah KPR pada umumnya. Pada jenis ini, KPR adalah produk bank dan prosesnya berjalan sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Bank mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang dibayarkan peminjam bersama angsuran. Referensi yang dilihat dalam penetapan suku bunga KPR adalah BI.

Apabila suku bunga naik, maka semakin tinggi pula total angsuran yang harus dibayar. Namun, saat suku bunga turun, peminjam akan beruntung karena mendapatkan harga lebih murah.

2. KPR Bersubsidi
Sementara itu, KPR bersubsidi juga merupakan produk KPR konvensional. Hanya saja, ada campur tangan pemerintah yang memberikan subsidi sehingga biaya menjadi lebih ringan. Pada jenis KPR ini, peminjam tidak akan membayar PPN.

Selain itu, angsuran yang akan dibayar pun bersifat flat. Hal ini dikarenakan bunga KPR adalah tanggungan pemerintah. Jadi, bank bisa saja menetapkan bunga mengambang, tetapi itu tidak akan memberi dampak kepada peminjam.

3. KPR Syariah
Jenis yang satu ini digolongkan berdasarkan skema akadnya. Perbedaan yang paling mencolok dengan KPR konvensional adalah skema akad yang bisa dipilih. Umumnya, ada 2 macam akad dalam KPR Syariah, yaitu Murabahah dan Musyarakah.

Dalam murabahah, KPR adalah proses jual beli. Jadi prinsipnya, bank membeli rumah yang Pins inginkan. Kemudian menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi. Margin penjualan inilah yang akan menjadi keuntungan bagi bank.

Sementara akad musyarakah disebut juga akad bagi hasil. Pins dan bank akan mengeluarkan dana dengan jumlah tertentu untuk membeli sebuah rumah. Kemudian rumah itu disewakan kepada Pins dan hasilnya dibagi 2.

Dikarenakan Pins ingin memiliki rumahnya, maka Pins harus membayar angsuran kepada bank. Jadi di sini, KPR adalah proses sewa.

Satu hal yang cukup menarik dari KPR syariah adalah angsurannya yang tidak berubah. KPR syariah tidak menggunakan bunga. Sehingga kita tidak perlu khawatir dengan kenaikan suku bunga. Namun, ketika suku bunga turun, kita juga tidak dapat menikmati harga yang rendah.


Dengan penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa KPR adalah alternatif yang bisa diandalkan untuk memiliki rumah. Dan hanya dengan membayar uang muka, sisa pembayaran bisa diangsur sambil menempati rumahnya. Dana sisa penghasilan pun bisa dialokasikan untuk keperluan mendesak lainnya.

Selain itu, keberagaman jenis KPR adalah hal yang menjadikan calon pembeli rumah memiliki pilihan sesuai preferensinya. Sehingga, juga dapat dikatakan bahwa mengambil KPR merupakan salah satu cari mengorganisir pengaturan keuangan rumah tangga. Jadi, Pins, sudah siapkan dana untuk uang muka?

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa propert

Tags :

Bagikan Artikel