Cara KPR Rumah, Miliki Rumah Pertamamu!

Diperbarui oleh Pandu Pamungkas ∙ January 19, 2023 ∙ 16 menit membaca

Bagi Pins yang belum memiliki cadangan dana cukup untuk membeli rumah secara kontan, KPR adalah alternatif yang bisa dilirik. Dengan uang muka sekitar 10-15% dari harga rumah, Pins sudah bisa menempati rumah yang ingin dibeli. Cara KPR rumah ini juga terbilang cukup mudah. Namun, sebelum mengambil KPR tentunya kamu perlu mengetahui bagaimana langkah-langkah mengajukannya, bagaimana cara memilih bank KPR, hal apa saja yang harus diperhatikan saat membeli rumah KPR dan sebagainya.

KPR memiliki berbagai ketentuan dalam sistem angsurannya. Ketentuan-ketentuan ini yang harus Pins perhatikan agar nantinya tidak merasa seperti membeli kucing dalam karung. Untuk lebih jelasnya di sini kami akan membahas berbagai hal tentang KPR, termasuk cara KPR rumah dan.

Baca juga: Cara Mempercepat Angsuran KPR Rumah

Apakah Itu KPR?

KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, yang merupakan jenis pinjaman yang digunakan untuk membeli rumah atau perumahan. Dalam KPR, bank atau lembaga keuangan lainnya akan memberikan pinjaman kepada pembeli rumah, dengan rumah tersebut menjadi jaminan atas pinjaman tersebut. Pembayaran cicilan dilakukan dalam jangka waktu yang telah ditentukan, biasanya selama 20-30 tahun.

Syarat Umum KPR di Indonesia

Beberapa syarat yang biasanya ditentukan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya untuk mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) antara lain:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (untuk karyawan) atau 65 tahun (untuk pengusaha/ profesional) pada saat jatuh tempo kredit
  3. Memiliki pendapatan rutin setiap bulan
  4. Lama kerja minimal 2 tahun atau lama usaha minimal 3 tahun

Berikut ini beberapa dokumen yang wajib disiapkan ketika mengajukan KPR.

Bagi Karyawan atau Perorangan

  1. Mengisi data pada aplikasi permohonan pengajuan KPR
  2. Fotokopi KTP suami & istri
  3. Fotokopi Kartu Keluarga
  4. Fotokopi Akta Nikah / Akta Cerai / Akta Kematian / Perjanjian Pranikah
  5. Fotokopi NPWP pribadi
  6. Asli Surat keterangan Kerja
  7. Asli slip gaji
  8. Fotokopi tabungan / rekening koran 3 bulan terakhir
  9. Surat pemesanan rumah (untuk rumah baru) atau sertipikat, IMB, denah bangunan, AJB dan PBB (untuk rumah second)

Bagi Pengusaha atau Profesional

  1. Mengisi data pada aplikasi permohonan pengajuan KPR
  2. Fotokopi KTP suami & istri
  3. Fotokopi Kartu Keluarga
  4. Fotokopi Akta Nikah / Akta Cerai / Akta Kematian / Perjanjian Pranikah
  5. Fotokopi NPWP pribadi
  6. Fotokopi dokumen legalitas usaha (Akta Pendirian Perusahaan dan Perubahannya, SIUP, TDP, NPWP perusahaan) atau Surat Ijin Praktek (untuk profesional)
  7. Fotokopi tabungan / rekening koran 3 bulan terakhir
  8. Surat pemesanan rumah (untuk rumah baru) atau sertipikat, IMB, denah bangunan, AJB dan PBB (untuk rumah second)

Cara KPR Rumah

Cara Mengajukan KPR
(Unsplash)

Untuk mengajukan KPR, Pins perlu tahu langkah-langkah apa yang harus kamu lakukan. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar pengajuan lancar dan mudah diterima. Seperti dokumen, uang tanda jadi, uang muka, dan sebagainya. Berikut ini cara KPR rumah yang harus kamu lakukan:

Tentukan Rumah yang Ingin Dibeli

Langkah pertama untuk mengajukan KPR adalah tentu saja memilih rumah mana yang ingin dibeli. Salah satu caranya adalah dengan melihat pembangunan perumahan baru. Pihak developer biasanya melakukan promosi melalui berbagai media.

Sebaiknya, jangan terpaku pada satu developer. Cari beberapa pilihan yang kemudian akan dipertimbangkan kembali sebagai pilihan terakhir. Pins bisa melakukan survey langsung ke lokasi perumahannya. Selain itu, mengecek rekam jejak developer juga perlu dilakukan untuk memastikan mereka berkualitas.

Baca juga: 4 Tips Membeli Rumah KPR Bekas

Tentukan Lokasi Rumah yang Ideal

Selanjutnya, tentukan lokasi yang ideal untuk Pins. Apakah Pins menginginkan rumah yang berada di dekat pusat keramaian? Atau malah lebih nyaman di lingkungan perumahan yang tenang?

Apa ada wilayah atau kota tertentu yang ingin Pins tinggali di masa mendatang? Bagaimana dengan akses dan fasilitas umumnya? Lagi-lagi, sesuaikan pertimbangan ini dengan kebutuhan dan rencana masa depanmu, Pins!

Datangi Developer atau Pameran Rumah

Setelah semua checklist rumah idaman didapatkan, saatnya Pins berburu properti. Jika ada proyek berjalan yang mencuri perhatian, jangan ragu-ragu untuk langsung menghubungi developer-nya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Pins juga bisa menunggu event pameran properti supaya mendapat lebih banyak pilihan dan biasanya banyak promo-promo menarik! Saat bertemu dengan pihak sales, jangan mudah tergiur dengan promo-promo yang ditawarkan, Pins!

Fokuskan diskusimu untuk mendapatkan informasi-informasi penting. Seperti biaya uang muka, biaya tanda jadi, apakah properti tersebut sudah jadi, apakah sedang dalam pembangunan, atau malah baru akan dibangun setelah uang muka lunas, dan sebagainya.

Baca juga: Berkunjung ke Pameran Properti, Simak Dulu Tips Berikut Ini

Siapkan Biaya Awal

Menyiapkan biaya awal sebenarnya lebih baik dilakukan sebelum menentukan rumah. Namun setelah menemukan rumah yang diinginkan, perkiraan biaya bisa lebih terarah. Sehingga, biaya yang sudah ada bisa dihitung lagi apakah sudah mencukupi atau belum.

Biaya yang termasuk biaya awal dalam KPR adalah uang tanda jadi, biaya notaris, hingga uang muka. Namun uang muka biasanya dibayarkan setelah akad kredit. Jadi, pada tahap ini biaya yang paling utama adalah uang tanda jadi. Sementara biaya notaris, digunakan dalam pengurusan tanah dan sebagainya.

Baca juga: Syarat Membeli Rumah Dengan Cara KPR

Lakukan Transaksi Uang Tanda Jadi (UTJ)

(Theirishtime)

Jika sudah menemukan properti yang sesuai dengan harapan, Pins biasanya akan diminta untuk membayar tanda jadi, supaya rumah atau kavling yang Pins pilih tidak diambil orang. Selain itu, beberapa bank akan meminta bukti pembayaran tanda jadi ini sebagai salah satu persyaratan pengajuan KPR.

Ngomong-ngomong tentang KPR, di sini Pins sudah mulai bisa menghitung kisaran jumlah KPR yang akan diajukan, termasuk jumlah uang muka atau down payment (DP) dan cicilan dan bunga yang harus dibayar setiap bulan seperti yang telah kami jelaskan di atas.

Baca juga:

Ajukan Permohonan KPR

Setelah membayar uang tanda jadi, saatnya Pins mengajukan permohonan KPR ke bank. Beberapa pengembang sudah bahkan ada yang menjalin kerja sama dengan bank dan akan membantu proses pengajuan KPR.

Pins hanya perlu melengkapi kelengkapan dokumen saat transaksi properti. Selain itu, siapkan budget untuk membayar beberapa biaya tambahan yang diminta oleh bank, seperti biaya notaris, biaya provisi, dan sebagainya.

Baca juga: Penting! Ini Biaya-biaya yang Bisa Muncul Selama Masa Angsuran KPR

Siapkan Dokumen

Langkah selanjutnya sebelum mengajukan KPR adalah persiapan dokumen. Dokumen apa saja yang harus Pins siapkan? Ada 2 macam, yaitu dokumen pribadi dan dokumen rumah. Untuk dokumen pribadi, diperlukan identitas diri seperti KTP, keterangan gaji, rekening koran, hingga NPWP.

Sementara untuk dokumen rumah, yang harus Pins siapkan dalam pengajuan KPR adalah sertifikat tanah dan surat tanda jadi dari developer. Untuk dokumen lainnya, sebaiknya tanyakan langsung kepada bank mengenai apa yang harus dilengkapi

Penaksiran atau Appraisal

Jika persyaratan dokumen sudah dilengkapi, maka pihak bank akan melakukan penaksiran atau appraisal. Penaksiran ini dilakukan untuk memperkirakan harga dari rumah yang akan dibeli serta berapa biaya yang harus dikeluarkan.

Selain itu, bank juga akan mengecek kondisi keuangan Pins, apakah diperkirakan dapat membayar kredit tersebut. Tetapi langkah ini akan lebih mudah dilalui jika developer yang Pins pilih sudah bekerjasama dengan bank. Pihak bank kemungkinan tidak akan melakukan pengecekan jika sudah ada perjanjian dengan developer.

Baca juga: Cara Kredit Rumah Tanpa Riba yang Menguntungkan

Buat Penghitungan Kredit

Setelah penaksiran dilakukan, langkah selanjutnya dalam pengajuan KPR adalah penghitungan kredit. Pihak bank akan memberikan penawaran yang di dalamnya terdapat ketentuan-ketentuan. Pins harus membaca dengan teliti semua penjelasan di dalamnya.

Jika ada hal yang meragukan atau sulit dipahami, segera tanyakan. Ketentuan seperti denda dan pajak adalah hal yang cukup penting untuk ditanyakan. Keterangan yang jelas tentang ketentuan dalam KPR adalah keharusan bagi bank untuk menjelaskan.

Salah satu hal penting lain yang harus diperhatikan adalah mengenai bunga (jika menggunakan KPR konvensional). Umumnya, pada beberapa tahun awal bank akan menetapkan bunga tetap sehingga jumlah angsuran tidak berubah.

Namun, jika masa bunga tetap telah habis, bank akan menggunakan bunga mengambang yang menyebabkan angsuran menjadi fluktuatif.

Baca juga: Bisnis Over Kredit Rumah Di Perumahan

Persetujuan dan Tanda Tangan Akad

Setelah kredit disetujui, langkah terakhir adalah penandatanganan. Proses ini harus dihadiri oleh semua pihak. Mulai dari pembeli, pihak bank, hingga penjual atau developer. Dalam tahap ini, notaris wajib hadir untuk menyaksikan tanda tangan akad.

Selanjutnya, urusan sertifikat tanah dan lainnya akan diserahkan kepada notaris untuk balik nama dan sebagainya. Jika sudah beres, dokumen-dokumen ini nantinya akan langsung diserahkan notaris kepada bank sebagai jaminan.

Baca juga: Cara Kredit Rumah Tanpa DP Dengan Mudah

Jenis KPR

cara kpr rumah
(Unsplash)

Setelah mengetahui cara KPR rumah dan persyaratan yang harus Pins siapkan, selanjutnya pins juga harus mengetaui jenis KPR yang bisa Pins pilih. KPR memiliki beberapa jenis dengan ketentuan yang berbeda pula.

Ketentuan dalam KPR adalah bagian dari variasi pilihan yang semakin menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa jenis KPR di antaranya adalah sebagai berikut.

KPR Konvensional

KPR Konvensional adalah program kredit rumah yang ditawarkan oleh bank. KPR ini merupakan yang paling umum digunakan oleh masyarakat. Cara mengajukannya pun persis seperti telah kami jelaskan di atas.

Dalam program ini, bank mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang dibayarkan peminjam bersama angsuran. Referensi yang dilihat dalam penetapan suku bunga KPR adalah BI.

Apabila suku bunga naik, maka semakin tinggi pula total angsuran yang harus dibayar. Namun, saat suku bunga turun, peminjam akan beruntung karena mendapatkan harga lebih murah.

KPR Subsidi

Sementara itu, ada juga KPR Subsidi. Sebenarnya ini merupakan bagian dari KPR Konvensional. Hanya saja, ada campur tangan pemerintah yang memberikan subsidi sehingga biaya menjadi lebih ringan. Pada jenis KPR ini, peminjam tidak akan membayar PPN.

Selain itu, angsuran yang akan dibayar pun bersifat flat. Hal ini dikarenakan bunga KPR adalah tanggungan pemerintah. Jadi, bank bisa saja menetapkan bunga mengambang, tetapi itu tidak akan memberi dampak kepada peminjam.

Baca juga: Cara Mendapat KPR Subsidi, 100% Ampuh

KPR Syariah

Jenis KPR yang satu ini digolongkan berdasarkan skema akadnya. Perbedaan yang paling mencolok dengan KPR Konvensional adalah skema akad yang bisa dipilih. Umumnya, ada 2 macam akad dalam KPR Syariah, yaitu Murabahah dan Musyarakah.

Pada akad murabahah, KPR adalah proses jual beli. Jadi prinsipnya, bank membeli rumah yang Pins inginkan. Kemudian menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi. Margin penjualan inilah yang akan menjadi keuntungan bagi bank.

Sementara akad musyarakah disebut juga akad bagi hasil. Pins dan bank akan mengeluarkan dana dengan jumlah tertentu untuk membeli sebuah rumah. Kemudian rumah itu disewakan kepada Pins dan hasilnya dibagi 2.

Dikarenakan Pins ingin memiliki rumahnya, maka Pins harus membayar angsuran kepada bank. Jadi di sini, KPR adalah proses sewa. Satu hal yang cukup menarik dari KPR syariah adalah angsurannya yang tidak berubah.

KPR syariah tidak menggunakan bunga. Sehingga kita tidak perlu khawatir dengan kenaikan suku bunga. Namun, ketika suku bunga turun, kita juga tidak dapat menikmati harga yang rendah.

Baca juga: Hindari Kesalahan Menabung Untuk Beli Rumah Ini!

Keuntungan Mengambil KPR

kredit pemilikan rumah
(Tren Asia)

Meskipun saat ini sudah banyak program KPR yang tersedia, namun orang masih sering ragu apakah aman untuk mengambil KPR. Kredit pemilikan rumah adalah pinjaman oleh bank yang diawasi oleh badan keuangan OJK maupun Bank Indonesia.

Sehingga Pins tidak perlu khawatir akan keamanan dan legalitasnya. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa Pins dapatkan ketika memilih KPR:

Baca juga: Tertarik Beli Rumah Lelang? Begini Caranya

Bisa Cepat Mendapatkan Rumah

Alasan orang memilih kredit ini adalah untuk mendapatkan rumah dengan cara lebih mudah. Dengan program ini, Pins tetap menempati rumah tersebut setelah pengembang melakukan serah terima. Namun untuk kepemilikan akan berubah setelah Pins menyelesaikan KPR.

Tidak Perlu Dana Penuh

Salah satu keuntungan utama dari KPR adalah tidak perlu dana penuh pada saat itu juga. Pada awal pendaftaran KPR, yang diperlukan hanyalah dana untuk biaya registrasi, notaris dan DP minimal. Sisa dari total pinjaman akan dibayar cicilan per bulannya. Dengan kemudahan ini, kpr adalah salah satu alternatif untuk Pins dengan dana terbatas.

Baca juga: Cara Mendapat KPR Subsidi

Cicilan Lebih Ringan

cara kpr rumah
(Cermati)

Menyambung keuntungan dari sebelumnya, dengan KPR Pins akan merasa lebih ringan karena pembayarannya per bulan. Biaya cicilannya per bulan juga dapat disesuaikan dengan kemampuan Pins sehingga terasa ringan. Jadi, sistem kredit pemilikan rumah adalah cara ringan untuk membayar rumah.

Baca juga: 4 Tips Membeli KPR Rumah Bekas

Legalitas Jelas

Kredit pemilikan rumah adalah cara yang resmi dan memiliki legalitas yang jelas untuk mendapatkan rumah. Setelah KPR Pins lunas, rumah akan menjadi milik Pins. Sehingga Pins tidak perlu khawatir akan penipuan atau proses yang tidak legal.

Bisa untuk Investasi

cara kpr rumah
(Kompas)

Harga rumah dari tahun ke tahun selalu naik, hal inilah yang menyebabkan rumah menjadi pilihan untuk investasi. Untuk mewujudkan hal ini terjadi, Pins bisa menggunakan KPR. Program kredit pemilikan rumah adalah cara yang tepat, dan menguntungkan di masa depan.

Baca juga: Cara Menghitung Uang Muka KPR Rumah

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih KPR

(Suara)

Tujuan sebuah bank memberikan kredit pemilikan rumah adalah untuk memudahkan Pins dalam membeli rumah. Program ini memang sangat membantu, namun Pins perlu mengetahui beberapa tips untuk memilih KPR yang tepat.

Jangan sampai salah memilih KPR hingga menjadi beban dan tidak jadi memudahkan. Oleh karena itu, perhatikan beberapa tips berikut ketika memilih KPR:

Baca juga: Tahap Membeli Rumah Bekas Melalui KPR

Besaran Plafon

Sebelum memilih sebuah KPR, ketahui dulu total dana dan sekiranya Pins butuhkan. Pertama, tentukan rumah yang akan dibeli serta harganya berapa. Selanjutnya periksa jumlah dana yang Pins miliki untuk dijadikan DP rumah. Hal ini juga akan menentukan besaran plafon yang Pins butuhkan ke bank.

Besaran plafon kredit pemilikan rumah adalah berbeda untuk setiap orang dan setiap bank. Plafon kredit biasanya ditentukan oleh besaran gaji atau sumber pendanaan yang dimiliki. Semakin besar sumber pendanaannya maka semakin besar plafon yang didapatkan.

Memilih Jenis KPR

KPR Konvensional dan KPR Syariah pada dasarnya sama-sama memberikan keringanan kepada orang ketika membeli rumah. Hal yang membedakan hanyalah akadnya di awal.

Untuk sistem konvensional, bank meminjamkan uang kepada nasabah dengan bunga tertentu yang dapat berubah-ubah. Sedangkan untuk KPR Syariah, sistemnya adalah bank membeli dulu rumah yang diinginkan lalu menjualnya ke nasabah dengan margin tertentu.

Baca juga: KPR Syariah, Solusi Tepat Untuk Beli Rumah Idaman

Suku Bunga Rendah

kredit pemilikan rumah
(Rumah123)

Setelah mengetahui total pinjaman yang dibutuhkan, maka waktunya mencari bank yang menawarkan suku bunga paling rendah.  Kredit pemilikan rumah adalah cara mudah Pins mendapatkan pinjaman uang dari bank untuk membeli rumah.

Namun ingat bahwa pinjaman dari bank memiliki bunga tertentu. Jika memilih cara konvensional, maka pilihlah bank yang menawarkan suku bunga terendah pada masa itu. Nilai suku bunga akan selalu berubah, sehingga Pins harus siap dengan kondisi seperti ini.

Tenor dan Cicilan

Pada umumnya, kredit pemilikan rumah adalah pinjaman yang diberikan oleh bank dengan batasan maksimal 15 tahun. Ada beberapa bank yang juga menawarkan 20 tahun, namun tidak banyak. Semakin lama periode KPR yang Pins pilih, maka semakin mahal total yang harus dibayarkan.

Namun, jangka periode yang lebih lama akan meringankan Pins dalam cicilan bulanan yang harus dibayarkan. Karena semakin pendek periodenya, maka semakin besar cicilannya per bulan.

Biaya Penalti

cara kpr rumah
(IDX Channel)

Penalti pada kredit pemilikan rumah adalah biaya yang timbul karena adanya pelanggaran pada perjanjian. Biasanya penalti timbul karena pembayaran KPR yang telat atau justru lebih cepat. Jadi, pastikan untuk menghitung dan mempertimbangkan biaya penalti dari KPR.

Baca juga: Cara Mendapatkan KPR Subsidi, 100% Ampuh!

Biaya Asuransi

Selain biaya cicilan rumah, sebagian besar bank saat ini juga menawarkan beberapa fasilitas tambahan di dalam KPR-nya. Jadi saat ini banyak kredit pemilikan rumah adalah biaya rumah ditambah dengan asuransi kebakaran atau renovasi rumah. Fasilitas yang ditawarkan pun beragam, Pins tinggal pilih yang paling menguntungkan.

Biaya Lainnya

Program kredit pemilikan rumah adalah cara mudah Pins mendapatkan rumah, namun Pins tetap pelu melakukan proses administrasi. Biasanya pada saat awal administrasi akan timbul beberapa biaya seperti biaya administrasi, biaya notaris, dan sebagainya. Pastikan untuk memperhitungkan biaya tersebut juga ketika ingin mendaftar KPR.

Baca juga: Tertarik Beli Rumah Lelang? Begini Caranya!

Kredibilitas Bank

cara kpr rumah
(Prospeku)

Kredit pemilikan rumah adalah program dari bank, namun biasanya bank juga bekerja sama dengan beberapa pengembang dengan biaya yang lebih murah. Oleh karena itu, pada saat mencari bank carilah bank yang bekerja sama dengan pengembang.

Biasanya, prosesnya akan dimudahkan serta bunganya lebih rendah dari umumnya. Dengan banyaknya manfaat dari KPR, tidak salah jika kredit pemilikan rumah adalah opsi yang sering dipilih oleh masyarakat Indonesia.

15 Bank yang Menawarkan KPR di Indonesia

Selain memilih dan menentukan rumah. Pins juga harus bisa memilih dengan benar penyedia KPR dalam hal ini adalah Bnk. Berikut ini 15 bank yang menawarkan KPR di Indonesia.

Bank BTN

Mulai 1 Januari 2023, Bank BTN akan menaikkan suku bunga KPR kolaborasi dengan pengembang pilihan menjadi 5,46%. Selain itu, Bank BTN juga memiliki program bunga tetap selama dua tahun dengan suku bunga 7,59%,dan bunga tetap selama 20 tahun dengan suku bunga 11,59% untuk nasabah berpendapatan tetap serta12,59% untuk non fixed income. Pilihan bunga tetap sampai 20 tahun diberikan sebagai pilihan, dan saat ini bunga floating BTN adalah 12,5%.

Bank BNI

Bank BNI menawarkan bunga ringan mulai dari 2,78% untuk angsuran hingga 30 tahun. SBDK Suku Bunga Kredit dasar untuk KPR di BNI sebesar 7,25%.

Bank Mandiri

Sama seperti BNI, SBDK di Bank Mandiri juga sebesar 7,25%. Namun Mandiri juga memiliki promo bunga tetap 4,18% selama 3 tahun, bunga tetap 3,88% untuk tiga tahun, 8,5% untuk 10 tahun dan 9,55% fixed 10 tahun.

Selain itu ada juga bunga berjenjang fixed 10 tahun mulai dari 3,98 hungga tahun ketiga. Bunga 7,68% tahun keempat dan keenam dan 9,68% untuk tahun ketujug dan sepuluh.

Bank BCA

Bank BCA menawarkan bunga 3,85% fixed 3 tahun dengan tenor minimal 10 tahun.

Bank BRI

Bunga paling rendah yang ada di Bank BRI sebesar 1,27% selama setahun pertama. Selain itu ada 2,77% fixed 2 tahun, 3,1% serta 3,57% fixed 5 tahun.

Bank Panin

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 6,88%.

Bank DBS

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 7,24%.

Bank Jasa Jakarta

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 7,50%.

Bank CIMB

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 7,50%.

Bank Danamon

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 8,25%.

Bank OCBC NISP

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 8,25%.

Bank HSBC

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 9,25%.

Bank Artha Graha

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 8,94%.

Nobu Bank

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 9,25%.

Bank Mega

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebesar 10,84%.

Perbedaan Rumah Bekas dan Rumah Baru

Beberapa perbedaan utama antara rumah bekas dan rumah baru adalah sebagai berikut:

  1. Usia: Rumah bekas sudah pernah ditempati sebelumnya dan mungkin sudah berusia beberapa tahun, sementara rumah baru baru saja dibangun dan belum pernah ditempati.
  2. Kondisi fisik: Rumah bekas mungkin sudah mengalami perawatan atau renovasi, sementara rumah baru baru dibangun dan belum pernah ditempati.
  3. Fitur dan desain: Rumah bekas mungkin memiliki fitur atau desain yang berbeda dibandingkan dengan rumah baru yang dibangun dengan teknologi dan desain terbaru.
  4. Harga: Harga rumah bekas biasanya lebih rendah dibandingkan dengan harga rumah baru
  5. Garansi : rumah baru umumnya memiliki garansi dari pembuatnya, sementara rumah bekas tidak memiliki garansi
  6. Legalitas : Rumah baru umumnya memiliki legalitas yang lengkap dan jelas, sementara rumah bekas mungkin memiliki masalah dengan legalitasnya.
  7. Keamanan : Rumah baru umumnya lebih aman dibandingkan dengan rumah bekas, karena sesuai dengan standar konstruksi yang berlaku saat ini
  8. Energy efficiency : Rumah baru umumnya dibangun dengan material yang lebih efisien dalam hal energi dibandingkan dengan rumah bekas.

Hanya dengan beberapa langkah, Pins bisa mendapatkan sebuah rumah yang diinginkan dan prosesnya pun sangat mudah dan simpel. Namun sebelum mendaftar untuk KPR, pastikan mempertimbangkan beberapa hal yang telah kami bahas di atas ya, Pins!

Baca juga:


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Cek properti pilihan kami Ruko Griya Bangun Tomohon Lestari dan temukan keunggulan, fasilitas menarik dan promo menguntungkan lainnya cuma di Pinhome! Cari tahu juga tips penting persiapan beli rumah dan KPR di Property Academy by Pinhome.   

Hanya Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Edukasi
Edukasi Apa Fungsi Aplikasi Idebku? Berikut Cara Menggunakannya

Belum lama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merilis aplikasi untuk mengecek status BI checking s

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 12 Model Teras Rumah Pedesaan yang Sederhana

Siapa yang tidak rindu dengan suasana hunian khas pedesaan? Jauh dari hiruk pikuk kota, suasananya

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 8 Inspirasi Taman Air Terjun Dinding Minimalis untuk Outdoor dan Indoor

Taman air terjun dinding minimalis bukan hanya mempercantik dekorasi rumah, tetapi juga memberikan

Lifestyle
Lifestyle 12 Rekomendasi Aplikasi Pencari Kost

Pins sedang kebingungan mencari tempat kost terbaik? Mau survey keliling tapi tidak punya waktu? At

Lifestyle
Lifestyle 14 Aplikasi Catatan Keuangan Terbaik

Rekomendasi aplikasi catatan keuangan terbaik ini cocok untuk Pins yang ingin mengelola keuangannya

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia