Kamus Istilah Properti

Akta Jual Beli (AJB)

istilah properti

Akta Jual Beli (AJB)

Apa itu AJB?

AJB adalah singkatan dari Akta Jual Beli. AJB merupakan dokumen atau akta otentik yang dibuat oleh PPAT untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan. Peraturan mengenai AJB ini berdasarkan Perkaban (Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional) No.8 Tahun 2021 Mengenai Pendaftaran Tanah. Dengan itu, PPAT hanya tinggal mengikuti format-format baku yang sudah tersedia.

Fungsi dari AJB

Fungsi dari AJB
(Unsplash)

AJB atau Akta Jual Beli mempunyai berbagai fungsi penting yang membuat Pins harus mengurusnya saat melakukan proses jual beli properti, diantaranya:

  • Bukti sah ketika ada transaksi jual beli properti seperti rumah, apartemen atau yang disertai dengan keterangan kesepakatan harga dan syarat lain. Tentunya yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.
  • Dijadikan pedoman agar kedua belah pihak yakni penjual dan pembeli masing-masing memenuhi kewajibannya saat proses jual beli properti ini.
  • Saat sebelah pihak baik pembeli atau penjual tidak memenuhi kewajibannya, maka AJB bisa menjadi alat bukti untuk mengingatkan atau menuntut pihak yang lalai tersebut.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Mengurus AJB

Cara mengurus AJB
(Unsplash)

Saat mengurus AJB di PPAT, biasanya ada beberapa dokumen yang harus Pins serahkan. Diantaranya yaitu:

  1. Data yang Menyangkut Tanah
  • Surat PBB asli selama 5 tahun terakhir + bukti pembayaran.
  • Sertifikat tanah asli
  • Sertifikat IMB asli
  • Bukti pembayaran listrik, air atau telepon (jika ada)
  • Jika masih dibebani hipotik (hak tanggungan) maka harus ada surat dari bank yang bersangkutan.
  1. Data Kedua Belah Pihak (Penjual & Pembeli)

Data penjual dan pembeli dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Data Perorangan
    • Fotokopi KTP suami & istri
    • Fotokopi KK & akta nikah
    • Salinan keterangan WNI atau ganti nama
  • Data Perusahaan
    • Fotokopi KTP direksi serta komisaris
    • Fotokopi anggaran dasar lengkap + pengesahannya dari Menteri Kehakiman dan HAM RI
    • Laporan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT untuk menjual / Surat Pernyataan Sebagian Kecil Aset

Cara Membuat AJB

Cara membuat AJB
(Unsplash)

Ketika Pins sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Kini saatnya melakukan pendaftaran untuk membuat AJB. Cara membuat AJB adalah sebagai berikut:

  1. Pihak PPAT akan menjelaskan dan membacakan akta serta isi dari maksud pembuat AJB. PPAT juga menjelaskan apakah transaksi yang sedang berjalan sudah lunas atau belum.
  2. Jika isi akta telah disetujui oleh kedua belah pihak, maka akta tersebut bisa langsung ditandatangani oleh penjual, pembeli, saksi dan juga pihak PPAT.
  3. PPAT akan membuat dua lembar akta asli. Satu disimpan PPAT, satu lagi akan diberikan ke kantor pertanahan untuk keperluan balik nama.
  4. Lalu, penjual dan pembeli akan diberikan salinan akta (AJB).

Saat membuat AJB ini penjual dan pembeli harus hadir, atau bisa juga diwakilkan orang orang yang diberi kuasa lengkap dengan surat kuasa tertulis. Selain itu, harus ada saksi dari pihak notaris PPAT.

Itu dia informasi mengenai AJB. Semoga berguna ya, Pins!