Pinhome

KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 23 May 2022 ∙ 6 menit membaca

Jika memutuskan membeli rumah berarti harus siap dengan komitmen pembiayaannya. Apalagi jika Pins membeli properti tersebut menggunakan sistem KPR. Tapi sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa ada 2 jenis KPR, yaitu KPR konvensional dan KPR Syariah.

Kredit Pemilikan Rumah atau biasa disingkat KPR, merupakan opsi pembiayaan yang sangat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan properti hunian. Selain KPR konvensional, Pins sekarang dapat memilih pembiayaan yang lebih aman, sesuai dengan kaidah Islam melalui KPR Syariah.

Pasti Pins bertanya-tanya, kan, jika KPR ini selaras dengan sistem jual-beli Syariah yang bebas riba, apakah ini berarti KPR Syariah lebih murah? Simak jawabannya di artikel ini!

Apa Definisi KPR Kovensional dan Syariah?

KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?
(Pinhome)

Definisi mendasar dari kedua KPR ini terletak dari sistem pembiayaannya. KPR konvensional merupakan pembiayaan yang menggunakan prinsip utang dengan bunga. Jadi nasabah yang menggunakan KPR konvensional untuk pembelian rumah merupakan pihak peminjam uang. Sementara bank akan berperan sebagai pemberi pinjaman.

Uang pinjaman tadi akan dijadikan dana untuk membeli rumah yang telah diajukan oleh pihak nasabah selaku peminjam. Untuk mengembalikan dana yang dipinjam, maka pihak nasabah harus melakukan pembayaran secara cicilan sesuai tenor yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, untuk KPR syariah menggunakan sistem margin. Artinya pihak bank akan berperan sebagai penjual dan pihak nasabah sebagai pihak yang membeli.

Mengapa sistem margin muncul di tengah transaksi KPR Syariah?

Hal ini karena setelah nasabah mengajukan KPR syariah, maka pihak bank akan membeli rumah dari developer. Tentunya ini karena bank memiliki dana untuk menalangi pembelian properti. Setelah properti dibeli bank Syariah, maka saatnya pihak bank menjual kembali ke nasabah. Harga jual yang diberikan ke nasabah tentu sudah di mark up oleh bank agar mendapatkan untung dari jual-beli rumah.

Nah, karena sifatnya jual-beli dengan cicilan (bukan pinjaman), artinya pihak nasabah akan melunasi cicilan pembayaran tersebut tanpa bunga.

Pembiayaan KPR Syariah Berbasis Margin sementara KPR Konvensional Tidak

Perbedaan paling mencolok dari KPR Syariah adalah bank akan “membeli” rumah tersebut untuk Pins dan menjualnya dengan margin tertentu. Margin ini berbanding lurus dengan tenor pembiayaan yang Pins inginkan. Misalnya, Pins membeli rumah dengan tenor 5 tahun, bank akan mengambil margin sebesar 5%.

Namun, jika Pins mengambil tenor 15 tahun, maka marginnya bisa naik menjadi 6-7%, sesuai dengan peraturan bank tersebut. Kabar baiknya, Pins akan membayar cicilan tersebut dengan jumlah tetap, sepanjang durasi pelunasan yang disepakati.

Sedangkan, KPR konvensional tidak menerapkan prinsip tersebut. Pins akan diminta untuk menyicil pembiayaan sesuai dengan uang yang dikeluarkan oleh bank. Ada satu hal yang perlu diperhatikan, besarnya cicilan Pins belum tentu sama. Biasanya, pihak bank hanya akan menawarkan 3-5 tahun cicilan tetap.

Sisanya, Pins harus mengikuti suku bunga mengambang Bank Indonesia pada saat itu. Jika beruntung, cicilan KPR konvensional Pins bisa lebih murah dari yang dibayangkan. Namun seringkali, pada KPR konvensional suku bunga tersebut membuat cicilan Pins menjadi lebih tinggi.

Kalau begitu, apakah KPR Syariah lebih murah?

Belum tentu! Karena KPR Syariah memiliki margin, maka jika dibandingkan dengan pembelian rumah dengan harga yang sama, besaran cicilan tetap di awal KPR konvensional akan lebih murah daripada KPR Syariah.

Namun, setelah masa cicilan tetap pada KPR konvensional berakhir, biaya yang harus Pins bayarkan ke bank akan menyesuaikan dengan suku bunga mengambang pada saat itu. Jika suku bunga Bank Indonesia sedang naik, maka bisa jadi besaran cicilan yang harus Pins bayarkan lebih tinggi dari cicilan KPR Syariah.

Di sisi lain, jika suku bunga sedang turun, tidak menutup kemungkinan besaran cicilan Pins juga menjadi semakin murah dan membuat selisih signifikan dengan pembiayaan Syariah.

Baca Juga: Berbagai Macam Sanitair Kamar Mandi atau Toilet

Perbedaan Akad pada Kedua Metode KPR

KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?
(Pinhome)

Untuk Akad pada KPR konvensional dan Syariah pun terdapat perbedaan. Akad yang digunakan pada KPR konvensional disebut Akad Kredit karena bentuk transaksinya adalah pemberian dana pinjaman dari bank ke nasabah untuk pembiayaan membeli rumah.

Sementara untuk KPR syariah, akadnya disebut Murabahah. Artinya akad ini mengacu pada transaksi jual beli sehingga tidak ada bunga pinjaman yang diaplikasikan dalam transaksi KPR syariah.

Perbedaan lain dari KPR Syariah dan Konvensional

(Pinhome)

KPR Syariah Memiliki Tenor Lebih Sempit

Pins bertanya-tanya, gak, kenapa kok semakin lama tenor KPR Syariah, semakin banyak margin yang diminta oleh bank? Hal ini berkaitan dengan penanggulangan resiko. Semakin lama cicilan, semakin besar kemungkinan Pins gagal dalam membayar cicilan. 

Oleh sebab itu, biasanya KPR Syariah menerapkan tenor maksimal 15 tahun. Berbeda sedikit dengan KPR konvensional yang dapat memberikan tenor lebih panjang, 20 tahun. Inilah mengapa KPR Syariah sering dianggap “lebih mahal” bulanannya daripada KPR konvensional. Perhitungan waktu ini juga wajib Pins pertimbangkan, ya!

Baca Juga: Pertimbangan Membangun Rumah Bertingkat

Keterlambatan dan Tunggakan akan Dikenai Denda

Jika Pins sampai terlambat membayar cicilan pembiayaan konvensional atau Syariah, tentu Pins akan dikenai denda. Biasanya, KPR Syariah mematok denda sekitar 4% setiap bulan, sedangkan KPR konvensional dendanya lebih sedikit di angka 1%.

Baca Juga: Menggambar Rumah dengan Autocad

Kesempatan Investasi

Dengan tenor yang lebih sempit, banyak orang yang lebih memilih KPR konvensional. Mengapa? Bayangkan saja, jika Pins ingin menjual rumah yang Pins beli dengan KPR Syariah, keuntungan yang Pins dapatkan mungkin lebih sedikit karena terpotong oleh margin yang diberikan oleh bank. Sedangkan jika melalui KPR konvensional, jika Pins ingin menjualnya kembali, maka besar kemungkinan Pins untuk mendapatkan keuntungan, apalagi jika Pins mengambil tenor yang lebih lama, yaitu 20 tahun.

Baca juga: Perbedaan antara KPR konvensional dengan KPR Syariah

Sebenarnya pembiayaan konvensional atau Syariah tidak ada bedanya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Pins. Jika Pins tidak ingin berhutang lama-lama dan menginginkan kepastian cicilan tetap dan sesuai dengan kaidah Islam, maka KPR Syariah bisa menjadi pilihan. Namun jika Pins ingin menikmati masa tenor yang lebih lama dengan potensi keuntungan di masa depan, tak ada salahnya untuk mengajukan KPR konvensional.

Apapun pilihannya, pastikan Pins mencari rumah idaman melalui Pinhome! Pionir platform digital ini akan membantu Pins untuk segala urusan yang berhubungan transaksi jual, beli, dan sewa properti. Pinhome juga menyediakan konsultan yang akan mendampingi Pins dari awal hingga proses penandatanganan akad selesai dilakukan.

Baca Juga: Cara Tepat Memilih Gambar Rumah Minimalis

Desain infografis oleh: Creative Team Pinhome


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Tak hanya itu, Pinhome juga memfasilitasi pengajuan KPR, bekerjasama dengan bank-bank berikut ini: 

KPR Bank Maybank | KPR CIMB Niaga | KPR OCBC NISP | KPR Bank Mandiri | KPR Bank Danamon | KPR BNI | KPR UOB Indonesia | KPR BWS | KPR Maybank Syariah | KPR CIMB Niaga Syariah | KPR OCBC NISP Syariah | KPR Danamon Syariah | KPR Muamalat | KPR BTN | KPR BTN Syariah| KPR Panin Dubai Syariah

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

    Artikel Pilihan

    Finansial
    Finansial Memahami Pengertian Pajak dan Jenis-jenisnya

    Demi berjalannya sebuah negara, seluruh warga negara sebisa mungkin harus ikut berkontribusi. Salah

    Berita Pinhome
    Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

    Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

    Finansial
    Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

    Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

    Properti
    Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

    Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

    Properti
    Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

    Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

    Artikel Terkini

    Properti
    Properti 10 Rekomendasi Perumahan di Tangerang

    Saat ini, Tangerang sudah mulai banyak digemari oleh penggiat properti, lho! Infrastrukturnya ya

    Properti
    Properti 3 Perumahan di Atas Mall yang Punya Daya Tarik

    Pernahkah Pins melihat bahwa ternyata terdapat sebuah perumahan eksklusif di atas pusat perbelanjaa

    Arsitektur & Desain
    Arsitektur & Desain 3 Inspirasi Denah rumah 4 Kamar dengan 1 Mushola

    Bagi Pins yang beragama islam, tentu perlu untuk melaksanakan kewajiban keagamaannya seperti sholat

    Properti
    Properti 10 Perumahan Elit di Jakarta yang Super Mewah

    Bisa tinggal dalam rumah mewah tentunya menjadi mimpi bagi semua orang. Bagaimana tidak? Desain rum

    Berita Pinhome
    Berita Pinhome Untung Berkali-Kali Lipat dengan Membeli Rumah Impian #CumadiPinhome

    Memiliki rumah impian merupakan cita-cita banyak orang. Banyak cara dilakukan untuk menemukan rumah

    Ikuti Media Sosial Kami

    Pinhome Indonesia