Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?

Finansial

KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 4 menit membaca

Pins, keputusan membeli rumah berarti harus siap dengan komitmen pembiayaannya. Apalagi jika Pins membeli properti tersebut menggunakan sistem KPR. Tapi sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa ada 2 jenis KPR, yaitu KPR konvensional dan KPR Syariah.

Kredit Pemilikan Rumah, atau biasa disingkat KPR, merupakan opsi pembiayaan yang sangat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan properti hunian. Selain KPR konvensional, Pins sekarang dapat memilih pembiayaan yang lebih aman, sesuai dengan kaidah Islam melalui KPR Syariah.

Pasti Pins bertanya-tanya, kan, jika KPR ini selaras dengan sistem jual-beli Syariah yang bebas riba, apakah ini berarti KPR Syariah lebih murah? Simak jawabannya di artikel ini!

Pembiayaan KPR Syariah berbasis margin

Perbedaan paling mencolok dari KPR Syariah adalah bank akan “membeli” rumah tersebut untuk kita dan menjualnya dengan margin tertentu. Margin ini berbanding lurus dengan tenor pembiayaan yang kita inginkan. Misalnya, Pins membeli rumah dengan tenor 5 tahun, bank akan mengambil margin sebesar 5%. Namun, jika kita mengambil tenor 15 tahun, maka tenornya bisa naik menjadi 6-7%, sesuai dengan peraturan bank tersebut. Kabar baiknya, Pins akan membayar cicilan tersebut dengan jumlah tetap, sepanjang durasi pelunasan yang disepakati.

Sedangkan, KPR konvensional tidak menerapkan prinsip tersebut. Pins akan diminta untuk menyicil pembiayaan sesuai dengan uang yang dikeluarkan oleh bank. Ada satu hal yang perlu diperhatikan, besarnya cicilan Pins belum tentu sama. Biasanya, pihak bank hanya akan menawarkan 3-5 tahun cicilan tetap. Sisanya, Pins harus mengikuti suku bunga mengambang Bank Indonesia pada saat itu. Jika beruntung, cicilan Pins bisa lebih murah dari yang dibayangkan. Namun seringkali, suku bunga tersebut membuat cicilan kita menjadi lebih tinggi.

Kalau begitu, apakah KPR Syariah lebih murah? Belum tentu! Karena KPR Syariah memiliki margin, maka jika dibandingkan dengan pembelian rumah dengan harga yang sama, besaran cicilan tetap di awal KPR konvensional akan lebih murah daripada KPR Syariah. Namun, setelah masa cicilan tetap berakhir, biaya yang harus Pins bayarkan ke bank akan menyesuaikan dengan suku bunga mengambang pada saat itu. Jika suku bunga Bank Indonesia sedang naik, maka bisa jadi besaran cicilan yang harus Pins bayarkan lebih tinggi dari cicilan KPR Syariah. Di sisi lain, jika suku bunga sedang turun, tidak menutup kemungkinan besaran cicilan Pins juga menjadi semakin murah dan membuat selisih signifikan dengan pembiayaan Syariah.

KPR Syariah memiliki tenor lebih sempit

Pins bertanya-tanya, gak, kenapa kok semakin lama tenor KPR Syariah, semakin banyak margin yang diminta oleh bank? Hal ini berkaitan dengan penanggulangan resiko. Semakin lama cicilan, semakin besar kemungkinan kita gagal dalam membayar cicilan. Oleh sebab itu, biasanya KPR Syariah menerapkan tenor maksimal 15 tahun. Berbeda sedikit dengan KPR konvensional yang dapat memberikan tenor lebih panjang, 20 tahun. Inilah mengapa KPR Syariah sering dianggap “lebih mahal” bulanannya daripada KPR konvensional. Perhitungan waktu ini juga wajib Pins pertimbangkan, ya!

Keterlambatan dan tunggakan akan dikenai denda

Jika kita sampai terlambat membayar cicilan pembiayaan konvensional atau Syariah, tentu kita akan dikenai denda. Biasanya, KPR Syariah mematok denda sekitar 4% setiap bulan, sedangkan KPR konvensional dendanya lebih sedikit di anga 1%.

Kesempatan investasi

Dengan tenor yang lebih sempit, banyak orang yang lebih memilih KPR konvensional. Mengapa? Bayangkan saja, jika kita ingin menjual rumah yang kita beli dengan KPR Syariah, keuntungan yang Pins dapatkan mungkin lebih sedikit karena terpotong oleh margin yang diberikan oleh bank. Sedangkan jika melalui KPR konvensional, jika Pins ingin menjualnya kembali, maka besar kemungkinan kita untuk mendapatkan keuntungan, apalagi jika Pins mengambil tenor yang lebih lama, yaitu 20 tahun.

Baca juga: Perbedaan antara KPR konvensional dengan KPR Syariah

Sebenarnya pembiayaan konvensional atau Syariah tidak ada bedanya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Pins. Jika Pins tidak ingin berhutang lama-lama dan menginginkan kepastian cicilan tetap dan sesuai dengan kaidah Islam, maka KPR Syariah bisa menjadi pilihan. Namun jika Pins ingin menikmati masa tenor yang lebih lama dengan potensi keuntungan di masa depan, tak ada salahnya untuk mengajukan KPR konvensional.

Apapun pilihannya, pastikan Pins mencari rumah idaman melalui Pinhome! Pionir platform digital ini akan membantu kita untuk segala urusan yang berhubungan transaksi jual, beli, dan sewa properti. Pinhome juga menyediakan konsultan yang akan mendampingi Pins dari awal hingga proses penandatanganan akad selesai dilakukan.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel