Kamus Istilah Properti

Properti

istilah properti

Properti

Properti adalah harta berupa tanah dan bangunan serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanah dan/atau bangunan yang dimaksudkan.

Apa itu Properti? 

(Cermati)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, properti adalah harta berupa tanah dan bangunan serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanah dan/atau bangunan yang dimaksudkan. Properti juga memiliki arti tanah milik dan bangunan. 

Namun, properti juga bisa diartikan secara luas yang kaitannya dengan kepemilikan seseorang atau sekelompok orang atas suatu hak eksklusif.

Secara umum, properti memiliki beberapa bentuk, yaitu:

  • Real property (tanah).
  • Kekayaan pribadi.
  • Kepemilikan barang secara fisik lainnya.
  • Kekayaan intelektual.

Namun, pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai istilah properti dalam bangunan dan tanah.  

Jenis-jenis Properti 

(Warta Berita)

Properti dalam lingkup bisa diartikan sebagai sebuah kepemilikan atas tanah dan atau bangunan. Pemiliknya sendiri bisa pribadi atau perseorangan, badan hukum, hak adat dan negara.

Properti sendiri ada beberapa jenis, di mana jenisnya ini erat kaitannya dengan investasi properti. Berikut ini jenis properti yang dimaksud: 

1. Tanah 

Properti tanah berupa lahan kosong atau lahan terbuka. Bisa juga ada bangunan namun tidak mendominasi. 

Properti jenis ini yang paling banyak dijadikan ladang investasi di Indonesia. Yang termasuk ke dalam jenis properti tanah seperti 

  • Tanah kavling
  • Kebun
  • Sawah
  • Hutan
  • Tambak
  • Tambang 

2. Bangunan untuk Tempat Tinggal

Jenis properti ini dimanfaatkan sebagai tempat tinggal manusia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. 

Jadi, tak hanya berupa tanah saja, tapi terdapat bangunan di atasnya yang ditinggali oleh manusia. Bentuknya bisa tapak, bertingkat atau bersusun.  

Dalam kategori ini contohnya:

  • Rumah
  • Apartemen
  • Rumah susun

3. Bangunan untuk Tempat Usaha

Selain sebagai tempat tinggal, ada juga properti yang digunakan untuk kegiatan ekonomi dan bisnis. 

Jenis bangunan ini dibutuhkan  pengusaha untuk menjalankan usahanya.

Adapun contoh bangunan untuk tempat usaha antara lain:

  • Rumah toko (ruko)
  • Bangunan toko
  • Kios
  • Kantor
  • Gedung
  • Pabrik 

4. Properti Disewakan

Properti yang disewakan dikenal menggiurkan untuk dijadikan sarana investasi. Properti ini dimanfaatkan untuk disewakan kepada orang yang membutuhkan. Dalam penggunannya, ada manfaat ekonomi yang didapatkan dari sewa tersebut. 

Sewanya bisa harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. 

Berikut beberapa jenis properti sewa:

  • Rumah sewa
  • Kos-kosan
  • Hotel
  • Guest house
  • Dormitory
  • Vila

5. Fasilitas Umum dan Sosial

Jenis bangunan terakhir disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk menunjang kegiatan masyarakat. 

Meski jarang sekali diperjualbelikan, tetapi properti ini bisa dengan mudah ditemukan di setiap daerah. Berikut ini contohnya:

  • Taman kota
  • Alun-alun 
  • Kantor administrasi pemerintahan 

Keunggulan Properti Sebagai Investasi 

(Tribun News)

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, properti sangatlah punya potensi tinggi sebagai sarana berinvestasi.  Ada banyak keunggulan yang bisa Pins dapatkan dengan memilih properti sebagai portofolio investasi.

Berikut ini sejumlah keuntungan dari investasi properti:

  • Nilai properti cenderung stabil dari waktu ke waktu karena kebutuhan akan hunian ataupun bangunan akan selalu ada setiap saat.
  • Sejumlah properti bernilai aset tinggi seperti real estate ataupun apartemen eksklusif. 
  • Bisa dijadikan jaminan saat ingin mengajukan pinjaman. 
  • Bisa dilihat secara fisik.
  • Bisa digunakan sendiri atau dimanfaatkan untuk disewakan. 
  • Nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi.

Risiko Investasi Properti 

(Ipapa)

Namanya investasi, tentu tak akan terlepas dari risiko. Begitupun dengan properti. Berikut ini sejumlah risiko yang harus siap Pins hadapi ketika ingin berinvestasi properti:

  • Harus siap dengan beban perawatan (Management Burden).
  • Harus siap dengan biaya tambahan lain berupa pajak, antara lain: PPH (5% yang dikenakan bagi penjual) dan BPHTB (5% yang dikenakan bagi pembeli).
  • Investasi properti bersifat padat modal (capital intensive). Artinya, semakin besar modal yang ditanamkan dalam properti, relatif semakin besar pula hasil yang didapatkan investasi properti tersebut.
  • Jika properti berbentuk bangunan, maka akan ada penyusutan nilai bangunan berdasarkan usianya. 
  • Hancur jika terjadi bencana alam. 

Lalu, Bagaimana Cara Memulai Investasi Properti?

(Majalah Pajak)

Saat ini Pins bisa melakukan investasi dengan berbagai macam cara. Berikut ini beberapa cara investasi properti yang bisa dipilih: 

Investasi Properti Sewa

Cara investasi properti ini paling banyak dipilih oleh investor. Pins bisa mulai membeli dan membangun properti tersebut. 

Kemudian, biarkan orang lain menggunakannya dengan membayar sejumlah uang sebagai biaya sewa. Bisnis sewa ini bisa Pins gunakan untuk mendapatkan penghasilan pasif secara berkala tanpa perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Bisnis Flip Properti

Properti bisnis satu ini memang kurang populer, padahal hasil yang didapatkan cukup menggiurkan. Jadi, cara bisnis flip properti ini adalah dengan membeli sebuah bangunan kemudian merenovasinya. 

Setelah itu, Pins bisa menjualnya kembali dalam waktu yang terbilang singkat dengan selisih harga yang mendatangkan laba. 

Pelaku bisnis flip properti biasa disebut dengan flipper dan proses penjualannya itu sendiri disebut flipping. 

Tips Mengelola Properti untuk Investasi 

properti
(Ekonomi Bisnis)

Kalau Pins sudah menentukan jenis-jenis properti apa yang mau diinvestasikan, maka Pins harus paham bagaimana cara mengoptimalkannya supaya bisa menghasilkan banyak keuntungan. 

Yuk simak tips mengelola properti untuk berinvestasi.

Lakukan Riset Mendalam 

Riset pasar sangat penting untuk memastikan Pins membeli dengan harga yang masuk akal. Jadi, lakukan riset sebelum memutuskan mengambil suatu produk properti untuk dipasarkan kembali.

Hindari bertindak buru-buru ketika hendak membeli properti. Cari tahu harga, biaya sewa rata-rata jika ingin disewakan, bagaimana sarana pendukungnya, dan lain-lain.  

Pilih Lokasi yang Baik

Lokasi properti ternyata sangat mempengaruhi seberapa banyak orang yang akan datang nantinya. 

Misalnya, kalau properti yang Pins punya berada di lingkungan sekitar lingkungan dekat perkantoran atau sekolah, tentu akan mendatangkan penyewa yang potensial. 

Cari Tahu Besaran Pajak yang Harus Dikeluarkan

Ketika memutuskan untuk berinvestasi di bidang properti maka penting buat mengetahui pajak properti di lingkungan tersebut. Jangan sampai gara-gara tidak tahu besaran pajak, Pins jadi menentukan harga terlalu kecil dibandingkan pajak yang harus dibayarkan. Akibatnya pendapatan yang diterima tidak bisa menutupi pajaknya.

Tidak perlu takut jika pajak yang harus dibayarkan tinggi sebab jika lokasi tersebut sudah strategis maka akan banyak penyewa potensial yang akan datang.

Aman dari Kriminalitas dan Bencana Alam 

Sebelum berinvestasi ada baiknya mengukur tingkat kejahatan di wilayah tersebut. Semakin kecil tingkat kriminalitas maka semakin besar Pins mendapatkan penyewa.

Selain itu, cari tahu juga apakah wilayahnya rawan longsor, banjir, dan bencana alam lainnya. Sebab, hal ini akan mempengaruhi nilai properti yang akan menjadi turun dan juga akan menjadi pertimbangan besar bagi penyewa yang akan menyewa.

Lindungi dengan Asuransi Properti

Asuransi akan melindungi Pins dari segala masalah di masa depan. Pins akan mendapat ganti rugi jika terjadi kebakaran, terkena bencana lama, dan lain-lain. 

Untuk itu, jangan lupa untuk selalu melindungi gedung dan rumah yang Pins punya dengan asuransi properti, ya! Semoga informasi mengenai properti adalah sebuah aset yang berharga, beruna untuk kalian Pins!