Kamus Istilah Properti

Agen Properti

istilah properti

Agen Properti

Agen Properti adalah sebuah pekerjaan untuk orang dengan keahlian khusus di bidang properti, khususnya pemasaran.

Agen Properti adalah pekerjaan yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, Pins harus mempelajari secara mendalam mengenai apa itu Agen Properti dan bagaimana cara untuk melakukannya. Untuk itu, berikut ini adalah penjabaran yang lebih jelas mengenai pekerjaan ini:

Definisi Agen Properti

Yang dimaksud dengan Agen Properti adalah sebuah pekerjaan yang diperuntukkan untuk orang dengan keahlian khusus di bidang properti. Agen Properti tentunya harus membuktikan keahliannya dengan sertifikat yang terakreditasi. Rupanya, pemerintah mengakui bahwa Agen Properti merupakan pekerjaan yang resmi karena memiliki landasan hukum sendiri.

Penting untuk Pins ketahui, bahwa tugas utama Agen Properti yaitu untuk memasarkan sebuah properti. Oleh karena itu, orang tersebut harus memiliki keahlian untuk melakukan sebuah negosiasi yang hebat. Selain itu, seorang Agen Properti bisa bekerja di sebuah perusahaan atau bekerja secara independen.

Proses umum seorang Agen Properti adalah membantu proses jual beli properti hingga tuntas dan membimbing klien dengan baik. Tujuannya agar proper jual beli tersebut diselesaikan dengan syarat dan harga yang sesuai dengan keinginan dua belah pihak. Oleh karena itu Pins harus bisa menganalisis kemampuan dan kebutuhan klien dalam membeli properti.

Kemampuan lainnya dari seorang Agen Properti adalah memahami informasi terbaru yang berkaitan dengan proses jual beli. Informasi tersebut diantaranya hipotek, pasar, aturan hukum, harga, dan syarat lainnya. Selain itu juga harus jeli dalam menganalisis pasar secara komparatif. Yang terakhir, Agen Properti juga harus menyiapkan dokumen yang diperlukan dalam proses jual beli.

Ilmu Dasar untuk Menjadi Agen Properti

Kunci untuk menjadi seorang Agen Properti adalah dengan mempelajari ilmu dasarnya. Agen atau broker properti memiliki ilmu dasar yang harus dikuasai orang yang akan bekerja dalam bidang tersebut.  Berikut adalah 5 ilmu dasar yang harus dikuasai oleh seorang Agen atau Broker properti.

1. Real Estate Finance

Ilmu dasar pertama untuk menjadi Agen Properti adalah real estate finance. Ilmu ini membahas bagaimana sebuah properti atau real estate di bayar. Mengajukan kredit adalah salah satu cara untuk membiayai pembelian real estate yang paling umum dilakukan oleh pembeli. Bahkan masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai proses pembelian rumah.

Yang paling penting dalam ilmu real estate finance Agen Properti adalah memahami segala sesuatu hal mengenai KPR secara mendalam. Ilmu ini akan sangat bermanfaat untuk Pins jika ingin menjadi seorang Agen Properti dalam meyakinkan calon pembeli.

2. Real Estate Tax and Law

Ilmu dasar selanjutnya untuk menjadi Agen Properti adalah real estate tax and law. Tax and law merupakan aturan pajak dan hukum dari properti atau real estate yang Pins jual. Tentunya Pins harus mempelajari aturan dan prosedur dalam proses pembangunan dan penjualan properti di Indonesia.

Selain itu, yang tidak kalah penting dari ilmu tax dan law untuk menjadi Agen Properti adalah aturan pajak. Tentunya dalam ilmu ini Pins harus mempelajari aturan-aturan yang berkaitan dengan izin pendirian, lahan bangunan dan aturan pajak. Selain itu, dalam proses jual beli akan membutuhkan beberapa sertifikat yang berbeda sehingga Pins harus mempelajari jenis-jenis sertifikat.

3. Real Estate Investment

Selanjutnya ilmu dasar dalam Agen Properti adalah real estate investment. Tujuan utama seseorang melakukan jual beli tentunya untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, Pins harus mempelajari bagaimana untuk mencari keuntungan dari melakukan investasi pada real estate atau properti. Selain itu, Pins harus memahami fungsi dari seseorang yang melakukan investasi terhadap properti.

Oleh sebab itu, salah satu ilmu penting untuk menjadi seorang Agen Properti adalah ilmu real estate investment. Selain dari mempelajari keuntungan dari properti yang dijual, Pins juga harus memahami kerugiannya jika memang ada. Dengan begitu, Pins bisa membantu pembeli untuk meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan kerugian saat membeli properti.

4. Property Appraisal

Ilmu selanjutnya yang penting dipelajari untuk menjadi Agen Properti yaitu property appraisal. Ilmu ini akan membantu Pins untuk memahami harga properti yang berlaku dalam pasar skala lokal dan nasional. Tentunya ilmu ini sangat bermanfaat untuk Pins untuk bisa menjadi seorang Agen Properti yang profesional dan handal.

Selain itu, yang terpenting untuk menjadi Agen Properti adalah bisa membuat kalkulasi yang tepat dari harga pasar properti tersebut. Tentu hal ini masih sangat bermanfaat untuk Pins agar tidak mendapatkan kerugian. Oleh sebab itu, pastikan harga properti yang berlaku di pasaran tidak berbeda jauh dengan yang akan Pins jual.

5. Real Estate Economic

Ilmu terakhir yang harus Pins pelajari untuk menjadi Agen Properti ialah real estate economic. Hal ini sangat berkaitan dengan demand dan alur supply dari properti yang akan Pins jual. Oleh karena itu, Pins harus memastikan kalau Pins sudah sangat memahami demand dan supply dari properti tersebut dan lingkungannya.

Kemudian yang terpenting dari ilmu Agen Properti adalah mencari tahu properti tersebut sebenarnya memiliki berapa penawaran. Selain itu cari tahu juga permintaan dari properti tersebut agar Pins bisa membuat rencana sesegera mungkin. Pastikan kalau properti itu tidak memiliki penawaran rendah dan permintaan yang tinggi.

Komisi Agen Properti

Sebagai seorang agen properti, Anda akan mendapatkan tambahan penghasilan selain gaji berupa komisi. Besaran komisi ini pun sudah diatur dalam Permendag No.51 Tahun 2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti. Dalam peraturan tersebut tertulis bahwa komisi seorang agen properti berkisar antara 2 hingga 5 persen dari nilai transaksi. Ini berarti jika Anda menjual sebuah properti senilai 1 milyar, berarti Anda berpotensi membawa pulang komisi senilai 50 juta rupiah!

Namun, jumlah ini tentu tergantung beberapa hal; misalnya perjanjian antara pemilik dengan agen properti, jenis layanan yang Anda lakukan, lisensi, dan sebagainya. Inilah pentingnya Anda mengetahui langkah-langkah yang tepat untuk menjadi agen properti.

Langkah-langkah Menjadi Agen Properti

1. Dapatkan lisensi sebagai real estate broker

Tahukah Anda bahwa agen properti juga memiliki sertifikasi tersendiri? Supaya lebih dipercaya oleh calon pembeli, Anda dapat mengambil sertifikasi bagi para agen properti melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti. Terdapat 3 skema sertifikasi profesi broker properti, yaitu:

  1. Broker properti, yang digunakan pada pekerjaan penjualan, pembelian, penyewaan/kontrak, dan tukar-menukar properti;
  2. Manajemen broker properti, yang digunakan pada pekerjaan sebagai pengelola kantor broker properti;
  3. Manajemen properti investasi, yang digunakan pada pekerjaan investasi dan konsultasi manajemen di penjualan, pembelian, penyewaan/kontrak properti.

Di masa pandemi ini, LSP Broker Properti juga mengadakan uji sertifikasi kompetensi secara daring. Informasi lengkap mengenai pendaftaran dapat dilihat pada tautan berikut ini.

2. Mencari kantor agen properti

Profesi sebagai agen properti memang dapat dilakukan secara freelance. Namun, untuk langkah awal sebaiknya Anda bergabung ke sebuah kantor agen properti. Carilah kantor properti yang terpercaya dengan kredibilitas baik. Mulailah dengan membaca ulasan di internet; melalui media sosial, blog, atau ulasan orang lain di forum-forum terbuka untuk agen properti.

Indikasi sebuah kantor agen properti yang baik antara lain adalah:

  1. Memberikan pelatihan rutin untuk menambah kapabilitas Anda sebagai agen properti;
  2. Ada pendampingan untuk calon agen/agen baru
  3. Transparansi dalam pembagian komisi.

Anda juga dapat bergabung dalam platform properti digital, seperti Pinhome. Dengan bergabung menjadi Rekan Pinhome, Anda akan mendapatkan pendampingan serta memiliki komunitas jaringan profesional dengan agen-agen properti lain di seluruh Indonesia. Anda juga dapat mengakses aplikasi untuk membuat listing digital, mengunggah listing seken, dibantu dalam pemasaran melalui digital marketing, dan masih banyak lagi.

3. Siapkan modal awal

Dalam profesi apapun, tentu Anda membutuhkan modal awal. Untuk membangun reputasi serta kredibilitas dan kemampuan sebagai seorang agen properti, Anda mungkin harus mengikuti kelas-kelas tertentu atau mengambil sertifikasi profesi yang membutuhkan biaya. Anda juga dapat menginvestasikan modal awal ini ke sebuah domain website atau membayar vendor iklan, brosur, dan sebagainya. Anda harus cermat dalam mengatur semua pengaturan ini supaya cash flow Anda tetap sehat.

4. Bergabung dengan komunitas agen properti serta Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI)

Menjalin relasi dengan rekan sejawat adalah salah satu hal wajib sebagai agen properti. Dengan bergabung dalam sebuah komunitas agen properti, Anda mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru yang belum tentu Anda dapatkan dalam sekolah formal. Anda juga bisa mengetahui masalah-masalah yang muncul di dunia nyata serta cara penyelesaiannya.

Selain itu, membangun relasi dengan sesama agen properti dapat membuka kesempatan-kesempatan baru di beberapa proyek, sehingga perlahan Anda dapat membangun portofolio. Anda juga dapat menambah portofolio ini melalui orang-orang terdekat, seperti keluarga atau sahabat, apabila ada yang ingin menjual properti mereka.

Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) sudah berdiri sejak tahun 1992 dan menaungi lebih dari ratusan agen properti di seluruh Indonesia. Mereka menjadi pelindung profesi serta memastikan profesi real estate di Indonesia sesuai dengan kode etik. Jika Anda sudah berlisensi dan tergabung dalam AREBI, tentu hal ini akan meningkatkan reputasi Anda di depan para calon pembeli.

5. Memanfaatkan teknologi dan internet

Di zaman sekarang tentu semua orang tidak asing dengan internet. Pun masih banyak calon pembeli yang mencari rumah idaman mereka melalui cara ini. Oleh sebab itu, tak ada salahnya Anda juga memanfaatkan internet untuk membantu karir Anda sebagai agen properti.

Buatlah akun media sosial untuk mengunggah listing, buatlah sebuah website untuk memamerkan portofolio, serta bagikan pengalaman Anda melalui sebuah blog jika memungkinkan. Jika Anda mudah ditemukan di internet untuk hal-hal yang positif, tentu reputasi Anda akan nampak lebih baik.

Keuntungan Menjadi Agen Properti Online

1. Mencari dan memberi informasi lebih cepat dan mudah

Salah satu hal yang paling menguntungkan di era digital ini adalah cepatnya pertukaran informasi. Anda bisa mengunggah listing di beberapa platform dan dalam waktu beberapa jam saja, bisa jadi Anda sudah berbicara dengan calon pembeli.

2. Jangkauan lebih luas

Melalui internet, Anda tak harus berada di lokasi yang sama untuk melakukan transaksi properti. Berbeda dengan metode konvensional di mana calon pembeli akan melakukan kunjungan ke kantor pemasaran, Anda sekarang dapat langsung bertemu calon pembeli dari luar pulau sekali pun. Bahkan, Anda juga dapat melakukan tur virtual melalui bantuan Zoom atau Google Meeting.

3. Biaya promosi lebih efisien dan efektif

Umumnya, agen properti akan memasang iklan melalui media massa, seperti koran dan radio, ataupun spanduk dan baliho. Walaupun kita juga bisa memasang iklan dengan harga ekonomis, tapi tentu space yang kita dapatkan juga akan menyesuaikan harga yang kita bayar. Pun orang-orang yang menerima iklan tersebut belum tentu sesuai dengan target pasar yang kita tuju.

Dengan internet, Anda dapat mengatur sendiri pemasangan iklan Anda. Anda dapat memilih target secara mendetail, mulai dari umur, gender, tingkat penghasilan, hingga ke interest masing-masing orang. Dengan demikian, iklan Anda benar-benar sampai ke orang-orang yang Anda tuju sehingga menghasilkan lebih banyak leads.