Kamus Istilah Properti

Akad

istilah properti

Akad

Akad adalah rangkaian proses kredit kepemilikan di mana pihak bank memberikan penjelasan kepada calon debitur (pembeli rumah) agar dokumen perjanjian yang akan ditandatangani benar-benar dimengerti dan dapat disetujui kedua belah pihak.

Apa Itu Akad Kredit Rumah?

(Pinhome)

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan definisi akad adalah janji, perjanjian, kontrak. Dalam lingkup properti, janji ini dilakukan untuk mempertemukan pihak bank dan debitur ketika Kredit Pemilikan Rumah (KPR) disetujui. 

Jadi, dalam jual-beli rumah, akad adalah rangkaian proses kredit kepemilikan di mana pihak bank memberikan penjelasan kepada calon debitur (pembeli rumah) agar dokumen perjanjian yang akan ditandatangani benar-benar dimengerti dan dapat disetujui kedua belah pihak.

Artinya, bisa dikatakan bahwa akad dalam proses KPR penting karena merupakan puncak dari proses pengajuan KPR. Setelah pihak bank menganalisis keuangan Anda, rumah yang dipilih, dan disetujui, barulah pihak bank memanggil debitur untuk melakukan akad. 

Pihak yang Hadir dalam Akad Rumah 

(thebalance.com)

Ketika proses pengajuan KPR dan bank menyetujui pengajuan kredit Anda, maka bank akan segera memberi surat penawaran atau sering disebut dengan istilah offering letter. Dalam offering letter tercantum informasi jumlah plafon KPR, besaran angsuran per bulan dan tenor atau lamanya masa angsuran. 

Tertulis pula biaya-biaya yang harus dibayar oleh konsumen, seperti biaya provisi, administrasi, asuransi jiwa dan kebakaran, serta nilai uang satu kali angsuran yang diblokir pihak perbankan.

Jika penawaran telah disepakati kedua belah pihak, maka bank akan langsung meminta notaris untuk membuatkan akta perjanjian kredit. Saat proses akad kredit KPR ini wajib dihadiri oleh beberapa pihak yaitu: 

  • Pihak pembeli. Harus suami dan istri, jika sudah menikah atau dengan wali (biasanya ibu kandung) jika belum menikah.
  • Wakil dari bank.
  • Pihak pengembang atau penjual.
  • Notaris yang bertugas sebagai pihak yang melegitimasi transaksi ini. 

Notaris juga memberitahukan pula tentang biaya-biaya yang harus dibayar meliputi biaya notaris selaku pembuat akta jual beli, balik nama sertifikat dari penjual kepada konsumen.

Termasuk juga pajak-pajak, seperti pajak penghasilan (PPh) untuk pihak penjual dan biaya BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) sebagai biaya pajak pembeli.

Hal-hal yang Harus Diperjelas Ketika Akad 

(wordtemplatesonline.net)

Karena proses akad merupakan puncak dari kredit rumah, maka Anda harus benar-benar mengikuti prosedurnya dengan baik. Sebab, setelah penandatangan akad, Anda harus mulai membayar cicilan. 

Berikut ini hal-hal yang perlu diperjelas dan dipahami kedua pihak:

Pembayaran Cicilan 

Ketika akad, Anda harus memastikan sejumlah hal, seperti:

  • Jangka waktu kredit.
  • Besarnya angsuran setiap bulan.
  • Sistem bunga yang digunakan oleh bank. 
  • Besaran bunga setiap tahun.
  • Cara melihat saldo KPR.
  • Jika Anda mendapat fasilitas subsidi pemerintah maka bisa dijelaskan bagaimana prosesnya.

Sanksi Menunggak Cicilan 

Dalam mencicil rumah, tentu di masa depan kita tak pernah apa yang akan terjadi. Bisa jadi ada keadaan di mana Anda harus dihadapkan tak bisa membayar cicilan tepat waktu.

Nah, pada saat akad inilah Anda harus memastikan kepada pihak bank mengenai sanksi jika menunggak cicilan. Misalnya rumah akan dilelang, hasil penjualan digunakan untuk melunasi hutang, dan apabila masih ada kelebihan maka diberikan ke debitur.

Cara Mempercepat Pelunasan KPR 

Sebaliknya, bisa jadi ada keadaan di mana Anda ingin melunasi cicilan segera. Biasanya, melunasi cicilan itu ada denda yang harus Anda bayar. 

Saat akad inilah Anda harus menanyakan bagaimana cara mempercepat pelunasan KPR dan berapa denda percepatan yang diberikan pada pihak bank. 

Dokumen yang Diterima Ketika Akad Kredit  

(Freepik)

Saat akad berlangsung, Anda sebagai pembeli rumah akan menerima sejumlah dokumen. Beberapa dokumen akan diberikan secara langsung setelah akad, dan ada juga yang menunggu beberapa bulan karena harus diproses dulu oleh notaris.  

Berikut ini beberapa dokumen yang diterima saat akad: 

1. Perjanjian Kredit 

Isi dari dokumen perjanjian kredit ini biasanya terdiri dari peraturan dari kesepakatan yang sudah Anda buat dengan bank. Sebaiknya, Anda menyimpan dokumen ini meskipun akad telah selesai dilakukan.

Tujuan jika suatu saat terdapat kesalahan dalam kredit, dokumen perjanjian kredit ini bisa jadi acuan. 

2. Sertifikat Tanda Bukti Hak dan Izin Mendirikan Bangunan

Sertifikat ini akan menunjukkan nama Anda sebagai pemilik baru dari tanah atau bangunan tersebut. Nantinya jika Anda diharuskan untuk menunjukkan surat kepemilikan, Anda bisa menunjukkan dokumen ini.

Selain sertifikat tanda bukti hak, Anda juga akan diberi surat izin untuk mendirikan bangunan di tanah tersebut.  

3. Pengakuan Hutang dan Kuasa Menjual

Dokumen ini berisi tentang keterangan hutang dan kuasa untuk menjual bangunan terkait jika ditemukan si peminjam tidak bisa melunasi KPR. 

Dengan adanya surat ini, pihak bank bisa menarik kembali atau menjualnya jika terbukti pelunasan hutang sudah jatuh tempo namun tidak segera dilunasi.

4. Surat Kuasa Memberikan Hak Tanggungan (SKMIIT)

Surat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda secara resmi sudah memiliki hak tanggungan atas rumah KPR tersebut.

5. Polis Asuransi  

Saat Anda mendaftar KPR, Anda akan diberikan polis asuransi kebakaran oleh pihak perbankan guna menjamin keselamatan dan memberikan ganti berupa asuransi kepada pihak keluarga korban. 

Dokumen polis asuransi ini akan diberikan jika seluruh urusan yang terkait dengan rumah KPR sudah selesai. 

6. Polis Asuransi Jiwa Kredit (AJK)

Sama seperti polis asuransi kebakaran, asuransi jiwa kredit juga digunakan untuk memberikan jaminan kepada Anda sebagai peminjam dana KPR.

7. Akta Jual Beli

Untuk dokumen akta jual beli, Anda baru bisa mendapatkannya setelah semua urusan yang terkait dengan KPR tuntas. 

Jika belum sepenuhnya tuntas, maka akta jual beli belum bisa menjadi milik Anda.

Penting, Perhatikan Ini Saat Proses Akad Rumah

Berikut ini adalah penjelasan akad bagi Anda yang ingin melakukan pembelian properti. Simak penjelasan selengkapnya di sini ya!
(Freepik)

Memahami dan mengikuti prosedur akad kredit sangat penting. Apalagi mengingat kredit rumah memiliki nominal dan jangka waktu yang lumayan besar.

Diperlukan ketelitian saat akad, berikut ini tipsnya:

  • Baca dan teliti klausul-klausul yang terdapat di dalam perjanjian kredit. 
  • Jangan pernah menandatangani blangko kosong yang tidak jelas isinya.
  • Cermati apakah klausul tersebut sesuai dengan surat penawarannya. Misalnya, jumlah kredit, suku bunga, sistem perhitungan bunga fixed, biaya provisi, administrasi, hingga asuransi.
  • Jangan segan menanyakan apabila masih ada informasi yang belum jelas.  
  • Anda berhak membatalkan akad kredit bila merasa persyaratannya terlalu berat atau terdapat hal-hal lain yang tidak konsisten antara kesepakatan semula yang tertuang dalam offering letter dengan klausul di perjanjian kredit.

Demikian informasi mengenai akad dalam kredit rumah. Sekali lagi, pastikan Anda cermat dan teliti agar tidak menyesal di kemudian hari, ya!