Kamus Istilah Properti

Koefisien Dasar Bangunan (KDB)

istilah properti

Koefisien Dasar Bangunan (KDB)

KDB adalah hal yang cukup penting dalam dunia properti. Karena KDB berkaitan dengan konstruksi bangunan. KDB erat kaitannya dengan konstruksi dan luas bangunan. Sehingga bagi Pins yang ingin melakukan pembangunan di suatu kawasan, penting untuk memerhatikan nilai KDB. 

Tidak hanya gedung-gedung tinggi, pembangunan rumah juga perlu memerhatikan nilai KDB dan peraturan KDB yang berlaku di kawasan setempat. KDB merupakan perhitungan yang telah ditentukan oleh pemerintah, sehingga perencanaannya tidak boleh melanggar dari aturan KDB yang telah berlaku. Namun, apa sih sebenarnya Koefisien Dasar Bangunan (KDB) ini? Apa fungsi dari KDB? Simak penjelasan lengkapnya pada ulasan di bawah ini.

Apa Itu Koefisien Dasar Bangunan?

Koefisien Dasar Bangunan
(Shutterstock)

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) adalah angka persentase perbandingan luas seluruh lantai dasar bangunan gedung dan luas lahan / tanah perpetakan / daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang rencana tata bangunan dan lingkungan.

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atau yang disebut juga dengan Building Covered Ratio (BCR), adalah perbandingan antara luas lantai dasar bangunan dengan luas lahan yang dimiliki. KDB merupakan batas maksimal luas yang dapat dibangun dalam suatu lahan. KDB bertujuan untuk menetapkan standar dalam membangun properti di suatu kawasan, mulai dari ketinggian hingga luas daerah resapan air dan lahan hijau perlu dipertimbangkan. Hal ini untuk menjaga kelestarian dan keamanan kawasan seperti pada kawasan bandara, maka tinggi bangunan perlu diatur agar tidak mengganggu kegiatan penerbangan.

Tujuan Koefisien Dasar Bangunan

Terdapat beberapa hal yang menjadi tujuan dari Koefisien Dasar Bangunan, antara lain :

  1. Menciptakan ruang terbuka hijau
  2. Menjaga daerah resapan air
  3. Membatasi ketinggian maksimal bangunan

Sanksi Pelanggaran KDB

KDB telah diatur oleh Pemerintah dan tidak dapat dilanggar. Oleh karena itu sangat penting memahami KDB dalam membangun suatu bangunan.Karena jika Pins melanggar, Pins dapat dikenakan sanksi mulai dari pemberian surat peringatan, penarikan surat izin, hingga pemberian denda dan penggusuran bangunan. 

Apa Perbedaan KDB dengan KLB?

Meski berbeda, banyak sekali orang yang menyamakan antara KDB dengan KLB. Apa sih perbedaannya?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Koefisien Dasar Bangunan (KDB) adalah perbandingan antara luas lantai dasar bangunan dengan luas lahan yang dimiliki. Sedangkan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) atau yang disebut juga dengan Floor Area Ratio (FAR) adalah perbandingan antara total luas lantai bangunan terhadap luas lahan yang dapat dibangun.

Cara Menghitung KDB

Koefisien Dasar Bangunan
(Shutterstock)

Dalam menghitung KDB, Anda perlu mengetahui jumlah KLB. Karena dalam perhitungan KDB diperlukan jumlah Koefisien Lantai Bangunan yang akan dibangun. Rumus dari KDB adalah :

 KDB = (Luas Lantai Dasar : Luas Lahan) x 100%

Misal, luas lahan yang dibangun adalah 200 m² dan berada pada lahan seluas 500 m², maka perhitungan KDBnya adalah :

(200 m² : 500 m²) x 100% = 40% Jadi diketahui hasil KDB adalah 40%. Maka luas bangunan tidak boleh lebih dari 40% luas lahan. Hasil perhitungan tadi kemudian disesuaikan dengan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) wilayah setempat agar tidak melanggar aturan yang berlaku.

Ketentuan Perhitungan KDB

Sebelum menghitung KDB, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Beberapa hal tersebut, yaitu :

  1. Perhitungan luas lantai bangunan adalah jumlah luas lantai yang diperhitungkan sampai batas dinding terluar.
  2. Luas lantai ruangan yang memiliki atap dan sisi-sisinya dibatasi oleh dinding yang tingginya lebih dari 1,2 m di atas lantai ruangan tersebut dihitung 100%.
  3. Luas lantai ruangan beratap namun terbuka atau tidak dibatasi oleh dinding lebih dari 1,2 m di atas lantai, maka dihitung 50% selama tidak melebihi proporsi 10% dari luas yang telah diperhitungkan sesuai dengan KDB yang ditetapkan.
  4. Teras yang tidak memiliki atap dan memiliki tinggi dinding tidak lebih dari 1,2 m di atas lantai, maka tidak diperhitungkan sebagai luas lantai.
  5. Perhitungan KDB luas tapak yang diperhitungkan adalah yang terdapat di belakang GSJ.
  6. Pembangunan berskala kawasan (superblock), perhitungan KDB-nya dihitung terhadap total seluruh lantai dasar bangunan dalam kawasan tersebut terhadap total keseluruhan luas kawasan.

Itulah informasi mengenai apa itu KDB, pentingnya KDB, cara perhitungan KDB, dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung KDB. Sebelum melakukan pembangunan termasuk pembangunan rumah. Pins dapat mulai merencanakan pembangunan maupun renovasi rumah dengan memperhatikan KDB dan KLB agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Pastikan Pins telah menyesuaikan KDB dengan peraturan pemerintah setempat agar dapat terhindar dari sanksi yang berlaku. 


Ingin mencari rumah idamanmu? Temukan berbagai pilihan rumah terlengkap di  Daftar Properti & iklankan properti mu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai konsultan.

Pinhome, pintar jual beli sewa properti.