Kamus Istilah Properti

Investasi

istilah properti

Investasi

Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Menurut Sadono Sukirno (1997:107), investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Sedangkan menurut Downes dan Goodman (2006), investasi keuangan adalah di mana seorang investor menanamkan uangnya dalam bentuk usaha dalam waktu tertentu dari setiap orang yang ingin memperoleh laba dari keberhasilan pekerjaannya.

Dengan kata lain, investasi dapat diartikan sebagai kegiatan menanamkan uang pada suatu perusahaan agar perusahaan tersebut dapat melakukan produksi maupun memberikan pelayanan yang lebih baik dengan harapan dapat mengoptimalkan keuntungan di masa depan.

Tujuan Investasi

Investasi dapat dilakukan oleh seseorang atau suatu badan, baik dari dalam perusahaan maupun di luar perusahaan dengan kontrak perjanjian tertentu. Secara garis besar, tujuan investasi dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Memperoleh pendapatan tetap dalam periode waktu tertentu. Hal ini bisa diberikan dalam bentuk bunga, royalti, dividen, dan sebagainya.
  2. Mengalokasikan pengeluaran khusus, misalnya untuk ekspansi perusahaan.
  3. Mengambil alih kuasa atau kontrol terhadap suatu perusahaan melalui kepemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut.
  4. Menjamin kelancaran produksi barang atau pelayanan suatu perusahaan.
  5. Menjaga hubungan antar perusahaan.
  6. Mengurangi kompetisi antar perusahaan-perusahaan yang sejenis.

Manfaat Investasi

Selain untuk meningkatkan kemampuan produksi dan pelayanan serta mengoptimalkan keuntungan, investasi memiliki banyak manfaat. Beberapa manfaat tersebut, antara lain:

1. Mengantisipasi inflasi

Inflasi merupakan situasi di mana terjadi kenaikan secara konsisten untuk nilai barang atau jasa, sehingga daya beli uang yang beredar di masyarakat menurun. Dengan berinvestasi, kita memiliki simpanan dalam bentuk aset yang dapat dijual sesuai dengan nilai yang berlaku pada saat itu sehingga dapat meminimalisasi kerugian.

2. Dapat menjadi penghasilan dalam jangka panjang

Tergantung dengan perjanjiannya, seorang investor biasanya memiliki hak terhadap keuntungan perusahaan sesuai dengan persentase kepemilikannya. Semakin banyak uang yang diinvestasikan ke perusahaan tersebut, semakin besar kepemilikan kamu, sehingga jika perusahaan tersebut untung besar, maka kamu akan mendapat dividen lebih besar juga.

3. Mempersiapkan kebutuhan untuk masa mendatang

Beberapa jenis investasi dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan tertentu di masa mendatang, misalnya asuransi pendidikan, jaminan pensiun, dan sebagainya. Inilah pentingnya melakukan investasi, agar pengeluaran dan rencana masa depan kita lebih terarah.

Jenis Investasi

Investasi memiliki berbagai jenis dan dibedakan dari beberapa hal, seperti sumber pendanaan, wujud investasinya, serta faktor-faktor yang mempengaruhi investasi tersebut.

1. Investasi berdasarkan aset

Ditilik berdasarkan asetnya, investasi memiliki 2 jenis, yaitu:

  1. Investasi Real
    Investasi yang berbentuk benda-benda nyata, misalnya gedung, tanah, mesin, dan sebagainya.
  2. Investasi Finansial
    Investasi yang berbentuk surat-surat atau dokumen klaim tidak langsung terhadap aktivitas riil yang dilakukan oleh perusahaan yang menerbitkan surat/dokumen tersebut.

2. Investasi berdasarkan faktor yang mempengaruhinya

Berdasarkan faktor-faktor eksternal, investasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Investasi Autonomus
    Investasi autonomus adalah jenis investasi yang tidak dipengaruhi oleh pendapatan seseorang dan bersifat spekulatif, misalnya pembelian surat-surat berharga.
  2. Investasi Induced
    Induced investment atau investasi induced adalah investasi yang didorong oleh meningkatnya pendapatan nasional, sehingga menaikkan permintaan barang dan jasa.

3. Investasi berdasarkan sumber pembiayaan

Jenis investasi ini dibedakan dari asal pembiayaannya dan dibagi menjadi 2, yaitu investasi dari modal asing dan investasi dari modal dalam negeri.

4. Investasi berdasarkan bentuknya

Dilihat dari bentuknya, investasi dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Investasi Portofolio
    Investasi portofolio merupakan investasi yang dilakukan di pasar modal dengan instrumen surat berharga, misalnya saham, sukuk, ORI, dan sebagainya.
  2. Investasi Langsung
    Investasi langsung mengacu kepada pengeluaran dana yang dilakukan secara langsung, seperti membangun gedung, akuisisi perusahaan, dan sebagainya.

Sumber:
Sukirno, Sadono. 1997. Makro Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo