Kamus Istilah Properti

Musyarakah Mutanaqishah

istilah properti

Musyarakah Mutanaqishah

Musyarakah mutanaqishah adalah akad kerja sama antara dua pihak (biasanya bank dan nasabah), untuk kepemilikan suatu aset atau modal yang kemudian salah satu pihak membeli bagian pihak lainnya secara bertahap.

Apa Itu Musyarakah Mutanaqishah?

Musyarakah Mutanaqishah

Apabila dilihat dari pengertiannya, akad musyarakah mutanaqishah adalah akad gabungan dari akad musyarakah (perserikatan) dan ba’i (jual beli). Akad ini berasal dari kata Musyarakah yang berarti kerja sama antar dua pihak, dan Mutanaqisah berasal dari bahasa Arab Yutanaqish yang memiliki makna mengurangi secara bertahap. 

Musyarakah mutanaqisah (MMQ) adalah akad kerja sama antara dua pihak (biasanya bank dan nasabah), untuk kepemilikan suatu aset atau modal yang kemudian salah satu pihak membeli bagian pihak lainnya secara bertahap.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan definisi musyarakah mutanaqishah adalah  produk dari pembiayaan perbankan syariah yang diterapkan berdasarkan prinsip syirkah ‘inan. Prinsip ini menjelaskan bahwa pengurangan posisi modal (hishshah) dari salah satu mitra (syarik) yaitu bank disebabkan oleh pembelian atau pengalihan komersial secara bertahap (naqlul hishshah bil ‘iwadh mutanaqisah) kepada mitra yang lain yaitu nasabah. 

Sederhananya, musyarakah mutanaqisah adalah akad bentuk kerja sama (syirkah) antara bank dengan nasabah yang secara bersama-sama menyertakan dana investasi dalam pembelian sebuah aset, seperti rumah atau apartemen dalam transaksinya. 

Penerapan akad ini biasanya dipakai pada pembiayaan proyek yang didanai oleh lembaga keuangan. Kemudian, salah satu pihak, baik itu nasabah atau lembaga keuangan lainnya, membeli secara bertahap bagian milik pihak lain dengan cara mencicil. 

Selain itu, musyarakah mutanaqishah juga diterapkan pada mudharabah yang modal pokoknya dicicil, sementara usaha tersebut berjalan terus dengan modal yang tetap. 

Ketentuan Akad Musyarakah Mutanaqisah

Ketentuan terkait akad satu ini diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 73/DSN-MUI/XI/2008. 

Menurut fatwa DSN tersebut, berikut ketentuan akad musyarakah mutanaqisah yang harus dipenuhi: 

Gabungan Kerja Sama dan Jual Beli

Akad musyarakah mutanaqishah terdiri dari akad Musyarakah atau Syirkah (kerja sama) dan Bai’ (jual-beli).

Kewajiban Mitra

Di dalam Musyarakah Mutanaqishah berlaku hukum sebagaimana yang diatur dalam Fatwa DSN No. 08/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Musyarakah, yang para mitranya memiliki hak dan kewajiban, yaitu: 

  • Memberikan modal dan kerja berdasarkan kesepakatan pada saat akad. 
  • Memperoleh keuntungan berdasarkan nisbah yang disepakati pada saat akad.
  • Menanggung kerugian sesuai proporsi modal. 

Isi Perjanjian

Dalam akad musyarakah mutanaqishah, pihak pertama atau bank, wajib berjanji untuk menjual seluruh hishshah-nya secara bertahap. 

Kemudian, pihak kedua atau nasabah memiliki kewajiban untuk membelinya. Jual beli ini dilaksanakan sesuai kesepakatan bersama.

Pelunasan 

Ketika selesai pelunasan penjualan, seluruh hishshah milik bank akan beralih kepada syarik lainnya yaitu nasabah.  

Ketentuan Khusus 

Selain ketentuan umum tersebut, akad ini juga memiliki ketentuan khusus yang harus dijalankan oleh kedua pihak, yaitu:

  • Aset Musyarakah Mutanaqisah dapat dilakukan ijarah (sewa menyewa) kepada syarik atau pihak lain.
  • Jika aset Musyarakah menjadi objek ijarah, maka syarik, yang dalam hal ini adalah nasabah dapat menyewa aset tersebut dengan nilai ujrah yang disepakati.
  • Terkait keuntungan yang diperoleh dari ujrah maka harus dibagi sesuai dengan nisbah yang telah disepakati dalam akad. Kerugian akan ditanggung berdasarkan proporsi kepemilikan. 
  • Porsi kepemilikan aset musyarakah bank yang berkurang akibat pembayaran oleh nasabah, harus jelas dan disepakati dalam akad.
  • Biaya perolehan aset Musyarakah menjadi beban bersama sedangkan biaya peralihan kepemilikan menjadi beban pembeli.

Rukun Musyarakah Mutanaqisah

Jika Pins ingin membeli aset dalam bentuk properti, baik itu baru, lama, maupun indent, jenis akad musyarakah mutanaqisah cukup populer digunakan.  

Tak hanya ketentuannya, akad ini juga memiliki rukun yang harus dipatuhi, diantaranya:

  • Masing-masing pihak baik itu bank maupun nasabah, harus berakad. Akad ini berisi bank sebagai penyedia dan penyedia modal (Shahibul Maal) dan pemilik aset yang akan disewakan (Mu’jir), sementara nasabah sebagai pemilik modal juga dapat berperan sebagai penyewa properti bersama tersebut (Mustajir).
  • Objek akad berupa aset yang akan menjadi milik bersama atau disewakan untuk memperoleh keuntungan.
  • Kedua pihak harus menyertakan modal untuk membeli aset yang akan disewakan kepada nasabah maupun pihak lainnya.
  • Adanya Ijab Qabul
  • Nisbah bagi hasil atau pembagian keuntungan akan diberikan dalam bentuk persentase bukan jumlah uang tetap.
  • Jangka waktu atau periode akad telah berakhir, terjadi suatu peristiwa cidera janji, pihak nasabah mengajukan pengakhiran akad Musyarakah Mutanaqishah
  • Saat akad berakhir, nasabah wajib mengembalikan seluruh kewajiban modal pembiayaan yang telah diberikan oleh pihak BUS/UUS/ BPRS. sementara bagi hasil porsi BUS/UUS/BPRS pada periode terakhir ketika waktu pelunasan.

Kelebihan dan Kekurangan Musyarakah Mutanaqisah

Diantara jenis akad dalam transaksi syariah lainnya, musyarakah mutanaqisah memiliki kelebihan. Berikut ini beberapa diantaranya:  

  • Adanya hak kepemilikan bagi kedua belah pihak
  • Keuntungan dari aset yang memiliki profit yang dapat dinikmati kedua belah pihak
  • Adanya kerja sama dari kedua pihak untuk menentukan harga aset apabila ingin disewakan
  • Tetap karena tidak terpengaruh suku bunga bank konvensional

Sementara untuk kekurangan musyarakah mutanaqisah adalah pembebanan seperti pajak saat transaksi serta beratnya cicilan yang akan ditanggung nasabah pada tahun pertama. 

Itulah informasi mengenai akad musyarakah mutanaqisah yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat!


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.