Kamus Istilah Properti

Pembiayaan

istilah properti

Pembiayaan

Pembiayaan adalah pendanaan untuk berbagai kebutuhan seperti pengadaan barang, aset, atau jasa tertentu yang mekanisme umumnya melibatkan tiga pihak yaitu pihak pemberi pendanaan, pihak penyedia, dan pihak yang memanfaatkan.

Apa Itu Pembiayaan?

(Kreditpedia)

Pembiayaan adalah pendanaan untuk berbagai kebutuhan seperti pengadaan barang, aset, atau jasa tertentu yang mekanisme umumnya melibatkan tiga pihak yaitu pihak pemberi pendanaan, pihak penyedia, dan pihak yang memanfaatkan.

Agar pembiayaan dapat terwujud, pihak yang terlibat harus saling menaruh kepercayaan, serta sama-sama mengetahui tujuan penggunaan dana tersebut. Selain itu, pembiayaan juga dapat terlaksana melalui sebuah perjanjian tertentu yang disepakati kedua belah pihak.

Kemudian, penerima pendanaan tersebut, wajib mengembalikan seluruh dana beserta berbagai biaya dan imbalan, ataupun skema bagi hasil kepada pemberi dana ketika jatuh tempo tiba. 

Produk pembiayaan umumnya disediakan oleh bank umum syariah, unit usaha syariah, BPRS, dan perusahaan pembiayaan. 

Namun, terdapat pula mekanisme yang hanya melibatkan dua pihak seperti pembiayaan emas di bank/BPR Syariah dan pembiayaan dengan cara jual dan sewa balik (sale and lease back).

Perbedaan Pembiayaan dan Kredit

Mungkin tak sedikit yang menduga bahwa pembiayaan dan kredit adalah dua istilah yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan, terutama pada pihak pemberi dana. 

Kredit diberikan oleh bank konvensional dengan skema bunga. Sedangkan pembiayaan diberikan oleh bank berdasarkan pada prinsip syariah alias bagi hasil terhadap keuntungan yang diharapkan. Bagi bank berdasarkan prinsip konvensional keuntungan yang diperoleh melalui bunga sedangkan bank yang berdasarkan prinsip bagi hasil berupa imbalan atau bagi hasil.

Baik kredit maupun pembiayaan akan diberikan jika terjadi persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu yang telah disepakati. 

Jenis-jenis Pembiayaan  

(Bisnis Tempo)

Pembiayaan memiliki berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan kegunaan yang diberikan. Adapun jenis pembiayaan diantaranya: 

Pembiayaan Konsumtif

Pembiayaan konsumtif adalah jenis pendanaan yang diberikan untuk kebutuhan membeli barang-barang ataupun jenis kebutuhan lainnya yang merupakan produk konsumsi bukan untuk usaha atau menghasilkan keuntungan.

Tujuannya agar dapat digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti pembelian barang-barang konsumtif seperti handphone, pembelian atau renovasi rumah, hingga barang-barang elektronik. 

Pembiayaan Produktif

Jenis pembiayaan ini diberikan kepada orang untuk memenuhi kebutuhan produksi. Artinya, tanpa adanya pembiayaan ini, maka kebutuhan tersebut tidak dapat terwujud.

Pembiayaan ini diberikan untuk berbagai tujuan, seperti meningkatkan usaha, baik usaha produksi, perdagangan maupun investasi.

Pembiayaan Perdagangan

Jenis pembiayaan selanjutnya yaitu ditujukan untuk perdagangan atau perniagaan. Dana yang diperoleh dari pembiayaan ini, akan digunakan untuk membeli barang dagangan.

Pembayaran pembiayaan diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut. Jenis pembiayaan ini hanya dapat diberikan pada pengusaha yang terjun di usaha perdagangan.

Jenis Pembiayaan Berdasarkan Jangka Waktunya

Selain itu, pembiayaan juga dapat dibedakan berdasarkan jangka waktunya atau jenis kontrak, diantaranya:

  • Pembiayaan jangka pendek (short term): jangka waktu pembiayaan dengan maksimal selama 1 tahun.
  • Proses pembiayaan jangka waktu menengah (intermediate term): minimum jangka pembiayaan adalah selama satu tahun dan maksimum jangka pembiayaan adalah tiga tahun.
  • Pembiayaan jangka panjang (long term): jangka waktu ini bisa belasan bahkan puluhan tahun, tergantung kebijakan pemberi pembiayaan dan persetujuan penerima pembiayaan. 
  • Demand loan atau call loan: jenis pembiayaan yang memungkinkan pemberi biaya dapat meminta kembali dana yang diberikannya sewaktu-waktu atau kapan saja.

Jenis Pembiayaan Berdasarkan Jaminannya

Pembiayaan juga dapat terlaksana dengan atau tanpa adanya jaminan. Tujuan jaminan adalah untuk menambahkan keyakinan bagi pemberi pembiayaan bahwa dana yang dikeluarkannya dapat kembali atau mendapatkan ganti setimpal sesuai kesepakatan.

Biasanya, jenis pembiayaan menggunakan jaminan merupakan berjangka waktu panjang.  Jika di tengah jalan peminjam mengalami kredit macet, maka pemberi pinjaman berhak atas apa yang dijaminkan.

Selain dengan jaminan, pembiayaan juga dapat terjadi tanpa jaminan. Hal ini dilihat berdasarkan risiko kredit, prospek usaha yang dijalankan, loyalitas atau pun nama baik dari calon peminjam selama ini.

Meski demikian, Pins tetap harus melampirkan sejumlah persyaratan jika ingin memperoleh pembiayaan tanpa jaminan. Misalnya, syarat gaji pokok, catatan BI checking yang baik, hingga memiliki riwayat kredit yang baik.

Bagaimana dengan Pembiayaan Properti?

(Alinea)

Pembiayaan properti dilakukan berbasis margin yang juga disebut dengan Kredit Perumahan Rumah (KPR) Syariah. 

Prinsip pembiayaan properti adalah pemberi dana (misalnya bank atau developer syariah, akan “membeli” rumah tersebut untuk Pins, dan menjualnya dengan margin tertentu. Margin ini berbanding lurus dengan tenor pembiayaan yang diinginkan. 

Misalnya, Pins membeli rumah dengan tenor 5 tahun, bank akan mengambil margin sebesar 5%. Namun, jika kita mengambil tenor 15 tahun, maka tenornya bisa naik menjadi 6-7%, sesuai dengan peraturan bank tersebut. 

Menariknya, Pins akan membayar cicilan tersebut dengan jumlah tetap, sepanjang durasi pelunasan yang disepakati.

Biasanya KPR Syariah menerapkan tenor maksimal 15 tahun. Berbeda sedikit dengan KPR konvensional yang dapat memberikan tenor lebih panjang yakni 25 tahun. 


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Linda

Editor: Achlisia