Kamus Istilah Properti

Cash Bertahap

istilah properti

Cash Bertahap

Cash bertahap adalah fasilitas pembayaran secara installment atau mencicil secara berkala. 

Apa itu Cash Bertahap?

Secara garis besar, metode pembayaran ini sebenarnya terhitung sebagai tunai, namun dilakukan secara bertahap tiap bulan dalam jangka waktu tertentu. Cash bertahap ini bisa bilang gabungan alias hybrid antara metode pembayaran tunai dan kredit.

Metode pembayaran cash bertahap ini cocok untuk Pins yang sebenarnya sudah memiliki dana besar untuk membeli rumah tetapi dalam kurun waktu tertentu. 

Biasanya, para developer memiliki skema pembayaran dengan tenor singkat, antara 6 hingga 24 bulan. 

Keuntungan Beli Rumah Secara Cash Bertahap

cash bertahap
Sumber: freepik.com

Metode pembayaran secara cash bertahap punya beberapa keuntungan yang akan Pins rasakan. Misalnya, Pins jadi bisa memiliki rumah tanpa harus terlilit hutang karena KPR. 

Selain itu, ada keuntungan lainnya yang bisa Pins dapatkan jika membeli rumah secara cash bertahap, diantaranya:

1. Solusi Bagi yang Tak Mau Kredit 

Keuntungan beli rumah dengan cash installment adalah Pins tidak perlu berlama-lama memiliki pinjaman karena sudah diselesaikan dengan waktu relatif cepat. 

Metode pembayaran ini bisa jadi solusi pembeli yang tak ingin menggunakan KPR bank. Pins juga tidak akan terlalu berat harus membayar langsung 100 persen. 

2. Cicilan Fixed Rate

Umumnya, pembayaran secara cash bertahap adalah proyek developer. Sehingga cicilan cash installment ini biasanya fixed rate alias tidak tergantung dengan suku bunga bank yang naik turun.

Jadi, Pins cukup mencicil harga rumah secara tunai sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan tanpa harus terikat bunga yang naik-turun. 

3. Diskon dari Pengembang

Saat Pins berencana membeli rumah dengan skema pembayaran cash bertahap, maka bisa dipastikan akan berkesempatan mendapat harga lebih murah.

Terlebih, saat ini ada banyak pengembang yang kerap memberikan promo berupa potongan harga bila pembeli membayar rumah secara tunai. Diskon ini pun berlaku untuk pembelian secara cash bertahap. Menarik, bukan?

4. Tak Ada Biaya Adminstrasi Lain

Keuntungan lain membeli rumah secara cash bertahap selanjutnya yaitu Pins tidak perlu repot mengurus ke bank. Pins juga tak perlu meluangkan waktu dan tenaga untuk mengurus adminitrasi. 

Ini tentu semakin menguntungkan karena Pins tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk administrasi, bunga bank, dan lainnya. 

Kekurangan Beli Rumah Secara Cash Bertahap

cash bertahap - 1
Sumber: everypixel.com

Metode pembayaran cash bertahap ternyata punya beberapa kekurangan yang harus Pins perhatikan. Berikut ini diantaranya: 

1. Harus Menyiapkan Uang Muka Lebih Besar

Karena jangka waktunya sangat singkat, maka Pins diwajibkan untuk menyerahkan uang muka yang jumlahnya cukup besar. Jumlahnya akan tergantung keputusan si pengembang.

Namun biasanya, Pins harus menyiapkan 30%-50% dari harga rumah. Untuk itulah, skema pembayaran ini hanya cocok bagi Pins yang memang sudah punya tabungan yang cukup besar.  

2. Waktu Pelunasan Sangat Singkat

Waktu pembayaran tunai bertahap sangat singkat. Jika pembiayaan secara KPR bisa hingga 25 tahun, tetapi untuk cash installment ini, biasanya hanya berlangsung selama kurang lebih 6-24 bulan. 

Hal ini tentunya membuat Pins harus menyiapkan uang dalam jumlah besar untuk membayar cicilan setiap bulannya.

Mekanisme Cash Bertahap dalam Jual-Beli Properti 

cash bertahap 2
Sumber: Freepik

Sebenarnya, membeli rumah cash bertahap sebenarnya sama dengan membeli rumah secara cash atau tunai.

Hanya saja dalam cash bertahap, pembayaran dilakukan dalam beberapa kali tahapan. Di samping itu, masa pembayarannya tidak sepanjang saat Pins membeli rumah dengan sistem KPR atau cicilan.

Adapun cara membeli rumah dengan cara cash bertahap adalah sebagai berikut: 

Membayar Booking Fee

Saat Pins telah memilih unit, maka biasanya harus membayar uang tanda jadi alias booking fee. Nantinya, pihak developer akan menyerahkan booking form atau formulir pemesanan kavling yang harus Pins tanda tangani.

Dalam booking form tersebut tertera lokasi unit yang dipesan oleh konsumen dan kesepakatan harga. Selain itu dicantumkan harga rumah dan tahapan pembayarannya. Kapan akan dibayarkan uang muka yang diikuti dengan ditandatanganinya perjanjian pengikatan jual beli (PPJB).

Menyepakati Jangka Waktu Pembayaran

Sebenarnya jangka waktu yang diperlukan untuk melunasi pembayaran dengan cara tunai bertahap yaitu sesuai kesepakatan bersama penjual. Penjual di sini dapat merupakan perseorangan atau bisa juga pengembang.

Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa jangka pembayaran tunai bertahap pasti lebih singkat jika dibandingkan dengan pembayaran dengan kredit.

Pada umumnya, jangka waktu pembayarannya mulai dari 18 bulan hingga 3 tahun.

Tahapan Pembayaran

Layaknya kredit, metode pembayaran tunai bertahap juga mewajibkan sang pembeli properti memberikan uang muka atau down payment (DP).

Besarannya sendiri tidak pasti yang maksudnya adalah sesuai dengan kesepakatan awal transaksi.

Untuk sisanya biasanya akan dibagi rata sesuai dengan jangka waktu pembayaran yang sudah disepakati di awal. Dari pembayaran ini, tidak akan ada bunga sedikitpun di dalam pembayarannya.

Penandatanganan Akta Jual Beli (AJB)

Setelah proses pembayaran dan lain-lain selesai, maka Pins akan dihadapkan dengan penandantangan AJB yang juga merupakan serah terima kepada konsumen.

Penandatanganan akta jual beli dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah kwitansi pembayaran seperti pembayaran pelunasan harga rumah, pembayaran pajak-pajak, pembayaran biaya-biaya untuk notaris atau PPAT dan biaya-biaya lainnya.

Balik Nama Sertifikat

Setelah dilakukan penandatanganan AJB langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pendaftaran balik nama di kantor pertanahan setempat. Balik nama diajukan berdasarkan akta jual beli dan pengurusan balik nama ini juga dilakukan oleh PPAT yang bersangkutan.

Dengan demikian selesai sudah pembangunan satu unit rumah sampai dengan balik nama kepada konsumen.

Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Beli Properti Secara Cash Bertahap

cash bertahap
Sumber: Freepik

Sebelum menetapkan metode pembayaran cash bertahap sebagai pilihan Pins saat membeli rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu. Apa saja? 

1. Riset Secara Menyeluruh 

Sama seperti metode pembayaran dengan tunai, Pins yang melakukan pembelian rumah dengan tunai bertahap juga harus melakukan riset menyeluruh untuk mengecek reputasi pengembang. 

Pins juga harus tahu kapan hunian Pins mulai dibangun dan kapan waktu yang ditargetkan untuk penyerahan kunci.

2. Pastikan Komunikasi dengan Developer Tetap Terjalin 

Metode pembayaran cash bertahap ini dilakukan antara pembeli dan pengembang, Pins. Jadi pastikan Pins memiliki akses langsung ke developer tersebut. 

Jangan lupa juga untuk selalu cek rekam jejak pengembang tersebut dan pastikan pengembang yang kamu pilih memiliki reputasi yang baik.

Sebelum mengeluarkan biaya, pastikan kesepakatan sudah sesuai dan menguntungkan kedua belah pihak. Cantumkan juga kesepakatan menggunakan metode pembayaran cash bertahap di dalam Perjanjian Jual Beli (PJB) yang dibuat oleh notaris.

3. Penuhi Pembayaran Booking Fee

Booking fee atau uang tanda jadi merupakan tanda kesepakatan untuk melakukan transaksi properti. 

Dengan uang tanda jadi tersebut, Pins setuju untuk berkomitmen membayar rumah dengan tunai bertahap, sedangkan pengembang berkomitmen untuk membangun rumah Pins sesuai dengan spesifikasi dan di kavling yang sudah Pins pilih. Jumlah booking fee ini tergantung oleh peraturan masing-masing pengembang ya, Pins!

4. Lakukan Kesepakatan Pra Perjanjian Jual Beli (PPJB)

Untuk menghindari risiko, kedua pihak dibantu oleh notaris untuk menandatangani PPJB yang berisi tentang peraturan metode pembayaran cash bertahap. 

Di dalam PPJB biasanya terdiri dari spesifikasi bangunan, harga beli, jumlah cicilan per bulan, waktu pembayaran, dan waktu pengerjaan rumah.

5. Buat Akta Jual Beli

Setelah melewati proses kesepakatan dan sudah melunasi pembayaran rumah, Pins dapat meningkatkan PPJB menjadi Akta Jual Beli. 

Dokumen ini akan menjadi acuan Pins untuk mengurus administratif rumah baru, seperti urusan Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Penambahan Nilai, dan sebagainya. Biasanya, pada hari terakhir melunasi cash bertahap, Pins datang bersama pengembang untuk meminta notaris membuat Akta Jual Beli.