Kamus Istilah Properti

Plafond Kredit

istilah properti

Plafond Kredit

Plafond kredit adalah besarnya pinjaman yang yang diberikan oleh bank kepada nasabah.

Apa Itu Plafond Kredit?

(housing.com)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) plafon kredit adalah batas tertinggi (biaya, kredit dan sebagainya) yang disediakan. 

Istilah plafon kredit juga ditemukan dalam sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang berarti jumlah pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah. 

Plafon kredit adalah harga rumah dikurangi jumlah uang muka yang Anda bayarkan kepada bank. Sehingga uang muka akan sangat mempengaruhi jumlah plafond pinjaman yang Anda ajukan yang pada akhirnya akan mempengaruhi cicilan angsuran pinjaman rumah setiap bulan. 

Singkatnya, plafond kredit merupakan hutang Anda ke bank. Dalam kalkulator KPR, nilai plafond pinjaman menjadi faktor utama yang harus Anda input. 

Misalnya, Pins ingin membeli rumah dengan harga Rp400 juta melalui KPR BRI dengan tenor selama 15 tahun. 

Jika uang muka yang diperlukan dalam pemberian rumah adalah 30 persen, berarti untuk DP yang harus diserahkan adalah Rp90 juta. 

Jadi, plafon kredit yang Anda peroleh dari Bank BRI adalah Rp210 juta.

Jumlah Plafon Pinjaman KPR dari Berbagai Bank 

Plafond Kredit
(Antara)

Jumlah plafon kredit masing-masing nasabah berbeda, tergantung dari bank pemberi pinjaman dan riwayat kredit nasabah itu sendiri.

Tetapi, ada juga produk KPR yang tidak membatasi jumlah plafon kredit seperti KPR Platinum dari Bank BTN. 

Sebagai gambaran, berikut ini beberapa jumlah plafon kredit KPR yang berlaku di berbagai bank:

  • Plafond kredit KPR BCA: berkisar Rp250 juta hingga Rp5 miliar dengan jangka waktu antara 1 tahun hingga 20 tahun. 
  • Plafond kredit KPR BNI: berkisar Rp100 juta hingga Rp5 miliar dengan jangka waktu hingga 25 tahun.  
  • Plafond kredit KPR Mandiri: maksimal sampai Rp15 Miliar dengan jangka waktu hingga 20 tahun.
  • Plafond kredit KPR BTN: berkisar Rp250 juta hingga Rp1,5 Miliiar dengan jangka waktu hingga 25 tahun.  

Namun, untuk diketahui plafon kredit juga ditentukan berdasarkan produk KPR yang dipilih, ya! 

Kenali Penyebab Turunnya Plafon Pinjaman

(wre.co.nz)

Ketika proses pengajuan kredit, sebagian nasabah mengalami turun plafon. Istilah ini berarti jumlah pembiayaan atau pinjaman yang dicairkan lebih kecil dari nilai yang diajukan. Hal ini akan jumlah uang muka yang harus dibayarkan ke pihak bank menjadi lebih banyak.

Turunnya plafon kredit terjadi karena beberapa hal, seperti penghasilan dan riwayat keuangan nasabah.

Selain itu, plafon kredit yang turun biasanya terjadi ketika mengajukan KPR terhadap rumah bekas atau second. Nilai jaminan yang tidak sesuai dengan kondisi rumah dapat menjadi faktor utamanya. Ini pun berakibat turunnya nilai objek ketika proses appraisal dilakukan oleh pihak bank.

Selanjutnya, terlambatnya menandatangani akad setelah keluarnya Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) juga menjadi penyebab turunnya plafon kredit. 

Surat ini biasanya dikeluarkan oleh bank jika pengajuan KPR diterima ini memiliki masa berlaku. Jadi, pastikan Pins harus akad sebelum masa berlaku itu habis. 

Jika terlambat, Pins harus mengajukan ulang ke bank. Kemungkinan terburuknya, plafon kredit bisa ikut turun.

Tips Agar Plafon Pinjaman KPR Sesuai dengan Keinginan 

Plafond Kredit
(Forbes)

Menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan pihak marketing bank menjadi salah satu cara utama agar Pins bisa mendapat nilai plafon kredit yang diinginkan.

Adapun cara agar pinjaman Anda bisa sesuai dengan plafon kredit adalah sebagai berikut:  

Riset Informasi Mengenai KPR  

Langkah utama agar proses negosiasi lancar adalah melakukan riset dan pengamatan. Pins bisa menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk KPR dari bank konvensional maupun syariah, kemudian membandingkannya. 

Riset ini meliputi harga rumah KPR, lokasi, DP atau uang muka, tenor pembayaran, dan lainnya. 

Jangan sampai cicilan KPR nantinya akan membebani keuangan. Apalagi bila sampai cicilan KPR melebihi 30 persen dari gaji sebulan. 

Sesuaikan Uang Muka

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, uang muka mempengaruhi nilai plafon kredit Anda. DP ini akan sangat mempengaruhi nilai plafond pinjaman dan cicilan per bulan. Semakin besar DP, makin kecil jumlah pinjaman yang perlu diambil.

Bank biasanya punya ketentuan DP minimum biasanya sekitar 10 persen dari harga rumah. Jadi, sebaiknya Anda menyesuaikan uang muka dengan ketentuan dari pihak bank. Kalau mau lebih tinggi pun tidak masalah justru akan menunjukan kesiapan finansial. 

Lakukan Penawaran Cicilan KPR 

Setiap bank memiliki kebijakan berbeda untuk plafond KPR dan besaran angsuran kepada calon nasabah. Hal ini akan sangat tergantung penilaian bank tentang kondisi keuangan calon nasabah. 

Dalam hal ini, Anda dapat melakukan tawar menawar dengan bank untuk memperoleh besaran cicilan dan pembiayaan KPR yang sesuai kemampuan keuangan. 

Nego Suku Bunga KPR

Jika plafond tidak bisa dinaikan, jangan ragu untuk melakukan penawaran suku bunga KPR. Bank mungkin akan mengabulkan penawaran Anda, terutama jika skor kredit Anda dalam keadaan yang baik.

Pahami mekanisme suku bunga KPR dengan baik agar permintaan Pins disetujui, ya!

Ajukan KPR ke Bank Lain 

Bank memang sangat selektif dalam menyetujui pengajuan pinjaman. Pastinya, calon nasabah yang dinilai sanggup membayar cicilan setiap bulan sehingga tidak terjadi gagal bayar atau kredit macet. 

Apabila negosiasi saat mengajukan KPR ditolak, jangan kecewa dan putus asa. Coba ajukan KPR dan negosiasi ulang di bank lain.