Pinhome

  • Blog
  • KPR / KPA
  • Kupas Tuntas Tentang Prosedur Akad Kredit yang Wajib Diketahui

KPR / KPA

Kupas Tuntas Tentang Prosedur Akad Kredit yang Wajib Diketahui

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 8 menit membaca

Bagi Pins yang ingin memiliki rumah idaman, memilih program KPR atau Kredit Pemilikan Rumah bisa menjadi salah satu solusinya. Pasalnya, KPR akan mempermudah Pins membeli rumah tanpa membayarnya secara tunai. Namun, sebelum menjalani program KPR, ketahui dulu bagaimana cara pengajuan KPR serta proses dan prosedur akad kredit yang akan dijalankan.

KPR memang memudahkan dan meringankan tetapi cara pengajuan KPR serta proses ataupun prosedur akad kreditnya cukup rumit. Dengan begitu, Pins harus jeli dan cermat ketika memilih untuk menjalani program KPR untuk memiliki rumah idaman. Sebelum mengetahui betapa pentingnya proses dan prosedur akad kredit, ketahui dulu bagaimana proses pengajuan KPR ke bank.

Rincian Proses Pengajuan KPR ke Bank

Mengetahui bagaimana proses dan prosedur akad kredit memang penting bagi Pins yang mengikuti program KPR. Namun, proses akad kredit tidak akan ada jika Pins belum mengajukan KPR dan KPR tersebut belum disetujui bank. Oleh karena itu, simak dahulu mengenai rincian proses pengajuan KPR ke Bank yang perlu Pins ketahui:

1. Menyiapkan Beberapa Pos Dana

Sebelum sampai pada proses dan prosedur akad kredit, Pins sebaiknya mengetahui dulu bagaimana proses pengajuan KPR ke bank. Ini penting untuk diulas, terlebih lagi bagi Pins yang ingin mengikuti program KPR pertama kali. Langkah awal Pins dalam mengajukan KPR ke bank yaitu menyiapkan beberapa post dana.

Pos dana tersebut yaitu biaya tanda jadi, uang muka, biaya notaris, dan biaya asuransi. Biaya tanda jadi biasanya diserahkan pada developer sebagai tanda jika Pins sudah memesan unit rumah. Uang muka diserahkan pada bank setelah proses dan prosedur akad kredit dengan bank.

Kemudian, biaya notaris wajib Pins bayarkan untuk mengikat kredit, sertifikat tanah, balik nama sertifikat tanah, dan dokumen lainnya yang berkaitan. Terakhir, siapkanlah biaya asuransi setelah KPR Pins telah disetujui oleh bank. Besaran biaya asuransi tergantung masing-masing bank, namun umumnya sekitar 1% dari nilai pinjaman.

2. Melengkapi Dokumen yang Dipersyaratkan

Pins wajib menyiapkan beberapa dokumen yang sudah ditentukan saat pengajuan KPR, seperti:

  • KTP dan Kartu Keluarga
  • Buku nikah (bagi yang sudah menikah)
  • NPWP
  • Slip gaji
  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir
  • Surat keterangan bekerja (khusus pegawai)

Adapun dokumen rumah yang perlu dipersiapkan juga adalah:

  • Sertifikat tanah (fotocopy)
  • Izin mendirikan bangunan atau IMB (fotocopy)
  • Surat tanda jadi dari pengembang

3. Menjalani Proses Appraisal

Setelah Pins menyerahkan semua dokumen yang dipersyaratkan, bank akan memeriksa dokumen tersebut sekaligus melakukan BI checking. Setelah lolos BI Checking, Pins akan mendapatkan pinjaman dari bank dan Pins akan melakukan proses appraisal. Proses ini dilewati untuk menentukan berapa harga rumah yang akan Pins beli.

proses dan prosedur akad kredit
Setelah melengkapi semua persyaratan administratif bank, Pins boleh membuat pengajuan langsung ke bank (Joshua Hoehne/Unsplash)

Namun, proses ini dilewati jika pihak developer atau pengembang tidak bekerjasama dengan bank. Dalam menjalani proses ini juga Pins wajib membayar jasa appraisal yang besarnya tergantung dari kebijakan bank.

4. Perhitungan Penawaran Bank

Pins akan diberitahu pihak bank soal biaya appraisal dan bank akan mencairkan pinjaman KPR yang diajukan. Kemudian, bank akan memberikan Surat Persetujuan Kredit dan Puns wajib memperhatikan beberapa poin di dalamnya. Misalnya, Pins wajib memperhatikan tawaran suku bunga, syarat dan ketentuan, dan detail rincian biaya KPR.

5. Persetujuan Akad Kredit

Tahapan berikutnya yaitu persetujuan kredit dari pihak bank. Kemudian, Pins wajib melengkapi beberapa dokumen yang telah dijelaskan di atas untuk digunakan sebagai akad kredit. Untuk mengurus semua persyaratan termasuk tarifnya, bank akan menunjuk notaris. Pins kemudian wajib membayarkan tarif notaris yang meliputi:

  • Jasa kepengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK)
  • Akta Jual Beli (AJB)
  • Biaya balik nama
  • Pajak
  • Cek sertifikat
  • Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)

6. Tanda Tangan Akad Kredit

Terakhir, proses yang akan Pins lalui dalam pengajuan KPR yaitu tanda tangan akad kredit. Proses ini wajib dihadiri oleh beberapa pihak, yaitu pihak pembeli, wakil dari bank, developer atau pengembang sebagai pihak penjual, dan juga notaris. Semua pihak yang terlibat dalam proses ini tidak boleh diwakilkan dan harus menunjukkan identitasnya ke notaris.

proses dan prosedur akad kredit
Tahap terakhir dalam proses transaksi properti adalah penandatanganan akad kredit (Scott Graham/Unsplash)

Baca juga: Beli Rumah dengan KPR? Pahami Dulu Proses dan Prosedur Akad Kredit dari Awal hingga Akhir

Dalam proses ini, penjual dan pembeli wajib menyerahkan dokumen yang telah ditentukan pada notaris. Kemudian, notaris akan memberikan Surat Tanda Terima Dokumen pada penjual dan bank akan mentransfer dana pinjaman yang diajukan oleh Pins ke pihak penjual. Proses ini juga disebut sebagai proses akad kredit, yang akan dijelaskan secara rinci di bawah ini:

Bagaimana Proses dan Prosedur Akad Kredit?

Setelah mengetahui bagaimana proses pengajuan KPR, kini ketahui bagaimana proses dan prosedur akad kredit. Proses akad kredit KPR ini akan terjadi setelah akta perjanjian ditandatangani oleh beberapa pihak. Beberapa pihak tersebut adalah pihak bank, pembeli, dan juga developer atau pengembang.

Setelah akta perjanjian kredit ditandatangani, maka semua kesepakatan yang ada pada dokumen akad harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang terlibat tersebut. Jadi, semua pihak tersebut, baik pembeli, pengembang, dan juga pihak bank wajib hadir dan tidak bisa diwakilkan.

Dalam proses dan prosedur akad kredit KPR, beberapa dokumen yang dipersyaratakan akan diserahkan oleh pihak pembeli dan penjual. Pengembang sebagai penjual akan menyerahkan beberapa dokumen yang berkaitan dengan rumah. Dokumen tersebut adalah sertifikat tanah, IMB, dan lain sebagainya.

Dalam proses dan prosedur akad kredit KPR, pembeli juga harus menyerahkan dokumen yang ditentukan. Dokumen tersebut yaitu KTP asli yang masih berlaku beserta fotokopiannya, NPWP, Kartu Keluarga, dan juga buku nikah. Kemudian, seluruh dokumen tersebut akan diperiksa keasliannya oleh notaris.

Jika seluruh dokumen terbukti keabsahannya, maka penjual akan menerima Surat Tanda Terima Dokumen dari notaris. Surat tersebut sebagai tanda bukti bahwa semua dokumen rumah yang dipersyaratkan sudah berpindah tangan pada pembeli. Jika semua proses akad kredit berjalan lancar, maka pihak bank akan mentransfer dana pinjaman pada pihak penjual.

Kemudian, notaris akan mengurus seluruh proses lainnya, seperti balik nama sertifikat nama, dan lain sebagainya. Surat-surat yang telah diurus oleh notaris kemudian akan diserahkan pada pihak bank untuk dijadikan sebagai jaminan kredit. Itulah proses dan prosedur akad kredit yang sebaiknya diketahui oleh Pins yang ingin mengikuti program KPR.

proses dan prosedur akad kredit
Setelah tanda tangan akad kredit selesai, Pins sudah resmi menjadi pemilik rumah (Tierra Mallorca/Unsplash)

Pentingnya Proses dan Prosedur Akad Kredit

Di atas telah dijelaskan bagaimana proses dan prosedur akad kredit KPR, lalu mengapa mengetahui proses akad kredit begitu penting? Seperti yang Pins ketahui, sebelum menjalani proses ini, Pins terlebih dahulu mengajukan KPR pada bank. Setelah pengajuan KPR Pins disetujui oleh pihak bank, maka Pins akan menjalani proses akad kredit KPR.

Mengetahui proses dan prosedur akad kredit begitu penting untuk diketahui karena ini adalah ujung dari sebuah proses pengajuan KPR. Jadi, ketika Bank menyetujui KPR, Pins akan mendapatkan offering letter atau surat penawaran. Ketika surat tersebut sudah disepakati oleh antara pihak penjual dan pembeli, maka bank akan meminta notaris untuk membuatkan akta perjanjian kredit.

Jadi, saat proses dan prosedur akad kredit harus dihadiri oleh beberapa pihak, yaitu pembeli, pihak bank, pengembang sebagai penjual, dan notaris. Semua pihak yang hadir wajib menandatangani semua kesepakatan yang ada pada dokumen akad yang sudah sah secara hukum. Kemudian, semua pihak tersebut juga wajib mematuhi akta perjanjian kredit tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi Pins untuk mengetahui proses dan prosedur akad kredit KPR. Dengan mengetahui proses akad kredit KPR, Pins akan memahami apa saja kesepakatan yang harus Pins patuhi. Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat proses akad kredit KPR, berikut ini adalah ulasannya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Proses dan Prosedur Akad Kredit

Pins perlu paham proses dan prosedur akad kredit karena Pins tidak boleh melakukan tindakan yang telah tertuang di akta perjanjian kredit. Pasalnya, jika Pins lalai ataupun tidak patuh, maka Pins akan mendapatkan sanksi. Sanksi yang didapatkan sesuai dengan yang sudah tertuang pada akta perjanjian kredit.

Misalnya, yaitu denda atau penyitaan rumah oleh bank. Oleh karena itu, penting bagi Pins untuk baca dengan teliti semua poin yang ada pada perjanjian kredit. Hindari menandatangani kertas kosong atau blanko kosong saat menjalani proses dan prosedur akad kredit.

Kemudian, lihatlah secara teliti apakah semua poinnya sesuai dengan surat penawaran yang telah disepakati. Misalnya, yaitu soal suku bunga, jumlah kredit, sistem perhitungan bunga, dan lain sebagainya. Jika ada hal yang belum jelas, Pins bisa menanyakan informasi lebih lanjut.

Pins juga memiliki hak untuk membatalkan akad kredit dalam proses dan prosedur akad kredit jika merasa persyaratannya terlalu berat. Atau, jika Pins menemui adanya kejanggalan atau inkonsistensi antara kesepakatan awal dengan apa yang ada dalam Surat Perjanjian Kredit.

Pengajuan program KPR memang cukup rumit dan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Tetapi, demi memiliki rumah impian, Pins harus rela repot sedikit dalam mengurusi KPR. Jangan lupa untuk cermat dan jeli dalam menjalani proses dan prosedur akad kredit untuk menghindari hal-hal yang kurang menguntungkan.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel