Kamus Istilah Properti

Musyarakah

istilah properti

Musyarakah

Musyarakah adalah berkolaborasinya dua pihak atau lebih untuk memiliki, membuat, atau membangun suatu aset produktif.

Apa itu musyarakah?

(Unsplash)

Dalam ranah perbankan syariah, kita kerap menemui beberapa istilah khusus. Salah satu istilah yang mungkin kamu temui adalah musyarakah.

Musyarakah adalah berkolaborasinya dua pihak ata lebih untuk memiliki, membuat, atau membangun suatu aset produktif. Kolaborasi ini diikat dalam sebuah akad. Sementara itu, pembagian risiko dan keuntungan akan ditanggung bersama sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

Jika dialihbahasakan ke Indonesia, maka kita akan mendapati bahwa musyarakah berarti penggabungan, pencampuran atau serikat. Sistem kemitraan ini dapat ditemui di masyarakat yang menjalankan hidup sehari-hari menggunakan konsep Islami. Selain itu, kita juga dapat menemui istilah ini di dunia perbankan.

Dua pihak atau lebih yang melakukan konsep kolaborasi ini (termasuk bank atau lembaga keuangan beserta nasabahnya) bisa mengumpulkan modal lalu membuat suatu perusahaan dengan landasan badan hukum. Nantinya, pihak-pihak terkait akan memiliki bagian sesuai dengan kontribusi modal yang diberikannya. Selain itu, pihak-pihak terkait akan mempunyai hak untuk mengawasi (voting right) pada perusahaan sesuai dengan porsi masing-masing.

Pada ranah perbankan, musyarakah tidak lain adalah akad kerja sama antara bank dan nasabahnya. Tujuannya untuk pembiayaan usaha dengan ketentuan yakni pembagian keuntungan dan risiko sesuai dengan kesepakatan.

Rukun musyarakah

(Unsplash)

Seperti konsep-konsep syariah yang lainnya, musyarakah juga mempunyai pilar-pilar yang menjadi rukun-rukunnya. Pilar-pilar yang dimaksud setidaknya berjumlah 4 poin, yang antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ijab kabul: Setiap kesepakatan untuk berserikat yang berbasiskan konsep ini harus menggunakan ijab kabul antara pihak-pihak terkait. Kesepakatan harus dilakukan secara sadar dan tanpa paksaan.
  • Pihak-pihak yang melangsungkan kesepakatan harus sudah memiliki kecakapan dalam pengelolaan harta.
  • Dalam melakukan kesepakatan ini, harus jelas objek akadnya. Objek akad yang dimaksud antara lain adalah modal dan pembagian pekerjaan.
  • Nisbah bagi hasil untuk keuntungan dan risiko kerugiannya juga harus dibuat secara terang. Hal ini dilakukan agar menghindari perselisihan antar pihak-pihak terkait.

Syarat-syarat

(Unsplash)

Konsep kerjasama ini juga mempunyai syarat-syarat yang perlu dipenuhi. Setidaknya ada tiga syarat yang bisa menjadi landasan untuk memberlakukan konsep kerjasama ini.

  • Keterikatan masing-masing pihak dapat diwakilkan. Namun, harus atas persetujuan pihak-pihak tersebut.
  • Pembagian keuntungan dan kerugian diketahui semua pihak yang terikat dalam perjanjian ini.
  • Keuntungan ditentukan dalam bentuk persentase, tidak dalam nom

Jenis-jenis

(Unsplash)

Secara umum, musyarakah dapat dikategorikan menjadi dua jenis. Yang pertama adalah musyarakah kepemilikan (syirkah al amlak). Dan yang kedua adalah musyarakah akad (syirkah al aqad).

Syirkah al amlak

Syirkah al amlak merupakan musyarakah yang terjadi bukan karena akad. Hal yang mendasari terjadinya musyarakah ini adalah aktivitas yang menghendaki sekumpulan orang untuk memiliki harta bersama-sama. Kita bisa menjabarkan jenis ini menjadi dua macam yakni sebagai berikut:

  • Al amlak ikhtiari: Contohnya dalam penerimaan hibah, penerimaan wasiat, dan pembelian sebuah objek tertentu dengan nama suatu kelompok.
  • Al amlak ijbari: Contohnya kematian salah satu pihak yang terikat dalam musyarakah.

Syirkah al aqad

Musyarakah ini merupakan dua pihak atau lebih yang sepakat untuk menggabungkan sebagian harta meraka untuk melakukan kegiatan usaha atau bisnis tertentu. Nantinya keuntungan dan kerugian akibat dari usaha tersebut dibagi antara pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian tersebut. Besaran dari keuntungan dan kerugian yang diterima disepakati di awal perjanjian.

Dalil

(Unsplash)

Seperti halnya konsep syariah Islami yang lainnya, konsep ini juga mempunyai dalil tertulis dalam Al Quran dan Hadits. Yang pertama adalah tertulis dalam Q.S. Ash Shad ayat 28. Bunyi dari ayat tersebut adalah, “Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagai merkea berbuat zalim kepada sebagian yang lain kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan amat sedikitlah mereka ini.”

Yang kedua tercatat dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah satunya tidak berkhianat kepada yang lainnya. Jika terjadi penghianatan, maka aku akan keluar dari mereka”.

Sementara itu, secara hukum, berserikatnya dua pihak atau lebih dalam akad musyarakah juga tertulis dalam fatwa MUI. Fatwa yang dimaksud adalah Fatwa DSN No.: 08/DSN-MUI/IV/2000. Fatwa tersebut lahir dari pertimbangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kelancaran usaha yang dilakukan oleh masyarakat. Di dalam perserikatan tersebut perlu adanya nilai kebersamaan dan keadilan.

Contoh musyarakah

(Unsplash)

Banyak aktivitas yang berlandaskan akad ini yang dilakukan dalam ranah perbankan. Beberapa contoh-contoh dari penerapan akad ini antara lain adalah sebagai berikut.

Pembiayaan modal kerja bank

Dalam kasus ini, bank akan menjadi pihak yang memberikan modal kepada suatu serikat untuk pembiayaan bisnisnya. Selanjutnya bank akan melakukan peninjauan lebih jauh terkait perkembangan bisnis agar mengetahui keuntungan yang diperoleh secara murni oleh bisnis nasabah tersebut.

Kerjasama usaha bagi hasil

Akad musyarakah juga dapat berupa penanaman modal untuk suatu bisnis dari investor. Dalam pembuatan kesepakatan tersebut, akan dipaparkan juga pembagian keuntungan yang akan diperoleh investor.

Pembiayaan KPR bank syariah

Musyarakah juga dapat berupa pembiayaan KPR dari bank syariah. Di sini, unsur musyarakah yang dilakukan adalah penggabungan modal milik bank dan nasabah untuk membeli rumah dari developer. Tiap bulan nantinya, pihak bank akan mendapatkan keuntungan dari sewa yang dibayarkan nasabah.


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!
Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.