Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Harga Bahan Bangunan Melambung Tinggi di Musim Penghujan

Finansial

Harga Bahan Bangunan Melambung Tinggi di Musim Penghujan

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Musim hujan, harga bahan bangunan semakin melambung tinggi. Apa yang harus dilakukan?

Kenaikan Harga Bahan Bangunan

Musim hujan di awal tahun ini ternyata memberi sumbangan yang cukup besar terhadap kenaikan harga bahan bangunan. Bahkan kenaikan harga bahan bangunan mencapai hampir 100% persen pada beberapa bahan bangunan yang vital. Hal ini juga diikuti dengan kenaikan permintaan terhadap pasar properti. Batu bata adalah salah satu harga bangunan yang mengalami kenaikan cukup tinggi di awal tahun ini.Harga batu bata melambung sampai angka 60% dari harga semula, pada kisaran awal harga batu bata adalah Rp 350 /batu bata tapi mengalami kenaikan hingga Rp 550/batu bata.

Selain batu bata, harga bahan bangunan lain yang mengalami peningkatan adalah harga semen, pasir, dan lain-lain yang ditengarai mengalami kenaikan lebih dari dua bulan sebelum pergantian awal tahun.

Faktor-faktor yang menyumbang kenaikan cukup signifikan pada harga bahan bangunan adalah faktor cuaca, yang sering mengakibatkan kendala transportasi menjadi macet atau terhambat. Sehingga pasokan bahan bangunan menjadi seret dan mengakibatkan harga pasar melonjak tinggi.

Seperti semen Tiga Roda yang semula memiliki harga per sak Rp 55.000 saat ini malah melonjak menjadi Rp 59.000, /sak. Tidak hanya semen, pasir juga demikian kisaran harga pasir di awal adalah Rp 120.000/pickup namun mengalami kenaikan hingga Rp 140.000/pickup. Untuk ukuran pasir per truk adalah Rp 1.500.000/truk dari harga asal Rp 1.250.000/truk. Ini disebabkan buruknya cuaca sehingga distribusi semen menjadi seret, sedangkan untuk pasir, cuaca juga menyumbang sebab kenaikan harga bahan bangunan, karena penambangan pasir menjadi sedikit tersendat.

Sedangkan pada kenaikan harga batu bata, cuaca mengakibatkan banyak sekam sebagai bahan bakar pembuatan batu bata menjadi terhambat. Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan banyak sekam yang menjadi basah dan sulit untuk digunakan sebagai bahan bakar pembuat batu bata.

Selain beberapa harga bahan bangunan di atas, cat juga mengalami kenaikan harga, misalnya cat merek Paragon yang semula memiliki harga dengan kisaran Rp 55.000/kaleng menjadi Rp 61.000/kaleng.

Mengantisipasi Kenaikan Harga

Kenaikan beberapa harga bahan bangunan tersebut dinilai cukup wajar oleh ahli ekonomi, disebabkan karena musim penghujan yang memiliki curah hujan cukup tinggi. Padahal hara bahan bangunan menyumbang 60% kisaran biaya pada produksi proyek-proyek kontruksi, sedangkan sisanya adalah biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja dan biaya administrasi serta lain-lain. Tak heran jika harga properti  di awal tahun ini pun melambung tinggi.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bangunan di awal tahun ini, para ahli menyarankan kepada konsumen yang sedang mendirikan bangunan atau pun kegiatan bangunan lainnya, misalnya renovasi, untuk membangun secara bertahap tanpa harus mengurangi jumlah bahan bangunan yang digunkaan, ini disebabkan rumah adalah aset dan hunian tinggal yang akan dipakai selamanya, sehingga pengurangan bahan bangunan di sana-sini malah dapat menyebabkan kerugian karena kualitas kekuatan bangunan akan menjadi berkurang.

Tags :

Bagikan Artikel