Kamus Istilah Properti

Dinding

istilah properti

Dinding

Dinding adalah bagian bangunan yang dipasang secara vertikal sebagai pemisah antar ruang, baik antar ruang dalam maupun ruang dalam dan ruang luar.

Apa itu Dinding?

(Alamy)

Dinding adalah bagian bangunan yang dipasang secara vertikal sebagai pemisah antar ruang, baik antar ruang dalam maupun ruang dalam dan ruang luar, menyokong atap dan langit-langit, membagi ruangan, serta melindungi terhadap cuaca. 

Dalam ilmu konstruksi, dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan melindungi suatu area. 

Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dinding adalah penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dan sebagainya (dibuat) dari papan, anyaman bambu, tembok, dan sebagainya. 

Fungsi Dinding

dinding 2
(Alamy)

Dinding merupakan elemen penting di dalam ruangan karena memiliki banyak fungsi. Berikut ini fungsi dinding dalam sebuah ruangan: 

  • Pembatas antar ruang bagian dalam, luar, samping, depan, dan belakang. 
  • Pemberi privasi dan dalam skala, warna, tekstur.
  • Pembentuk daerah fungsi (zoning) dalam bangunan. Ruang tidur, kamar mandi, dan ruang tamu dipisahkan melalui dinding. 
  • Pelindung dari pengaruh di lingkungan luar seperti sinar matahari, isolasi terhadap suhu, air hujan dan kelembaban, hembusan angin, dan gangguan dari luar lainnya. 
  • Penambah keindahan pada bangunan. 
  • Pada struktur bangunan tertentu dinding berfungsi sebagai pemikul beban (shear wall).
  • Peredam terhadap bunyi, baik dari dalam maupun dari luar
  • Penahan radiasi sinar atau zat-zat tertentu seperti pada ruang radiologi, ruang operasi, laboratorium, dan lain-lain.   

Jenis Dinding

(Alamy)

Dinding memiliki beberapa jenis yang mana dapat memberikan fungsi yang berbeda.  Secara umum, terdapat tiga jenis utama dinding, yaitu: dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas (boundary) dan dinding penahan (retaining).

Namun, secara luas dan lengkap, jenis dinding adalah sebagai berikut: 

  • Dinding Struktural adalah dinding yang konstruksinya 100 persen mengandalkan batu bata dan semen, sama sekali tidak menggunakan cor beton untuk kolom. Fungsi dinding ini untuk menopang atap. 
  • Dinding Non-Struktural adalah dinding yang tidak menopang beban, hanya sebagai pembatas. Jika dinding dirobohkan, maka bangunan akan tetap berdiri. Contoh material dinding non-struktural adalah batu bata, batako, bata ringan, kayu, dan kaca.
  • Dinding Partisi adalah dinding ringan yang memisahkan antar ruang dalam. Material pembuat dinding partisi diantaranya gypsum, fiber, tripleks, atau duplex
  • Dinding Pembatas adalah dinding yang menandakan batas lahan atau bisa disebut dinding privasi. 
  • Sebagai pembatas dinding mencakup dinding privasi, dinding penanda batas, serta dinding kota. Dinding jenis ini kadang sulit dibedakan dengan pagar. 
  • Dinding Penahan adalah dinding yang digunakan pada tanah yang berkontur dan dibutuhkan struktur tambahan untuk menahan tekanan tanah. Dinding penahan berfungsi sebagai penghadang gerakan tanah, batuan, atau air dan dapat berupa bagian eksternal ataupun internal suatu bangunan.

Memilih Bahan dan Material Dinding

Selain berdasarkan jenisnya, dinding dibedakan dengan berbagai material tertentu. Berikut ini bahan dan material dinding yang biasa digunakan: 

Dinding Batu Bata 

dinding bata
(Alamy)

Pada bangunan perumahan sederhana maupun gedung bertingkat, dinding batu bata material yang paling sering digunakan. Hal ini karena itu pemasangan batu bata memiliki nilai seni tersendiri dalam sistem pemasangannya. 

Adapun kelebihan dari dinding batu bata yaitu kuat dan tahan lama, tahan terhadap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air hujan. Sementara itu, kekurangan dinding yang terbuat dari batu bata yaitu biayanya yang tinggi dan waktu pemasangan lebih lama dibandingkan material lainnya.  

Dinding Semen 

(Alamy)

Dinding sement dibuat batako pres yang merupakan campuran semen PC dan pasir atau abu batu. Jenis dinding ini ada yang dibuat secara manual (menggunakan tangan), ada juga yang menggunakan mesin. 

Kelebihan dari dinding ini pemasangan yang lebih cepat, kedap air sehingga sangat kecil terjadinya rembesan air. 

Sementara kekurangan dinding ini harga relatif lebih mahal, mudah terjadi retak, mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.

Dinding Bata Kapur

(Alamy)

Dinding bata kapur banyak digunakan pada rumah-rumah di pedesaan, perumahan rakyat,pagar pembatas tanah, atau rumah sederhana. 

Dinding bata kapur terbuat dari campuran tanah liat dengan kapur gunung. Kelebihannya waktu pemasangan yang lebih cepat dan sedikit adukan semen-pasir.  

Dinding Bata Hebel

(Alamy)

Dinding bata hebel atau celcon adalah bahan bangunan pembentuk dinding dengan mutu yang relatif tinggi tanpa perlu diplester, cukup diaci saja karena permukaannya yang sudah rata dan permukaan batu yang lebar. 

Selain itu, dalam praktik pemasangan sedikit bahan yang terbuang percuma. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik. 

Kelebihan dari dinding bata hebel atau celcon adalah kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air, pemasangan lebih cepat dengan pemotongan yang lebih mudah dengan menggunakan gergaji, tahan api, dan mempunyai kekedapan suara yang baik.

Kekurangan yang dimiliki dinding bata hebel atau celcon yaitu harga relatif lebih mahal, tidak semua tukang pernah memasang bata jenis ini. 

Dinding Partisi

(Alamy)

Sesuai dengan namanya dinding partisi memang dikhususkan untuk sekat antar ruang. Desain sekat antara ruang satu dan yang lain, dinding ini memiliki desain konstruksi yang lebih praktis dan ringan dibanding dengan konstruksi dinding yang lain. 

Dibanding dinding lainnya, dinding partisi lebih murah dan banyak pilihan. Namun, dinding ini tidak bisa digunakan untuk dinding luar (eksterior) karena sifat bahannya yang kurang menjamin faktor keamanan dari gangguan luar. 

Dinding macam ini banyak digunakan sebagai bahan penyekat ruangan, terutama di perkantoran. 

Dinding Batako

(Alamy)

Batako adalah batu buatan yang dalam pembuatannya tidak dibakar, bahannya dari tras dan kapur, juga dengan sedikit semen. Pemakaian batako lebih hemat. Kemudian, bentuk batu batako yang bermacam-macam memungkinkan variasi-variasi yang cukup, dan jika kualitas batu batako baik, dinding batako tidak perlu diplester.  

Namun dinding batako ini juga memiliki kekurangan yaitu rapuh dan mudah pecah.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Kamu Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Kamu kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Linda

Editor: Achlisia