Pinhome

  • Blog
  • Tips Properti
  • Ingin Bangun Rumah? Simak Apa Saja Syarat Izin Mendirikan Bangunan

Tips Properti

Ingin Bangun Rumah? Simak Apa Saja Syarat Izin Mendirikan Bangunan

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 4 menit membaca

Pins, sebelum membangun rumah atau merenovasi rumah, sang pemilik properti berkewajiban untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Lalu apa saja yang menjadi syarat-syarat izin dalam mendirikan suatu bangunan? Mari kita simak artikel berikut!

Apa itu IMB? IMB adalah izin yang harus dimiliki pemohon saat akan memperbaiki, mendirikan, menambah, merenovasi ataupun mengubah suatu bangunan. Orang-orang tidak dapat dengan begitu saja bisa membangun rumah walaupun sudah memiliki tanah yang akan digunakan untuk menjadi lokasi pembangunan.

Dalam mengajukan syarat Izin Mendirikan Bangunan, Pins harus tahu bahwa terdapat beberapa jenis IMB, seperti IMB rumah tinggal, non rumah tinggal yang berlantai hingga 8 lantai, dan non rumah tinggal yang berlantai lebih dari 9 lantai.

1. Berkas-berkas yang Dibutuhkan
Pembuatan Izin Mendirikan Bangunan membutuhkan sejumlah berkas yang menjadi syarat dalam proses pembuatannya sesuai dengan aturan di daerah masing-masing. Pada umumnya, berkas-berkas yang diperlukan ialah:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi surat bukti kepemilikan tanah
  • Surat pernyataan bahwa tanah tidak dalam sengketa yang disertai dengan materai
  • 5 set Ketetapan Rencana Kota (KRK)
  • 5 set gambar rancangan arsitektur bangunan gedung oleh arsitek yang telah memiliki Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB) dan tanda tangan arsitek tersebut

2. Kriteria-kriteria Bangunan
Selain itu juga sang pemohon harus memperhatikan persyaratan untuk bangunan yang memiliki kriteria-kriteria tertentu, seperti:

  • Fotokopi Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT) bagi lahan yang memiliki luas lebih dari 5000 meter persegi atau yang dipersyaratkan.
  • 3 set rencana struktur bangunan gedung yang disertai dengan hasil penyelidikan tanah yang bertanda tangankan arsitek yang sudah memiliki IPTB.
  • Perhitungan mekanikal dan elektrikal bangunan gedung dan gambar rencana dengan disertai tanda tangan arsitek bangunan tersebut yang juga telah memiliki IPTB.
  • Surat penunjukkan penanggung jawab atas perencanaan arsitektur, struktur, mekanikal, dan elektrikal bangunan gedung dari sang pemilik bangunan beserta fotokopiannya.
  • Softcopy dari rancangan arsitektur, struktur, mekanikal, dan elektrikal bangunan gedung.

3. Biaya Retribusi
Tidak hanya berkas-berkas persyaratan yang harus disiapkan, sang pemohon juga harus memperhatikan biaya retribusi IMB ini, seperti:

  • Retribusi IMB Rumah tinggal dihitung berdasarkan Luas Bangunan dan Harga Satuan Jenis Bangunan (Rumah Besar / Sedang / Kecil)
  • Retribusi IMB dihitung dengan cara : Luas total lantai bangunan x Harga Satuan
  • Ketika Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) dari Seksi Pelayanan IMB Kecamatan sudah terbit, maka pembayaran retribusi dapat dilakukan dan pembayaran ini dilakukan di Kas Daerah Kecamatan.
  • Pemohon dapat mengambil Papan PIMB (papan kuning) setelah diperoleh Bukti Pembayaran Retribusi / Surat Tanda Setoran (STS) dari Kas Daerah di Loket Pelayanan Kecamatan.
  • Papan PIMB harus dipasang di lokasi pembangunan pada tempat yang mudah dilihat dari jalanan.

4. Jangka Waktu Penyelesaian IMB
Setelah hal-hal tersebut di atas terpenuhi, sang pemohon pun harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian IMB rumah tinggal, seperti:

  • Kepala Suku Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (Sudin P2B) Kotamadya setempat yang berhak mengeluarkan surat IMB Rumah Tinggal.
  • Penyelesaian IMB Rumah Tinggal, sesuai ketentuan dalam SK Gubernur No. 85 Tahun 2006, pasal 11 adalah 10 hari kerja.
  • Setelah IMB diterbitkan maka akan diberitahukan melalui surat kepada pemohon, kemudian dapat diambil ke Seksi Pelayanan Dinas P2B Kecamatan.

Apabila syarat-syarat dari IMB sudah dimiliki oleh sang pemohon, maka pemohon dapat segera melaksanakan pembangunan rumah. Pelaksanaan pembangunan rumah baru dapat dimulai ketika IMB sudah diterbitkan dan harus sesuai dengan IMB yang telah diterbitkan, Pins.

Namun apabila terdapat perubahan atau penambahan rencana, Pins harus melakukan pengajuan Perubahan Izin Membangun Rumah (PIMB) dan selama pelaksanaan pembangunan ini, IMB harus selalu tersedia di lokasi bangunan untuk pedoman dalam pembangunan dan pemeriksaan sewaktu-waktu dari petugas pengawasan Seksi P2B (Kecamatan).


Nah itu tadi adalah syarat-syarat dari IMB yang harus Pins penuhi apabila memiliki rencana untuk mendirikan bangunan tempat tinggal.

Baca juga: Pelajari Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan

Bagi Pins yang juga sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel