Pinhome

Tips Properti

Pahami Penggunaan Surat Jual Beli Rumah Agar Aman di Mata Hukum

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 6 menit membaca

Dalam jual beli properti termasuk rumah, dibutuhkan proses legalisasi yang melibatkan pejabat publik. Proses ini kemudian melahirkan surat jual beli rumah sebagai dokumen resmi. Keharusan membuat surat menjadi hal yang penting demi keabsahan transaksi.

Pinhome – Lebih jauh, surat jual beli rumah ini akan mengikat penjual dan pembeli di bawah naungan hukum yang berlaku. Hal ini dilakukan karena properti merupakan benda dengan nilai besar yang harus terdaftar dan diketahui negara.

surat jual beli rumah
Sebelum membeli properti, pastikan Pins memahami surat jual beli rumah dan kegunaannya (rawpixel)

Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi lembaga yang berwenang dengan urusan pendaftaran tanah dan rumah. Namun sebelumnya, ada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berhubungan langsung dengan penjual dan pembeli.

Nah, jadi bagaimana sebenarnya proses jual beli rumah itu? Dan dokumen apa saja yang perlu dibuat dan menjadi surat jual beli rumah yang sah? Berikut penjelasannya.

Mengenal Proses Jual Beli Rumah

Proses jual beli rumah tidak begitu saja sah hanya dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Dalam hal pembayaran, prosesnya memang diselesaikan antara kedua belah pihak. Namun, ada dokumen berupa surat jual beli rumah yang harus diresmikan untuk menghindari sengketa di kemudian hari.

Dalam jual beli rumah, yang dibicarakan tidak hanya rumahnya. Tetapi juga melibatkan tanah tempat rumah tersebut dibangun. Karenanya, pemeriksaan sertifikat tanah menjadi langkah krusial untuk memastikan tanah tidak dalam penggunaan lain. Selain itu, memastikan bahwa penjual tidak menunggak pembayaran PBB juga merupakan langkah yang tidak kalah penting.

surat jual beli rumah
Dalam membeli rumah, jangan sepelekan masalah legalitas kepemilikanmu! (Beatriz Pérez Moya/Unsplash)

Dengan adanya langkah-langkah ini,  pihak-pihak di luar penjual dan pembeli pun ikut terlibat. Khususnya dalam pengurusan surat jual beli rumah. Pihak-pihak tersebut di antaranya notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Surat jual beli rumah inilah yang akan menjadi keterangan legalnya transaksi yang dilakukan penjual dan pembeli. Selain itu, surat tersebut juga dapat menjadi alat bukti dalam persidangan apabila terjadi kasus yang berkaitan dengan jual beli tersebut.

Surat Jual Beli Rumah Beserta Berkas Pendukung Lainnya

Proses jual beli rumah yang melibatkan pihak-pihak legal, tentunya melahirkan surat-surat sebagai bukti kesepakatan. Di luar itu, terdapat surat-surat terdahulu yang juga penting dalam proses jual beli tersebut. Berikut surat jual beli rumah beserta berkas pendukung lain yang tidak boleh terlewatkan.

1. Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB)

SPJB merupakan dokumen perjanjian antara penjual dan pembeli rumah. Di dalamnya termuat segala ketentuan dan kesepakatan yang telah dibuat kedua belah pihak. Surat ini berguna untuk mengikat pembeli dan sebagai bukti keseriusannya.

Karena itu, surat jual beli rumah yang satu ini biasanya dibuat sebagai perjanjian awal. Kesepakatan yang telah dicapai dicantumkan ke dalam surat ini, yang pembuatannya dilakukan sebelum terjadi pelunasan oleh pembeli.

Surat ini harus memuat poin-poin perjanjian secara jelas. Beberapa yang harus diperhatikan adalah identitas rumah yang akan diperjualbelikan, identitas kedua belah pihak, serta bagian pengesahan. Jangan lupa untuk membaca ulang isi perjanjian dengan teliti sebelum menandatangani.

Sementara untuk isinya, surat jual beli rumah ini menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan transaksi. Semua poin dijelaskan dengan detail agar tidak terjadi multitafsir.

Hal-hal yang dicantumkan di antaranya adalah harga, uang tanda jadi, metode pembayaran, serta semua yang berkaitan dengan pajak dan sebagainya. Kemudian ada juga disebutkan saksi yang terlibat, cara balik nama kepemilikan, dan segala ketentuan yang mungkin terjadi.

Baca juga: Teliti Dulu Kelengkapan Dokumen Saat Transaksi Properti

2. Pengikatan Jual Beli (PJB)

Pembuatan PJB biasanya dilakukan dengan alasan belum bisa melaksanakan pembuatan AJB. Surat jual beli rumah ini merupakan surat resmi karena dibuat dengan akta notaris.

Hal ini bisa dikarenakan belum lunasnya pembayaran oleh pembeli. Surat jual beli rumah semacam ini disebut PJB belum lunas. Dalam surat ini dijabarkan mengenai uang muka serta waktu pelunasan. Tidak ketinggalan juga sanksi yang bisa dijatuhkan jika ada pihak yang melanggar kesepakatan.

Tetapi ada juga PJB lunas, yaitu yang pembayaran harga rumahnya sudah dilunasi. Hanya saja, masih ada pengurusan sertifikat atau pun pajak yang belum selesai. Sehingga pembuatan AJB belum bisa dilakukan.

Karena itu, untuk jenis yang satu ini akan dicantumkan waktu pembuatan AJB. Penjual juga bisa tidak menghadiri penandatanganan AJB karena sudah dikuasakan kepada pembeli.

3. Akta Jual Beli (AJB)

Sementara itu, AJB juga memuat segala macam kesepakatan antara penjual dan pembeli. Namun berbeda dengan SPJB, dalam AJB pihak yang terkait tidak terbatas kepada penjual dan pembeli. Tetapi juga melibatkan pihak lain untuk keperluan pengesahan.

Surat jual beli rumah yang satu ini dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan merupakan dokumen otentik. Dasar hukumnya pun jelas, yaitu Perkaban No. 8 Tahun 2012 Tentang Pendaftaran Tanah. Dengan AJB, pembeli maupun penjual menjadi terikat kepada hukum dan segala konsekuensinya.

Selain itu, surat jual beli rumah berupa AJB juga lebih menekankan perihal proses pengalihan hak alias balik nama. Karenanya, pembuatan surat ini dilakukan setelah pelunasan oleh pembeli.

Perlu diketahui oleh kedua pihak bahwa pembuatan AJB memerlukan biaya yang ditanggung bersama. Biaya ini dikeluarkan sebagai pembayaran jasa PPAT. Dan tidak hanya dalam proses pembuatan, tetapi ada juga biaya pengecekan dan balik nama.

Seberapa Penting Surat Jual Beli Rumah bagi Penjual Maupun Pembeli?

Dengan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa surat jual beli rumah merupakan unsur yang sangat penting. Surat yang dibuat pun tidak hanya satu, tetapi ada beberapa macam sesuai keadaan dalam proses jual belinya. Bahkan, hampir setiap tahap memiliki surat tersendiri untuk masing-masing kesepakatan.

Berbagai surat jual beli rumah ini menjamin sekaligus mengikat penjual dan pembeli agar sama-sama terjaga hak dan kewajibannya. Mulai dari tahap perjanjian paling awal, hingga setelah pengalihan hak alias balik nama dilakukan.

surat jual beli rumah
Kendati terkesan berbelit, kelengkapan dokumen melindungi hak dan kewajibanmu sebagai pemilik properti (rawpixel)

Selain itu, surat-surat tersebut sebagian besar dibuat di hadapan notaris atau PPAT. Pejabat ini memiliki kewenangan dalam melegalkan transaksi yang terjadi. Sehingga surat jual beli rumah tersebut juga memberikan kepastian hukum. Tidak hanya  bagi kedua belah pihak tetapi juga terhadap objek yang diperjualbelikan itu sendiri.

Bagi penjual sendiri, surat jual beli rumah merupakan jaminan atas keseriusan pembeli. Ini merupakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan pembeli mangkir dari pembayaran atau pun kesepakatan lainnya. Dan kalaupun itu terjadi, maka penjual masih bisa mengajukan tuntutan untuk mengembalikan haknya.

Sementara bagi pembeli, dengan adanya surat tersebut akan jelas baginya apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Biasanya juga terdapat kesepakatan agar penjual tidak lagi menawarkan rumah tersebut kepada orang lain. Sehingga, pembeli pun akan merasa aman dalam menyetorkan pembayarannya.

surat jual beli rumah
Jika urusan surat menyurat beres, tentu Pins lebih lega menempati rumah baru yang selama ini diidamkan (rawpixel)

Proses jual beli rumah memang membutuhkan beberapa langkah dan berbagai surat untuk mencapai legalitasnya. Pins hendaknya selalu memenuhi persyaratan dan peraturan yang berlaku agar transaksi yang dilakukan sah di mata hukum. Dan tidak kalah penting, pelajari tentang surat jual beli rumah untuk menghindari penipuan.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel