Pinhome

Tips Properti

Desain Rumah Bangunan Tahan Gempa

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Posisi Indonesia yang rawan gempa menyebabkan banyak terjadinya bencana gempa di Indonesia. Hal inilah yang semakin mendorong para arsitek untuk membuat hunian tahan gempa yang memiliki ketahanan cukup baik dan daya tanggap gempa yang mumpuni. Bagaimana konsep desain rumah bangunan yang mumpuni dan sesuai dengan keadaan kita?

Desain Rumah Bangunan Tahan Gempa

Prinsip yang akan mendukung sebuah rumah bangunan tahan dan tanggap gempa adalah prisnsip bahwa massa pada bangunan (denah) berbentuk simetris. Gaya lateral akibat gempa akan mempunyai sifat yang inersia dan akan berkaitan langsung dengan massa bangunan. Bentuk massa yang tidak simetris inilah yang nantinya akan membuat momen torsi terhadap bangunan menjadi runtuh dan luluh lantak.

Penempatan dinding-dinding penyekat serta pelubangan pada beberapa sumbu dapat diusahakan agar sedapat mungkin menjadi simetris terhadap sumbu-sumbu denah bangunan. Selain itu bidang-bidang simpang pada denah sebaiknya membentuk kotak-kotak yang sifatnya tertutup.

Pada umumnya gempa tidak saja merusak lantai dasar bangunan dan pondasi karena ternyata pondasi tertanam di bawah tanah dan tertahan di dalam sana. Namun, ketika gempa terjadi pondasi ini akan bergerak mengikuti gempa dan dinding tidak bisa untuk ditahan seluruhnya oleh tanah pada semua sisi dan bergerak serta bergetar seiring dengan terjadinya goncangan. Dinding ini pun akhirnya runtuh.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan saat membangun rumah bangunan tahan gempa adalah bahwa adanya detail peletakan dan pembuatan ring balok yang memang harus benar-benar dipasang secara akurat dan  pas. Meletakkan sengkang pada posisi yang benar dan pas akan membuat rumah tidak bocor dan akan tahan ketika gempa menggoyang. Jarak kerapatan pada sengkang yang dianjurkan oleh para ahli ini adalah sekitar 5 cm. Namun patokan yang valid adalah dengan batu dan kerikil yang pas dan tidak lolos saat terjadi peletakan.

Desain lainnya yang dianjurkan para ahli adalah bahwa rumah bangunan tahan gempa ini memiliki kekutan yang ringan namun kokoh dan kuat sehingga ketika terjadi gempa yang hebat maka rumah bangunan ini tidak akan sampai mematikan penghuni yang berada di dalam rumah.

Galian Tanah pada Rumah Bangunan Tahan Gempa

Penggalian tanah untuk rumah bangunan tahan gempa adalah dengan menggali tanah pada batas-batas tertentu sehingga dicapai kedalaman yang ideal.  Untuk galian pada rumah bangunan yang tidak bertingkat, maka diperlukan penggalian hingga mencapai kedalaman dengan level tanah keras.

Sedangkan pada rumah bangunan yang bertingkat tentu saja kedalaman galian lebih daripada rumah bangunan tanpa tingkat.

Jenis pondasi pun bermacam-macam, yaitu jenis pondasi lunak dan jenis pondasi keras. Pada kedua jenis tanah tersebut pondasi yang kuat bisa dibangun dengan ideal dan maksimal. Tanah pun tidak perlu terlalu dalam digali saat tanah berjenis keras, sedangkan untuk tanah yang lunak maka galian untuk pondasi rumah bangunan tahan gempa haruslah dalam.

Tags :

Bagikan Artikel