Desain Rumah Tahan Gempa, Kamu Harus Tahu! - Pinhome

Pinhome


Deprecated: Elementor\Scheme_Color is deprecated since version 2.8.0! Use Elementor\Core\Schemes\Color instead. in /var/www/www.pinhome.id/blog/wp-includes/functions.php on line 5412

Deprecated: Elementor\Scheme_Typography is deprecated since version 2.8.0! Use Elementor\Core\Schemes\Typography instead. in /var/www/www.pinhome.id/blog/wp-includes/functions.php on line 5412

Penting! Tips Desain Rumah Tahan Gempa

Dipublikasikan oleh Tsamira Tya Abigail ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Posisi Indonesia yang rawan gempa menyebabkan banyak terjadinya bencana gempa di Indonesia. Hal inilah yang semakin mendorong para arsitek untuk membuat bangunan tahan gempa yang memiliki ketahanan cukup baik dan daya tanggap gempa yang mumpuni.

Bagaimana konsep desain rumah tahan gempa yang mumpuni dan sesuai dengan keadaan Indonesia?

Desain Rumah Tahan Gempa

1. Denah Berbentuk Simetris

Prinsip yang akan mendukung sebuah rumah bangunan tahan dan tanggap gempa adalah prisnsip bahwa massa pada bangunan (denah) berbentuk simetris.

Gaya lateral akibat gempa akan mempunyai sifat yang inersia dan akan berkaitan langsung dengan massa bangunan. Bentuk massa yang tidak simetris inilah yang nantinya akan membuat momen torsi terhadap bangunan menjadi runtuh dan luluh lantak.

Penempatan dinding penyekat serta pelubangan pada beberapa sumbu dapat diusahakan agar sedapat mungkin menjadi simetris terhadap sumbu-sumbu denah bangunan. Selain itu bidang simpang pada denah sebaiknya membentuk kotak yang sifatnya tertutup.

Pada umumnya gempa tidak saja merusak lantai dasar bangunan dan pondasi karena ternyata pondasi tertanam di bawah tanah dan tertahan di dalam sana.

Namun, ketika gempa terjadi pondasi ini akan bergerak mengikuti gempa dan dinding tidak bisa untuk ditahan seluruhnya oleh tanah pada semua sisi dan bergerak serta bergetar seiring dengan terjadinya goncangan. Dinding ini pun akhirnya runtuh.

2. Detail Peletakan dan Ring Balok

Hal lain yang perlu kamu perhatikan saat membuat desain rumah tahan gempa adalah bahwa adanya detail peletakan dan pembuatan ring balok yang memang harus benar-benar dipasang secara akurat dan  pas.

Meletakkan sengkang pada posisi yang benar dan pas akan membuat rumah tidak bocor dan akan tahan ketika gempa. Jarak kerapatan pada sengkang yang dianjurkan oleh para ahli ini adalah sekitar 5 cm.

Namun patokan yang valid adalah dengan batu dan kerikil yang pas dan tidak lolos saat terjadi peletakan.

Desain lainnya yang dianjurkan para ahli adalah bahwa rumah bangunan tahan gempa ini memiliki kekutan yang ringan namun kokoh dan kuat. Sehingga ketika terjadi gempa hebat maka rumah ini tidak akan sampai mematikan penghuni yang berada di dalam rumah.

3. Galian Tanah pada Rumah 

Penggalian tanah untuk rumah tahan gempa adalah dengan menggali tanah pada batas-batas tertentu sehingga dicapai kedalaman yang ideal.  

Untuk galian pada rumah bangunan yang tidak bertingkat, maka diperlukan penggalian hingga mencapai kedalaman dengan level tanah keras. Sedangkan pada rumah bangunan yang bertingkat tentu saja kedalaman galian lebih daripada rumah bangunan tanpa tingkat.

Jenis pondasi pun bermacam-macam, yaitu jenis pondasi lunak dan jenis pondasi keras. Pada kedua jenis tanah tersebut pondasi yang kuat bisa dibangun dengan ideal dan maksimal.

Tanah pun tidak perlu terlalu dalam digali saat tanah berjenis keras, sedangkan untuk tanah yang lunak maka galian untuk pondasi rumah bangunan tahan gempa haruslah dalam.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel