Kamus Istilah Properti

RIKa (Rumah Instan Kayu)

istilah properti

RIKa (Rumah Instan Kayu)

RIKa (Rumah Instan Kayu) adalah sebuah hunian alternatif yang proses pengerjaannya singkat dan hampir seluruh bagiannya menggunakan material kayu.

Apa itu RIKa?

(Cipta Karya)

RIKa merupakan singkatan dari Rumah Instan Kayu. Disebut instan karena dalam proses pengerjaannya, hunian ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Waktu pengerjaan rumah maksimal hanya 30 hari. Bahkan, ada juga RIKa yang dibangun dengan durasi waktu 4 jam saja.

Pengembang dari struktur konstruksi ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tujuan pengembangan proyek ini adalah menciptakan sebuah hunian yang praktis dan punya daya tahan yang cukup lama.

Hampir semua bagian rumah ini menggunakan material kayu. Jenis kayu yang digunakan pun terbatas pada kayu yang mudah untuk dibudidayakan dan terbilang ekonomis. Hanya kayu yang dapat dipanen kurang dari 10 tahun saja yang dipakai.

Jenis-jenis kayu yang dimaksud antara lain adalah sengon, karet, dan acacia (akasia) mangium. Potongan kayu mentah dari kayu-kayu tersebut nantinya akan digunakan sebagai rangka rumah, rangka atap, kusen dan bagian-bagian lain yang memerlukan kayu model balok.

Material lain yang akan dipakai sebagai bahan bangunan adalah jenis kayu olahan. Kayu yang dimaksud dikenal dengan nama laminated veneer lumber (lvl). Laminated veneer lumber merupakan kayu fabrikasi yang terdiri atas beberapa layer tipis kayu lunak. Layer-layer tersebut kemudian direkatkan dan dilaminasi agar bisa menjadi material yang lebih solid untuk konstruksi.

Di Indonesia, pada umumnya laminated veneer lumber berbahan dasar kayu sengon. Hal ini dikarenakan pohon sengon banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Penggunaan laminated veneer lumber tersebut nantinya akan banyak dimaksimalkan sebagai dinding dari rumah RIKa.

Pengembangan proyek RIKa oleh pemerintah

(Tim Puskim PUPR)

Dilansir dari artikel milik BeritaSatu yang terbit pada tahun 2013, RIKa atau Rumah Instan Kayu merupakan proyek yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar tahun 2012. Pada saat itu, pemerintah ingin memberikan alternatif rumah yang murah kepada masyarakat, yang mudah dibangun, namun punya ketahanan yang cukup andal.

Satu tahun setelahnya, hunian ini sudah dimasyarakatkan dan diinstalasi di beberapa daerah Indonesia. Persebaran rumah ini ada di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Perkembangan RIKa tidak berhenti sampai di situ. Menurut pemberitaan Kompas.com pada tahun 2018 silam, PUPR di tahun itu mengembangkan lagi proyek RIKa untuk menjadi hunian yang tahan gempa. Proyek ini menjadi respon atas kejadian gempa di Lombok yang terjadi pada tahun yang sama.

Menurut Kepala Puslitbang Perumahan dan Pemukiman, Arief Sabaruddin, RIKa jenis baru yang diluncurkan pada 2018 bisa tahan guncangan gempa hingga 8 skala richter. Ada beberapa ukuran tipe juga yang diperkenalkan, dari tipe 27, tipe 36, tipe 52, sampai tipe 72. Arief menjelaskan bahwa ukuran rumah sebenarnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, jadi memungkinkan untuk membuat hunian instan yang ada di luar tipe yang telah disebutkan. Selain itu, ia menginformasikan juga jika PUPR telah merancang RIKa berlantai 2.

Persebaran rumah yang dikembangkan khusus untuk tahan gempa sendiri sudah dilakukan di beberapa titik. Yogyakarta, Lombok, Sumatera Barat dan Jawa Timur adalah sebagian dari lokasi yang dimaksud.

Kelebihan dan kekurangan

(Times Indonesia)

Setelah mengetahui pengertian dan perkembangannya, pada bagian ini kita akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan hunian instan ini. Selengkapnya, simak pemaparan di bawah ini.

Kelebihan

  • Pembangunan atau instalasi tidak membutuhkan waktu yang lama.
  • Bangunan bisa bertahan 20 sampai 30 tahun.
  • Lebih murah biaya pembangunannya dibandingkan rumah yang menggunakan material batu bata.
  • Dibandingkan dengan rumah dengan tembok batu, bangunan lebih aman dari guncangan gempa.
  • Bangunan bisa dipindahkan dari lokasi satu ke lokasi yang lain.
  • Dapat didirikan di berbagai jenis lahan.
  • Berat material bangunan secara keseluruhan terbilang sangat ringan.
  • Kayu punya karakter khusus yakni bisa menjadi insulator (penahan) panas dan dingin. Apabila cuaca panas, ruangan masih bisa tetap dingin. Jika cuaca dingin, ruangan masih tetap bisa hangat.
  • Dilabeli sebagai rumah yang ramah lingkungan karena menggunakan kayu yang mudah dan banyak dibudidayakan.

Kekurangan

  • Material kayu lebih rentan terbakar jika tersulut bara api.
  • Perlu untuk mencari solusi agar bangunan bisa tahan dan dijauhi oleh rayap atau serangga sejenis.
  • Harga jual kembali tidak setinggi bangunan permanen karena bangunan jenis ini belum banyak diminati masyarakat.
  • Ketika panas, kayu umumnya bereaksi memuai. Sedangkan ketika dingin akan menyusut.
  • Dinding kayu tidak sekokoh dan sesolid bangunan berdinding batu.
  • Tidak seperti dinding bata, dinding kayu bisa berjamur.
  • Sebisa mungkin hindari aliran atau genangan air. Hal ini membuat material kayu akan rentan untuk lapuk.

Catatan khusus

Apabila kamu tertarik untuk memiliki hunian seperti ini, kamu bisa meminta bantuan teknisi yang mempunyai keterampilan membuat rumah kayu. Langkah tersebut merupakan opsi alternatif disamping membeli produk RIKa yang ditawarkan oleh PUPR.

Agar RIKa yang dibuat mandiri menjadi hunian yang lebih sesuai dengan kebutuhan, kamu bisa meminta bantuan arsitek atau teknisi yang membantumu untuk membuat draft desain rumah, apabila memungkinkan. Jika positif, paparkan seperti apa kebutuhan dan preferensimu.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.