Kamus Istilah Properti

Residensial

istilah properti

Residensial

Residensial adalah bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal atau hunian.

Apa itu Residensial?

Residensial adalah salah satu properti yang cukup banyak diminati oleh banyak orang. Residensial adalah bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal atau hunian. Bangunan ini terdiri dari rumah, rumah susun, apartemen, asrama, hingga villa. Di Indonesia sendiri, properti residensial banyak diminati akibat kebutuhan tempat tinggal yang juga meningkat. Sehingga banyak sekali pelaku usaha properti yang mengembangkan berbagai pembangunan properti residensial. Selain itu, Indonesia juga memiliki lahan yang luas dan masih banyak lahan yang belum dibangun. Sehingga masih besar peluang untuk mengembangkan produk properti yang satu ini.

Properti Residensial Sebagai Kebutuhan Primer

Pixabay

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pertumbuhan penduduk terus meningkat tajam. Hal inilah yang membuat peningkatan kebutuhan tempat tinggal. Selain itu urbanisasi yang terus terjadi juga menimbulkan kebutuhan properti residensial yang tinggi pada daerah-daerah perkotaan. Sehingga properti residential menjadi kebutuhan primer yang dengan segala upaya akan berusaha dipenuhi oleh banyak orang. Tentu hal tersebut tidak dapat disalahkan karena dengan menyewa tempat tinggal, justru sebagian pengeluaran akan digunakan untuk membayarkan biaya sewa rumah. Padahal, pengeluaran yang dikeluarkan setiap bulannya bisa digunakan untuk membayar angsuran KPR jika Pins membeli rumah sendiri.

Kelebihan Investasi Properti Residensial

Pixabay

Investasi properti residensial kini diakui memiliki prospek yang cukup cerah. Kebutuhan akan tempat tinggal yang semakin tinggi dan masih cukup lahan yang dapat dibangun menjadi kawasan residential menjadikan investasi properti ini cukup menggiurkan.

Selain itu properti residensial dapat disewakan selama beberapa tahun atau jangka panjang. Berbeda dengan properti komersial yang biasanya hanya disewa bulanan, per enam bulan, atau per tahun. Kemudian dari segi jaminan pun bank atau badan keuangan lainnya dapat menggelontorkan dana hingga 80% dari nilai properti. Tentu nilai ini cukup tinggi mengingat fungsi properti residensial yang banyak dibutuhkan saat ini.

Kekurangan Investasi Properti Residensial

Jika Pins berencana melakukan investasi properti residensial, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu harga sewa. Pada properti residensial harga sewa dihitung keseluruhan bangunan atau sudah all in. Berbeda dengan properti komersial yang dihitung dari per meter persegi, bahkan dengan tambahan biaya asuransi, service charge, dan lain-lain.

Kemudian pada jika Pins akan menyewakan properti residential, Pins harus mempertimbangkan bahwa perlu adanya renovasi berkala. Karena penyewa tidak akan melakukan renovasi. Melainkan Pins sebagai pemilik popertilah yang akan melakukan renovasi tersebut.

Selain itu, pada investasi properti residensial Pins memerlukan waktu penuh untuk mengurusnya. Karena properti residensial biasanya akan diurus secara mandiri oleh pemiliknya.

Tips Investasi Properti

Pixabay

Jika tadi Pins sudah disajikan mengenai kelebihan dan kekurangan mengenai investasi properti residential, inilah saatnya Pins memahami beberapa tips saat akan melakukan investasi properti. Beberapa tips tersebut antara lain :

1. Lokasi Properti

Lokasi properti sangat menentukan nilai investasi Pins. Contohnya, properti yang berada di kota besar apalagi jika lokasi properti cukup strategis, maka dapat menambah nilai properti Pins. Hal ini tidak hanya terjadi properti residensial, namun juga pada properti komersial. Oleh karena itu, sebelum memilih properti untuk investasi, Pins perlu memikirkan lokasi properti dengan cermat.

2. Fasilitas

Hal lain yang perlu Pins perhatikan sebelum memilih properti untuk investasi adalah fasilitas. Fasilitas ini tidak hanya fasilitas umum yang terdapat di luar kawasan properti seperti transportasi umum, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan, melainkan juga fasilitas yang terdapat dalam kawasan properti. Fasilitas yang dimaksud seperti jalanan yang bagus, air yang bersih, taman, jogging track dan sebagainya. Jadi pastikan bahwa fasilitas yang dimiliki kawasan properti lengkap dan sesuai dengan kebutuhan Pins ya!

3. Pengembang

Kemudian, satu hal yang penting dan Pins harus benar-benar seleksi adalah pengembang. Karena properti tentu tidak lepas dari pengembang. Pins harus pintar-pintar dalam memilih pengembang. Pilihlah pengembang yang memiliki track record yang baik. Selain itu amati pengembang apakah pengembang profesional dan memiliki jam terbang yang tinggi. Karena jika jam terbang pengembang sudah cukup tinggi, besar kemungkinan projek yang dihasilkan pun baik.

Lihatlah setiap proyek yang dikerjakan oleh pengembang. Apakah proyek tersebut berjalan lancar dan menguntungkan. Lakukanlah riset dengan memperhatikan detail dari pengembang sebaik mungkin. Karena ketika Pins salah memilih pengembang saat ingin berinvestasi, justru hal ini akan jadi malapetaka. Berbagai kemungkinan buruk seperti proyek yang mandek atau hasil yang kurang baik bisa saja terjadi.

Itulah informasi mengenai apa itu properti residential, kelebihan dan kekurangan investasi properti residential, dan tips untuk melakukan investasi properti.


Bagi kamu yang sedang mencari rumah idaman, temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama kami di Rekan Pinhome sebagai Agen.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti