Kamus Istilah Properti

Central Business District

istilah properti

Central Business District

Central Business District adalah titik fokus kota sebagai kawasan pusat bisnis, niaga, komersial, dan rekreasi. 

Apa Itu Central Business District?

central business district
Tiket

Central Business District (CBD) di dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kawasan bisnis terpadu. Istilah ini merujuk pada titik fokus kota yang menjadi kawasan pusat bisnis, niaga, komersial, dan rekreasi. Dilihat dari namanya, bisa dibilang kalau CBD adalah pusat perekonomian sebuah kota atau bahkan negara. Bahkan, banyak negara yang menjadikan kawasan ini sebagai  ikon.

Pins akan menemukan gedung pencakar langit yang jumlahnya banyak. Dari segi jumlah penduduk, zona CBD memang memiliki populasi penduduk yang tidaklah banyak. Namun, tingkat kepadatannya cenderung lebih tinggi dari kawasan lain yang ada di kota tersebut. Hal ini karena di sinilah pusat dari berbagai aktivitas, seperti ekonomi, teknologi, pendidikan, hingga politik dapat dilakukan.  

Hampir di setiap kota besar pada suatu negara memiliki kawasan CBD. Beberapa diantaranya memiliki lebih dari satu Central Business District (CBD), terutama di Asia.  

Letak kawasan CBD biasanya berdekatan dengan pusat kota atau pusat komersial. Misalnya di Indonesia, kawasan CBD terdapat di Sudirman yang dikenal sebagai Sudirman Central Business District (SCBD). Letaknya di Sudirman, Jakarta Selatan, yang merupakan kawasan strategis dan menjadi segitiga emas di Jakarta.

Sejarah Central Business District

central business district
World Atlas

Terkenal di era modern, nyatanya pusat bisnis ini sudah ada sejak lama, lho, Pins. Melansir dari laman ThoughCo., CBD berkembang sebagai alun-alun pasar di kota-kota kuno. Pada hari di mana penjualan tiba, para petani, pedagang, dan konsumen berkumpul di pusat kota untuk melakukan transaksi. Nah, pasar kuno inilah yang jadi cikal bakal CBD.

Seiring berkembangnya pertumbuhan dan perkembangan wilayah, Central Business District ini enjadi lokasi tetap di mana ritel dan perdagangan berlangsung. CBD biasanya berada di atau dekat bagian tertua kota dan sering kali berada di dekat rute transportasi utama yang menyediakan lokasi kota , seperti sungai, rel kereta api, atau jalan raya.

Seiring berjalannya waktu, CBD berkembang menjadi pusat keuangan dan pusat pemerintah serta ruang perkantoran. Pada awal 1900-an, kota-kota di Eropa dan Amerika memiliki CBD yang terutama menampilkan inti ritel dan komersial. Pada pertengahan abad ke-20, CBD meluas hingga mencakup ruang kantor dan bisnis komersial. Pertumbuhan gedung pencakar langit terjadi di CBD pun semakin meningkat.

Ciri dan Karakteristik CBD

Detik

Untuk membedakannya dengan kawasan lain, terdapat beberapa karakteristik dari kawasan Central Business District. Ciri yang utama yaitu banyaknya gedung pencakar langit. Selain itu, berikut ini ciri dan karakteristik CBD:

  • Sebagai titik fokus kota, Central Business District, adalah area yang memiliki kemudahan terhadap aksesibilitas maupun layanannya.
  • Banyak kota besar mungkin memiliki beberapa distrik bisnis dan semuanya berfungsi dan melayani sesuatu yang berbeda.
  • Lokasi CBD sangat dipengaruhi oleh banyak faktor terutama kemudahan dalam rute transportasi utama.
  • Harga tanah dan nilai properti yang sangat tinggi karena area ini berada di bawah perusahaan real estat besar. Harganya termasuk yang tertinggi di kota karena nilai komersialnya.
  • Tarif sewa sangat tinggi karena peminatnya yang besar. 
  • Termasuk kawasan yang padat karena terdapat banyak pekerja dari banyak perusahaan di sini.
  • Bank dan lembaga keuangan sangat menonjol di bidang kawasan CBD. Hal ini karena target CBD adalah bisnis keuangan utama dan keberadaan lembaga keuangan.
  • Biasanya memiliki properti ritel dan perkantoran dalam jumlah yang signifikan.
  • Pins tidak akan menemukan industri manufaktur, pabrik, dan sejenisnya di kawasan ini.
  • Terdapat pusat perbelanjaan yang menjual produk yang bervariasi dalam satu kawasan layaknya mall.
  • Memiliki kepadatan lebih tinggi dibanding kawasan lain di kota tersebut. 
  • Mudah menemukan jalur pejalan kaki atau pedestrian sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan.
  • Jarang ditemukan pemukiman penduduk. Sebagai gantinya, terdapat apartemen atau kondominium kelas atas dan mewah 

Karakteristik lainnya dari CBD yaitu jumlah kendaraan yang besar, serta terdapatnya bisnis internasional dan kantor pusat perusahaan dari berbagai perusahaan.   

Bagian-bagian CBD

(ipapa)

Biasanya, CBD memiliki dua bagian yang akan berguna dalam pembentukan tata lingkungan dan bangunan di kawasan tersebut. Berikut ini bagian dari CBD:

The Heart of the Area atau RBD (Retail Business District)

Bagian Retail Business District di kawasan CBD biasanya didominasi dengan berbagai aktivitas yang berorientasi pada pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hotel, bioskop, hingga pusat hiburan. 

Tak hanya itu, Pins juga akan menemukan kegiatan lain seperti bidang sosial, ekonomi, politik, seperti gedung pemerintahan pada bagian ini.

The Outsider Area atau WBD (Wholesale Business District)

Wholesale Business District adalah area yang umumnya ditempati oleh bangunan yang digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam skala yang besar. Misalnya, pasar, gudang (warehouse), dan gedung penyimpan barang (storage building).

Keunggulan Central Business District (CBD)

(Freepik)

Mengingat banyak perusahaan terkenal yang berkantor di kawasan ini, maka salah satu hal positif terbesar tentang CBD adalah banyaknya orang yang dapat menemukan pekerjaan dan melakukan kegiatan bisnis secara teratur di sini.

Banyak perusahaan rintisan juga menjalankan bisnisnya di dalam ruang CBD. Di sini terdapat coworking space yang menyediakan area yang baik untuk perkantoran dan ritel di dalam kota. 

Di beberapa area metropolitan, mall dan bioskop juga berada di area CBD. Misalnya di SCBD terdapat Pacific Place yang menjadi pusat perbelanjaan, pusat hiburan, sekaligus bioskop.

Perancangan dan pembangunan kawasan CBD juga dibuat modern dan memiliki kualitas unggulan. SCBD dibangun dengan total bangunan seluas kurang lebih 2.500.000 meter persegi pada kurang lebih 45 Ha lahan. Didalamnya sudah dilengkapi dengan fasilitas unggulan seperti kabel optik, sistem PABX yang sudah terintegrasi, hingga koneksi internet dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Kawasan ini juga mendapat fasilitas tunnel bawah tanah yang menghubungkan sebagian besar bangunan dan sistem keamanan round-the-clock.  

Kekurangan Central Business District (CBD)

(Detik)

Selain kelebihannya, CBD memiliki kekurangan. Salah satunya minimnya fasilitas lansia karena kawasan ini memang diperuntukkan bagi orang-orang yang berusia produktif. Jadi, CBD bukan tempat untuk pensiunan, lansia, maupun populasi yang lebih tua.

CBD juga bukan ruang yang sangat ramah keluarga, meskipun sebagian besar orang tua kelas pekerja akan bekerja di dalam atau di sekitar CBD. Mengingat padatnya kawasan ini, CBD juga bukan kawasan yang tepat bagi anak-anak yang sedang dalam masa aktif dan senang bermain.

Terakhir, CBD juga bukan lokasi yang tepat untuk perumahan dan properti residensial karena minimnya lahan sehingga lebih cocok properti seperti apartemen, flat, dan Kondominium. 


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.