Kamus Istilah Properti

Take Over KPR

istilah properti

Take Over KPR

Take over KPR adalah usaha mengalihkan cicilan KPR dari satu kreditur ke kreditur lain.

Apa Itu Take Over KPR?

Take Over kpr
(DNA India)

Take over KPR adalah prosedur yang sah karena diawasi oleh bank dengan ketentuan berdasarkan hukum yang berlaku. Proses pengalihan Kredit Pemilikan Rumah ini berarti membeli rumah yang sedang dalam status KPR oleh pemilik sebelumnya. 

Penyebab seseorang memutuskan untuk melakukan take over biasanya karena sudah tidak sanggup lagi membayar cicilan. Bagi pihak pembeli atau penerima kredit baru, take over memiliki keuntungan karena bunga cicilan menjadi lebih kecil dan harga rumah menjadi lebih rumah. 

Pembeli juga tidak perlu membuat perjanjian Kredit Pemilikan Rumah dengan pihak bank atas properti baru. Sebaliknya, dia tinggal melanjutkan KPR yang sudah ada.  

Cara melakukan take over sendiri hampir sama dengan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah sedari awal karena melibatkan perjanjian secara resmi dalam bentuk surat perjanjian.  

Jenis-jenis Take Over KPR

Pins bisa memilih beberapa jenis take over KPR, yaitu sebagai berikut:

Take Over Jual Beli KPR

Jenis ini memungkinkan seseorang bisa mengambil alih cicilan rumah yang belum selesai atau lunas. Umumnya, orang tersebut tidak sanggup untuk melanjutkan cicilan KPR tersebut.

Ketika take over KPR jual-beli dilakukan, maka akan melibatkan tiga pihak, yaitu pemohon over kredit KPR, penjual rumah yang akan dibeli rumahnya, dan pihak bank.

Take Over KPR Antar Bank

Take over antar bank memungkinkan pemilik KPR memindahkan program Kredit Pemilikan Rumah dari satu bank ke bank lainnya. Tujuannya karena pihak bank lain menawarkan harga atau bunga yang jauh lebih rendah daripada bank di awal Pins melakukan KPR.

Dengan melakukan take over antar bank, Pins bisa mendapatkan cicilan yang jauh lebih rumah. Take over Kredit Pemilikan Rumah ini juga banyak dilakukan oleh nasabah yang ingin berpindah dari KPR bank konvensional menjadi KPR bank syariah.

Take Over KPR Bawah Tangan

Cara ini tergolong prosedur tidak resmi karena tidak melibatkan pihak bank. Pembeli akan membayar sejumlah uang kepada penjual sebagai biaya take over. Adapun sisa cicilan Kredit Pemilikan Rumah akan dibayarkan langsung. 

Pada proses ini. pihak bank tidak mengetahui bahwa rumah tersebut sudah berpindah tangan. Dari pengertian ini, tindakan take over Kredit Pemilikan Rumah bawah tangan memiliki risiko yang tinggi, seperti:

  • Penjual akan bertanggung jawab terhadap gagalnya cicilan jika pembeli gagal membayar cicilan, maka penjual masih bertanggung terhadap gagalnya cicilan tersebut
  • Berpotensi kecurangan di mana penjual bisa saja mengoverkreditkan rumah ke beberapa pembeli.
  • Penjual bisa saja mengambil sertifikat di bank tanpa sepengetahuan pembeli jika melunasinya. 
  • Sertifikat rumah nantinya masih atas nama penjual. Bank biasanya tidak akan semudah itu menyerahkan bukti sertifikat kepemilikan rumah kepada seseorang yang namanya tidak tertera pada sertifikat tersebut.

Biaya Take Over yang Dibutuhkan

(Mozo)

Ada biaya yang harus dikeluarkan ketika Pins akan melakukan over Kredit Pemilikan Rumah. Setidaknya, komponen biaya yang akan dikeluarkan saat akan melakukan take over adalah sebagai berikut:

  • Nilai jual rumah
  • Besaran saldo utang pokok
  • Sisa cicilan kredit yang harus dibayar
  • Biaya proses pemindahan KPR. Umumnya, bank lama sudah menentukan nominal dalam perjanjian kredit. 
  • Biaya penalti bagi Pins yang melunasi KPR sebelum waktunya. Besarannya di kisaran 2-3 persen dari pokok cicilan.
  • Komponen biaya lain seperti penilaian rumah (appraisal), biaya notaris, asuransi, dan sebagainya sesuai ketentuan bank. 

Pastikan Pins sudah memahaminya sebelum membeli atau menjual rumah secara take over, ya!

Cara Mengajukan Take Over KPR

(Freepik)

Tertarik mengajukan take over Kredit Pemilikan Rumah, Pins? Berikut ini persyaratan dan cara yang bisa dilakukan:

Tentukan Bank

Jika Pins memutuskan untuk melakukan take over yang dilakukan, maka langkah yang pertama adalah menentukan bank yang menerima pinjaman take over. Pilihlah bank yang dikenal bersiap menangani take over KPR dengan kualitas terbaik. Pahami syarat dan ketentuannya karena bank memiliki perbedaan. 

Persiapkan Dokumen

Ada dua jenis dokumen yang menjadi syarat take over Kredit Pemilikan Rumah, yaitu dokumen pribadi dan dokumen rumah.

Dokumen Penerima Kredit Baru

Dokumen ini merupakan legalitas dari pihak yang pemohon untuk over kredit KPR, dengan rincian sebagai berikut:

  • KTP Pembeli dan Penjual
  • KTP Pasangan masing-masing
  • NPWP 
  • Kartu Keluarga
  • Akta Nikah
  • Surat keterangan kerja bagi penerima kredit baru
  • Slip gaji 3 bulan terakhir bagi penerima kredit baru
  • Rekening Gaji 3 bulan terakhir bagi penerima kredit baru

Dokumen Rumah

Selain itu, pemilik kredit lama (penjual) juga harus menyiapkan dokumen rumah yang akan dialihkan kepemilikan dan kreditnya, yaitu:

  • Foto copy sertifikat rumah
  • Foto copy IMB
  • Foto copy Akad pembiayaan
  • Lampiran Outstanding (sisa pinjaman Kredit Pemilikan Rumah)

Buat Akta Pengikatan Jual-Beli 

Saat proses take over dilakukan, Pins harus membuat Akta Pengikatan Jual-Beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan dengan pihak penjual. Sertakan juga Surat Kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat. 

Pihak penjual juga harus membuat surat pemberitahuan kepada bank mengenai peralihan hak atas tanah dan bangunan ini. Jadi, walaupun nantinya angsuran dan sertifikat masih atas nama penjual, tetapi karena haknya sudah beralih, maka penjual tidak berhak lagi untuk melunasi maupun mengambil sertifikat asli yang terkait bank.

Selanjutnya, sebagai pembeli Pins harus melanjutkan cicilan tepat waktu. Pastikan supaya tidak ada tunggakan cicilan supaya tidak mengganggu keuanganmu, ya!


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.