Kamus Istilah Properti

Walk through

istilah properti

Walk through

Walk through dapat diartikan sebagai pendampingan. Di sektor properti, istilah ini digunakan pada kondisi saat klien atau konsumen diajak untuk melihat sebuah hunian dengan agen properti. Selain itu, walk through juga bisa digunakan sebagai istilah pendampingan untuk transaksi properti dari awal hingga akhir oleh agen properti.

Fungsi Walk through

(Gettyimage)

Walk through atau pendampingan mempunyai peran penting, apalagi di dalam transaksi properti. Hal ini mengacu pada aktivitas menjelaskan, mengajak, mengarahkan dan mempengaruhi seorang klien agar membeli sebuah properti. 

Perusahaan yang berkutat di bidang produk dan jasa akan mengaplikasikan walk through kepada klien. Sederhananya, seorang pedagang online shop di marketplace akan dengan senang hati untuk terus meladeni dan menjawab pertanyaan dari konsumen yang masuk. Hal ini sebagai upaya untuk tetap menjaga komunikasi agar konsumen nyaman, paling tidak citra bisnis kamu tidak buruk di depan konsumen.

Nah terkait dengan hal tersebut, berikut ini fungsi pendampingan dalam jual beli properti,

Media informasi untuk klien 

Pendampingan bisa menjadi media informasi untuk klien. Bagaimana bisa ya? Hal ini karena selama proses pendampingan akan terjadi komunikasi antara agen properti dengan klien. Di sini para calon pembeli bisa bertanya apapun terkait dengan unit properti yang dijual, transaksi pembayaran hingga fasilitas yang berkaitan dengan properti tersebut.

Sarana sales dan marketing

Beberapa klien mungkin masih merasa belum yakin atau ragu untuk membeli properti. Mereka juga biasanya akan menghadapi fase menimbang-nimbang unit yang ditawarkan oleh agen properti. Maka dari itu, pendampingan bisa menjadi sarana sales dan marketing. Agen properti bisa fokus memberikan informasi kelebihan properti tersebut. Hal ini akan menjadi info yang akan disukai oleh pembeli. Ketika mereka sudah terpengaruh dengan hal positif tersebut, maka bisa jadi klien akan langsung deal dengan unit yang ditawarkan.

Media untuk networking

Selain sebagai sarana untuk mempromosikan sebuah unit, fase pendampingan bisa menjadi media untuk networking. Artinya bisa saja relasi seorang agen properti dan klien akan berlanjut di kemudian hari sebagai rekan kerja atau rekan profesional. Misalnya saja ketika di kemudian hari si klien ingin mencari rumah lain, maka klien bisa menghubungi agen properti tersebut.

Keuntungan proses pendampingan

(Alamy)

Proses pendampingan mempunyai beberapa keuntungan di antaranya adalah sebagai berikut,

  • Memberikan celah bagi perusahaan properti atau agen properti untuk mempengaruhi klien agar segera melakukan transaksi. Dengan kata lain hal ini menjadi strategi marketing yang ampuh, karena relasi yang terjadi dibangun secara personal antar kedua belah pihak.
  • Proses walk through bisa menjadi momentum untuk mempelajari kebutuhan dan keinginan klien. Pihak agen properti bisa mengumpulkan insight berharga untuk mempertemukan klien dengan unit properti idaman mereka.
  • Proses pendampingan menjadi media latihan bagi agen properti berkomunikasi dengan klien. Apabila seseorang masih baru dalam dunia properti, maka ini adalah sarana yang tepat untuk melatih kemampuan komunikasi mereka.

Kerugian jika proses pendampingan tidak diterapkan pada klien properti

Di lain sisi, ada kerugian yang akan timbul apabila fase walk through ini tidak dilakukan. Di antaranya adalah sebagai berikut, 

  • Seorang agen properti tidak bisa mendapatkan perspektif klien. Agen properti akan kesulitan untuk mencari tahu apa keinginan dan kemauan dari klien tersebut.
  • Agen properti akan kehilangan kesempatan untuk mengasah kemampuan negosiasi dan juga komunikasi dengan klien.
  • Agen properti pun akan kehilangan kesempatan mendapatkan pembeli yang bisa close deal. 

Cara melakukan walk through yang efektif dan efisien

Proses walk through pada dasarnya membutuhkan kemampuan komunikasi dan negosiasi yang bagus. Untuk memastikan proses walk through atau pendampingan berjalan lancar, maka seorang agen properti harus memperhatikan beberapa hal.

Jadilah Good Listener

Pastikan kamu memahami bahwa fungsi dari sesi walk through adalah untuk menggali informasi dan insight dari klien. Kamu sebagai agen properti harus bisa memahami apa keinginan klien dalam memilih properti. Informasi yang terkumpul bisa dijadikan bahan untuk menganalisis demand klien. Setelah itu kamu bisa dengan mudah memberikan referensi unit properti yang mereka inginkan.

Hindari Hard Selling

Tanamkan di pikiran kamu bahwa walk through bukan hanya soal jual properti kepada klien. Aktivitas ini menjadi media konsultasi bagi para klien dengan agen properti. Mereka tidak akan serta merta membeli properti apabila cara kamu terlalu mendorong dan memaksa. Klien memerlukan waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan banyak hal. Maka dari itu jadilah “sahabat” mereka selama proses walk through.

Gunakan cara komunikasi yang ramah dan tetap profesional

Walaupun seorang agen properti harus menjadi “sahabat” bagi klien saat menawarkan properti, namun bahasa yang digunakan harus tetap sopan. Pakailah bahasa yang ramah dan profesional supaya proses komunikasi yang terjadi tetap aman dan tidak menyakiti pihak manapun. Di sini seorang agen properti mempertaruhkan harga diri dan juga profesionalitasnya dalam menjual properti. Maka dari itu tetap hargai privasi dan juga personal space klien saat berkomunikasi.

Pahami privasi klien 

Melanjutkan pembahasan sebelumnya terkait gaya komunikasi profesional, seorang agen properti harus memahami privasi klien. Artinya seorang agen tidak boleh membahas hal-hal yang berkaitan dengan privasi seperti status pernikahan, agama, jumlah anak dan lain-lain. Seorang agen properti hanya boleh menanyakan hal tersebut apabila si klien melontarkan pertanyaan yang mengacu pada hal tersebut.