Kamus Istilah Properti

Refinancing

istilah properti

Refinancing

Refinancing adalah metode pembiayaan yang bertujuan untuk melunasi pinjaman yang sedang berjalan dengan membuat pinjaman baru.

Konsep dari refinancing ini sesuai dengan terjemahan harfiahnya ke dalam Bahasa Indonesia, Pins, yaitu pendanaan kembali. Jadi jika Pins mengajukan refinancing, berarti Pins mengajukan pendanaan untuk melunasi pinjaman Pins saat ini dengan pinjaman baru yang bunganya lebih rendah.

Manfaat Refinancing

Refinancing ini bukan sekadar gali lubang tutup lubang. Ternyata ada banyak manfaat yang bisa Pins dapatkan dari metode pembiayaan ini.

1. Terhindar dari catatan hitam Bank Indonesia

Ini adalah salah satu alasan Pins menggunakan refinancing. Jika Pins berada dalam situasi tertentu dan belum bisa membayar pinjaman, maka rekor kredit Pins yang dicatat oleh Bank Indonesia akan menurun atau bahkan masuk ke dalam catatan hitam Bank Indonesia. Kalau sudah begini, Pins akan kesulitan mengajukan KPR maupun pinjaman lainnya.

2. Mengubah syarat dan ketentuan pinjaman

Refinancing tidak melulu soal tak bisa melunasi pinjaman. Ada juga yang memilih untuk melunasi pinjaman lama dan membuat yang baru jika ingin melunasi pinjaman lebih awal. Seperti yang kita tahu, beberapa pinjaman, seperti KPR, memiliki minimum tenor. Jika Pins ingin melunasi pinjaman lebih awal dari tenor yang sudah disepakati, maka Pins akan dikenakan denda. Nah, dengan refinancing, Pins dapat mengatur ulang hal tersebut – baik mempercepat maupun memperpanjang tenor.

3. Mendapatkan dana tambahan

Di beberapa situasi, Pins dapat menggunakan refinancing untuk mendapatkan dana tambahan. Misalnya setelah KPR jalan selama 10 tahun, Pins berencana untuk melakukan renovasi. Pins bisa mengajukan refinancing dengan jumlah yang sedikit lebih besar untuk melunasi sisa KPR sekaligus mendapatkan dana untuk melakukan renovasi tersebut.

4. Mengubah jenis pinjaman

Selain memodifikasi syarat dan ketentuan pinjaman, Pins juga bisa mengubah jenis pinjaman. Misalnya, jika Pins memiliki KPR konvensional dan merasa suku bunga floating rate terlalu tinggi, Pins bisa mencoba mengajukan refinancing untuk mengubahnya menjadi cicilan dengan bunga fixed rate. Tentu hal ini tergantung syarat dan ketentuan bank serta program refinancing yang mereka miliki.

5. Mengurangi pembayaran bulanan

Senada dengan manfaat-manfaat di atas, Pins dapat mengajukan refinancing dengan tujuan strategis tertentu. Misalnya Pins bisa mendapatkan bantuan refinancing dengan tenor lebih longgar dengan bunga tetap, tentu ini akan dapat mengurangi pembayaran bulananmu secara signifikan.

Indikasi Waktunya Mengajukan Refinancing

(ZFG Mortgage)

Refinancing memang bukan solusi paling optimal dalam menyelesaikan masalah. Namun, ada beberapa indikasi yang bisa menunjukkan kamu sebenarnya sudah harus mengajukan refinancing; antara lain:

1. Hanya bisa membayar cicilan minimum kartu kredit selama setahun terakhir

Kartu kredit ini sebenarnya bisa menjadi alat bantu keuangan yang paling efektif, Pins. Tapi jika karena satu dan lain hal Pins hanya bisa membayar cicilan minimum kartu kredit, maka sudah saatnya Pins mengevaluasi pengeluaran tersebut. Idealnya, Pins harus bisa membayar sesuai dengan jumlah tagihan kartu kredit. Membayar cicilan minimum saja malah akan membuat pinjaman Pins tak kunjung selesai dan malah semakin tekor dengan membayar bunga yang nilainya cenderung terus naik secara periodik.

2. Bentuk peringatan tagihan sudah mulai mengganggu semua jalur komunikasi

Apakah sekarang Pins memiliki pinjaman yang sedang berjalan? Apakah Pins sudah mulai “diteror” oleh debt collector melalui telepon, SMS, email, dan bahkan datang langsung ke rumah atau kantor? Jika ini yang terjadi, maka cobalah mengajukan refinancing!

Dalam regulasinya, seseorang yang memberikan pinjaman belum tentu langsung mengirim debt collector untuk menagih hutang, Pins. Jika sampai peringatan tagihan pinjaman sudah dalam tahap mengganggu, berarti ada satu (atau lebih) pinjaman yang belum dilunasi. Daripada terus-terusan tertekan, mending Pins mengajukan refinancing untuk melunasi pinjaman-pinjaman tersebut.

3. Total pinjaman atau tagihan kartu kredit melebihi 5 bulan pendapatan

Bagian ini sudah masuk ke dalam “gawat darurat” dalam hal pinjam-meminjam uang. Pasalnya, jika sampai jumlah tagihan Pins sudah membengkak seperti ini, Pins hampir tidak mungkin untuk melunasi pinjaman tersebut dalam waktu dekat.

Selain itu, jumlah pinjaman sebanyak ini tentu tidak sehat secara cash flow. Dengan jumlah tagihan sebanyak itu, Pins tidak punya ruang gerak untuk meningkatkan kesejahteraan Pins sendiri. Refinancing dapat membantu menyelesaikan masalah ini.