Kamus Istilah Properti

Occupancy Rate

istilah properti

Occupancy Rate

Occupancy rate adalah jumlah persentase ruang yang disewa atau digunakan dengan total ruang yang tersedia.

Apa Itu Occupancy Rate?

Occupancy Rate
(Pixabay)

Istilah occupancy rate digunakan di rumah sakit, panti jompo, rumah susun, maupun hotel. Occupancy rate atau tingkat hunian menunjukan angka persentase antara jumlah kamar atau ruang yang digunakan dengan jumlah seluruh ruang pada keseluruhan bangunan. 

Tingkat hunian juga dapat diterapkan pada bangunan tempat tinggal terutama apartemen. Okupansi sebuah apartemen tergantung pada jumlah unit yang disediakan. Sederhananya, angka okupansi mengacu pada jumlah unit sewa yang ditempati pada waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah total unit sewa yang tersedia pada saat itu.

Sementara setiap unit pun memiliki tingkat kepadatan yang berbeda-beda. Sebuah apartemen dengan ukuran studio, satu ruang tidur dan dua kamar tidur akan berbeda pula.

Selanjutnya okupansi sebuah rumah sakit juga perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kenyamanan para pasien. Sebuah bangsal di rumah sakit pun akan berbeda-beda kapasitasnya tergantung kelas kamar rumah sakit.

Angka ini menjadi salah satu penilaian paling populer di industri perhotelan yang menunjukan berapa banyak ruang yang tersedia di hotel dan berapa total kamar yang benar-benar digunakan.

Misalnya, sebuah hotel memiliki 100 kamar yang tersedia untuk dijual dan 100 kamar tersebut ditempati, maka angka occupancy rate adalah 100 persen. 

Jika hotel yang sama memiliki 60 kamar yang ditempati, tingkat hunian akan menjadi 60 persen. Sebaliknya, tingkat kekosongan adalah jumlah unit di gedung yang tidak disewakan dibandingkan dengan jumlah unit di gedung.

Tujuan Menghitung Occupancy Rate 

Occupancy Rate
(Pixabay)

Data occupancy ini biasanya digunakan untuk melihat kompetitor dan strategi sales marketing dalam menjual kamar di sebuah hotel. Selain itu, ada beberapa tujuan menghitung persentase ini, antara lain:

Menghindari Kepadatan Ruang 

Mengatur jumlah tingkat hunian dapat menghindari kepadatan ruang. Kemudian, angka ini juga dapat memeriksa tren pertumbuhan dan permintaan fasilitas pada sebuah hotel, rumah sakit, apartemen, dan bangunan lainnya. 

Sehingga ruang digunakan secara efisien dan menghindari adanya antrian dalam menerima tamu pada waktu berikutnya. 

Ruang Gerak Lebih Nyaman 

Ruang gerak menjadi faktor penting dalam sebuah atau hunian. Inilah alasannya mengapa di kantor, rumah sakit, rumah tinggal selalu ada akses jalan. 

Hal ini karena untuk memberikan kemudahan bagi para penghuni untuk beraktivitas di dalam ruangan.

Menilai Kinerja Sebuah Properti

Occupancy rate digunakan pelaku industri perhotelan untuk menilai kinerja suatu hotel. Angka ini digunakan sebagai metrik, ini berkaitan dengan persentase hotel yang ditempati dan dapat digunakan bersama KPI lainnya, seperti ADR (tarif harian rata-rata) dan RevPAR (pendapatan per kamar yang tersedia) sebagai bagian dari strategi manajemen pendapatan .

Dalam beberapa kasus, tingkat hunian yang rendah menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pusat perbelanjaan, seperti lokasinya atau fasilitas yang tersedia. 

Menentukan Investor untuk Berinvestasi 

Seorang investor akan membeli atau berinvestasi pada properti dengan tingkat hunian yang tinggi. Sebab, kalau mereka berinvestasi pada angka occupancy rate yang relatif rendah, maka mereka harus mencari penyewa tambahan. Padahal di sisi lain, mereka tetap harus membayar biaya pemeliharaan dan pajak properti. 

Untuk itulah, kompleks apartemen, mal, dan fasilitas lainnya dengan tingkat hunian rendah seringkali dijual dengan harga yang lebih rendah daripada properti serupa dengan occupancy rate yang tinggi. 

Salah Satu Faktor Penentu Kesehatan Keuangan Daerah 

Berapa tingkat hunian properti yang disewakan, ternyata dapat menunjukkan sesuatu tentang kesehatan keuangan daerah tersebut. 

Misalnya, jika seorang investor berpikir untuk membeli restoran, mereka mungkin mencoba mencari tahu tingkat hunian hotel terdekat, karena angka tersebut memengaruhi kumpulan calon pengunjung.

Cara Menghitung Occupancy Rate 

Occupancy Rate
(Pixabay)

Apapun jenis bangunannya, baik itu hotel, tempat tidur di rumah sakit, hingga panti jompo, memiliki rumus yang sama dalam menghitung tingkat hunian. 

Cara menghitungnya sebenarnya cukup mudah. Pins hanya perlu membagi kamar yang telah tersewa dengan kamar yang ada dikalikan 100 persen. Satuannya adalah persentase.

Berikut ini rumusnya:

Occupancy Rate = Jumlah Kamar yang Dihuni / Jumlah Total Kamar yang Tersedia x 100

Misalnya, Pins memiliki hotel dengan total kamar 500 kamar. Kemudian kamar telah terisi sebanyak 410.

Maka occupancy rate hotel tersebut yaitu: 410/500 x 100 = 82 persen.

Jika angka occupancy rate kamar hotel tersebut lebih rendah, maka pihak hotel biasanya akan menentukan sejumlah strategi agar kamar lain bisa kembali terisi. Misalnya dengan menurunkan tarif kamar, menambah gimmick seperti sarapan gratis, hingga promosi melalui media sosial. 

Itulah informasi yang bisa disampaikan mengenai occupancy rate. Di masa pandemi seperti saat ini, okupansi di setiap bisnis sewa properti diturunkan. Hal ini untuk mengurangi persebaran penyakit yang bisa terjadi dengan cepat di ruangan yang over capacity. 


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.