Kamus Istilah Properti

Kolam Retensi

istilah properti

Kolam Retensi

Kolam retensi adalah kolam penampung air hujan sementara. Sebagian air yang tertampung dalam kolam tersebut akan meresap ke dalam tanah.

Apa itu kolam retensi?

(Kreasi Prima Land)

Banjir merupakan salah satu problem yang dihadapi oleh masyarakat. Ketika air sungai meluap ataupun curah hujan terlalu tinggi dan tidak dapat diserap baik oleh tanah, maka hal ini akan mengganggu banyak aktivitas penduduk yang terdampak oleh kondisi tersebut.

Ada beberapa solusi untuk menanggulangi banjir yang bisa diaplikasikan pada area aktivitas masyarakat atau area vital dari titik banjir. Salah satu solusi yang dimaksud adalah dengan membangun sebuah konstruksi yang biasa disebut dengan kolam retensi.

Kolam retensi adalah kolam penampung air hujan sementara. Nantinya, sebagian air yang tertampung dalam kolam tersebut akan meresap ke dalam tanah. Sebagian air yang lain dapat dialirkan kembali ke aliran sungai terdekat melalui saluran yang disambungkan oleh pintu air. Kolam ini biasanya juga dilengkapi dengan pompa air untuk menyerap beberapa genangan air ataupun mendistribusikannya ke saluran tertentu untuk menanggulangi banjir.

Dengan adanya konstruksi kolam penampung sementara ini, volume air dari banjir dapat dipangkas. Hal ini akan sangat berguna terutama ketika kondisi banjir berada di titik puncaknya. Jadi, luapan air sungai dapat dikurangi. Begitu juga dengan kasus kelebihan volume pada tanggul penampung air banjir.

Fungsi keberadaan kolam retensi

(Bisnis)

Manfaat utama dari dibangunnya konstruksi ini tidak lain adalah sebagai penampung air hujan dan sekaligus pengendali banjir. Akan tetapi, kolam retensi juga memiliki beberapa fungsi lain. Fungsi yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Menjadi lokasi pariwisata air. Adanya tempat ini dapat memutar roda perekonomian masyarakat setempat.
  • Difungsikan sebagai lahan untuk menjadi lokasi konservasi air. Nantinya, air yang tertampung akan tersimpan menjadi air tanah untuk sumber mata air setempat.

Jenis-jenis kolam retensi

Berdasarkan peletakannya terdapat dua jenis kolam retensi yang bisa diterapkan sebagai salah satu area penampung sementara air hujan. Yang pertama adalah kolam retensi di luar badan sungai. Dan yang kedua adalah kolam retensi di dalam badan sungai. Untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas satu persatu di bagian ini.

Retensi di luar badan sungai

(Civil Engineering Binus)

Konstruksi jenis ini dibangun di area sekitar aliran sungai. Secara khusus, pihak terkait harus menyediakan lahan kosong untuk pembangunan kolam ini karena keberadaannya harus di luar badan sungai. Hal yang perlu untuk diperhatikan lainnya adalah keberadaan kolam ini tidak boleh mengganggu jalannya aliran utama dari sungai.

Untuk membuat kolam jenis ini, ada beberapa bagian konstruksi yang perlu diperhatikan. Bagian-bagian tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Bagian tanggul atau pinggiran kolam konstruksinya harus kuat ketika mendapatkan tekanan yang tinggi. Hal ini akan berfungsi ketika aliran air yang ada dalam sungai dalam kondisi sangat deras dan volumenya tinggi.
  • Perlu untuk menempatkan ambang yang melintang di aliran utama sungai. Hal ini dilakukan agar aliran air dapat diarahkan. Saat debit air di sungai volumenya sangat tinggi, ambang akan memindahkan sebagian air untuk mengarah ke bagian utama kolam melalui pintu air.
  • Konstruksi pintu terbagi menjadi dua, yakni pintu masuknya air dan keluarnya air. Posisinya masing-masing ada di bagian hulu dan hilir.
  • Apabila volume air meningkat dari arah hulu, maka pintu di bagian hulu akan dibuka. Sementara itu, pintu di bagian hilir ditutup.
  • Ketika volume air meningkat dari hilir, pintu di bagian hilir di buka. Diikuti dengan ditutupnya pintu di bagian hulu.
  • Dalam masa penggunaannya, kolam secara berkala harus dikeruk. Hal ini dilakukan agar volume air yang dapat ditampung mencapai titik tertingginya.
  • Perlu dipasang juga saringan sampah pada beberapa titik kolam retensi. Konstruksi ini akan menjadi filter agar sampah tidak tercampur dengan air dan dapat dikelola lebih lanjut.

Retensi di dalam badan sungai

(Civil Engineering Binus)

Sementara itu, kolam retensi yang di buat di badan sungai dapat dilakukan apabila pihak berwenang mengalami kendala dalam permasalahan lahan. Sebagian dari badan sungai akan dilebarkan yang membentuk seperti sebuah bendungan. Kriteria konstruksi dari kolam ini antara lain sebagai berikut:

  • Konstruksi dinding kolam harus dapat menampung beban dari air yang akan dimuat dalam kolam.
  • Jika pada bagian pintu air akan terdapat konstruksi pilar, maka elemen konstruksi tersebut harus mempunyai ketahanan yang kuat.
  • Posisi pintu masuknya air ada di hulu dan posisi pintu keluarnya air ada di hilir.
  • Di bagian pintu masuknya air dapat ditambahkan kolam sedimen untuk menampung tanah yang ikut aliran sungai.
  • Dapat juga ditambahkan saringan sampah di bagian pintu masuknya air.
  • Secara berkala, kolam harus dikeruk agar dapat menampung air dengan maksimal.

Penjelasan di atas menjadi akhir dari artikel yang membahas secara khusus tentang kolam retensi. Selain sebagai solusi untuk meminimalisir banjir, kolam ini juga dapat digunakan sebagai konstruksi untuk menampung air dan menjadikannya cadangan di tanah.

Semoga pemaparan di atas dapat membantu pencarianmu ya, Pins! Sampai jumpa di artikel Glossary Pinhome.id selanjutnya.


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!
Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.