Kamus Istilah Properti

Indemnity Value

istilah properti

Indemnity Value

Indemnity value adalah suatu mekanisme ketika Penanggung memberikan ganti-rugi finansial kepada Tertanggung atas sebuah kerugian yang dialaminya.

Apa Itu Indemnity Value? 

Indemnity value adalah suatu mekanisme ketika Penanggung memberikan ganti-rugi finansial kepada Tertanggung atas sebuah kerugian yang dialaminya. 

Kata indemnity sendiri memiliki arti menyelamatkan dari kerugian, serta melindungi atau mengamankan dari kerusakan atau kehilangan. Jadi, singkatnya, indemnity value adalah nilai kompensasi keuangan atas kerugian yang diderita oleh Tertanggung dan menempatkan mereka ke posisi yang sama setelah kejadian sebagaimana dimiliki sebelumnya.  

Ukuran Indemnity Value 

Dalam istilah asuransi, prinsip indemnity ini untuk memberikan kompensasi keuangan yang tepat bagi tertanggung. Namun, secara implisit, tertanggung tidak dapat menerima kompensasi lebih dari nilai kerugian yang dialami serta tidak berhak menerima keuntungan dari kerugian yang terjadi.

Adapun jumlah yang tepat ini dimaksudkan jika kompensasi belum diketahui sebelum terjadi kerugian tetapi akan ditetapkan setelah terjadinya kerugian. 

Metode bagaimana indemnity diukur tergantung pada jenis asuransi yang menjamin kerugian dan keadaan atau sifat dari obyek pertanggungan itu sendiri. 

Namun kali ini kita akan fokus mengukur nilai indemnity pada asuransi properti, ya, Pins!

Aturan Indemnity Value pada Asuransi Properti

1. Nilai pada Tanggal Kejadian 

Cara umum, pengukuran nilai indemnity untuk kerugian setiap properti ditentukan bukan dengan biaya atau harga melainkan berdasarkan nilainya pada tanggal kejadian dan ditempat kejadian. 

Artinya, ketika nilainya sudah naik selama periode asuransi, maka tertanggung berhak atas indemnity atas dasar kenaikan harga tersebut asalkan sum insured cukup. 

Total Sum Insured (TSI) adalah jumlah uang pertanggungan yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan batas maksimal tanggung jawab pihak penanggung terhadap kerugian finansial yang tertanggung alami sebagai akibat dari terjadinya musibah atas kepentingan yang diasuransikan.

Sebaliknya, ketika harga sudah turun selama periode asuransi, maka tertanggung akan berhak menerima nilai yang sudah turun pada saat kejadian.

2. Nilai Keuangan yang Aktual dari Pokok Pertanggungan 

Dalam asuransi properti, Anda tidak dapat mengklaim untuk kerugian atas hilangnya keuntungan yang mungkin ada (consequential loss) kecuali secara khusus sudah dijamin.

Hal ini dialami oleh Re Wright and Pole (1834). Ketika sebuah bangunan penginapan rusak oleh kebakaran, pengadilan memutuskan tertanggung tidak dapat ganti rugi atas polis kebakaran untuk kerugian dagang atau biaya menyewa tempat atau lokasi baru. 

Di sini bisa Anda lihat jika polis properti hanya menjamin nilai keuangan yang aktual dari pokok pertanggungan, di mana tertanggung tidak dapat menuntut setiap jumlah yang disebut sentimental value.

3. Pada Bangunan, Indemnity Menjamin Biaya Kerusakan 

Ketika sebuah bangunan rusak, dasar indemnity yang biasa adalah biaya perbaikan atau rekonstruksi pada saat kejadian dengan pengurangan ketika ada betterment (perbaikan). 

Pada beberapa kasus, perusahaan asuransi selaku pihak penanggung, tidak bertanggung jawab atas adanya betterment dalam polis indemnity. Biaya tambahan seluruhnya menjadi tanggung jawab tertanggung. 

Betterment sendiri ada dua bentuk, yaitu:

  • Jika bangunan diperbaiki, beberapa bagian dari struktur menjadi baru sehingga ketika pekerjaan perbaikan sudah selesai nampak lebih baik dari sebelum kejadian.
  • Betterment terjadi ketika kualitas bangunan menjadi lebih baik bila adanya perbaikan. Misalnya, tangga tambahan dipasang dan dipasangnya sistem sprinkler selama rekonstruksi dilakukan.

Lalu, Bagaimana Nilai Pertanggungan untuk Kerusakan Parah? 

There is no point in insuring your house for more than it is worth as the ins. co. will only compensate you for the actual value of the house.

Nah, jika terjadi total loss atau satu kerusakan yang sangat parah pada bangunan, biaya membangun kembali struktur seperti kepada bentuk sebelumnya berarti dapat melebihi harga bangunan. Bahkan, ini bisa melebihi harga penggantian struktur yang lama kedalam bentuk yang modern.

Indemnity pada umumnya dinilai sebagai berikut:

  • Biaya perbaikan dikurangi allowance wear & tear, bila diterapkan
  • Biaya penggantian kurang wear & tear bila biaya perbaikan tidak mungkin.

Tertanggung dapat membelanjakan penggantian barang. Akan tetapi bila tidak ada tersedia pasar untuk barang second-hand untuk properti tertentu karena bila sudah rusak tidak terpakai lagi (jadi bangkai). Dalam kasus ini, tertanggung berhak untuk pembelian peralatan yang baru dan biasanya dikurangi betterment. 

Meski begitu, pada sebagian besar kebijakan bangunan komersial, pemegang polis dilindungi untuk kondisi penggantian.

Hampir semua nilai tambah penggantian menyatakan bahwa perusahaan asuransi tidak harus membayar jumlah penggantian (melebihi dan di atas jumlah ganti rugi) sampai biaya tersebut benar-benar timbul.

Artinya adalah sampai tertanggung asuransi memutuskan untuk benar-benar membangun kembali, perusahaan asuransi tidak memiliki kewajiban untuk membayar lebih dari nilai ganti rugi.

Konsekuensinya adalah kewajiban untuk membayar nilai ganti rugi muncul segera setelah kerugian terjadi. Dengan kata lain, ‘polis dasar’ memberikan perlindungan untuk nilai ganti rugi, dan jumlah tersebut harus dibayarkan segera setelah klaim diterima. 

Jadi, yang perlu Anda ingat ketika sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan atau bernegosiasi dengan perusahaan asuransi Anda sehubungan dengan properti komersial yang hancur, ingatlah bahwa di bawah sebagian besar polis Anda berhak untuk menerima nilai ganti rugi dengan segera. Setelah itu, sisanya dibayarkan setelah bangunan tersebut dipasang kembali. Semoga bermanfaat, ya, Pins!