Kamus Istilah Properti

Depresiasi

istilah properti

Depresiasi

Depresiasi (depreciation) adalah sebuah metode penyusutan yang dapat mempengaruhi nilai aset dalam pembukuan perusahaan terutama pada aset tetap (fixed asset).

Depresiasi adalah
(Alamy)

Apa itu Depresiasi?

Depresiasi merupakan salah satu istilah dalam pencatatan akuntansi. Dalam pembukuan, depresiasi adalah sebuah metode penyusutan yang dapat mempengaruhi nilai aset perusahaan terlebih lagi pada aset tetap (fixed asset). Semakin banyak nilai aset tetap yang menurun, maka harga jualnya pun juga akan menurun.

Aset tetap sendiri merupakan aset jangka panjang yang berguna untuk operasional perusahaan. Contoh aset tetap yang paling umum yaitu gedung, tanah, peralatan kantor, perkakas, kendaraan seperti mobil dan traktor, dan lain sebagainya. Namun tanah dan gedung bisa saja dikecualikan dalam penyusutan sebab nilai tanah dan gedung dapat meningkat dalam kurun waktu tertentu.

Depresiasi atau penyusutan dapat mempengaruhi nilai aset tetap karena nilainya berkurang dalam neraca oleh penyusutan sehingga mempengaruhi laba bersih dan dianggap sebagai beban biaya (expense) dan pengeluaran dalam laporan keuangan. Perhitungan depresiasi hanya berlaku pada aset tetap yang ada wujudnya. Aset tetap yang tak berwujud seperti hak cipta, merek dagang, lisensi, franchise, dan lain sebagainya tidak termasuk ke dalam penyusutan aset tetap. 

Baca Juga:

depresiasi
(Alamy)

Faktor yang Mempengaruhi Depresiasi

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan adanya depresiasi pada akuntansi perusahaan ataupun bisnis perorangan. Berikut adalah faktor – faktor yang mempengaruhi penyusutan nilai aset:

  1. Biaya perolehan (acquisition cost)

Biaya perolehan merupakan biaya dasar dalam perhitungan terhadap banyaknya depresiasi yang dialokasikan dalam kurun waktu tertentu. Acquisition cost merupakan faktor utama untuk menentukan berapa besaran nilai penyusutan dari aset tetap.

Contoh yang termasuk dalam biaya perolehan yaitu seperti harga pembelian aset, pengadaan alat industri, delivery cost, assembling cost, dan lain sebagainya.

Baca Juga:

  1. Perkiraan nilai residu (estimated residual value of asset) 

Nilai residu merupakan nilai yang dapat direalisasikan saat sebuah aset dijual atau sudah tidak dipergunakan kembali. Nilai ini pun juga didapatkan dari adanya nilai sisa hasil dari suatu aset yang dihasilkan dari penjualan, hasil sewa atau aset yang diputarkan sesuai cara pemeliharaan kebijakan bisnis. Akan tetapi, jika sebuah aset tetap tidak digunakan lagi karena tidak menghasilkan manfaat atau keuntungan, maka nilai residu dari aset tersebut tidaklah besar.

  1. Perkiraan umur ekonomis (estimate economical life time of asset)

Kebijakan perawatan dan pemeliharaan memengaruhi perkiraan atau estimasi masa pakai suatu aset. Satuan yang dipakai untuk perkiraan yaitu waktu, jam kerja dan hasil produksi. Akan lebih baik bila biaya pemeliharaan dari aset yang rusak secara fisik pun juga diperhitungkan.

Perkiraan umur manfaat ini menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk menyelamatkan aset. Jika suatu saat nanti dibutuhkan tindakan ekonomi, pelaku bisnis atau perusahaan dapat mempertimbangkan hal ini.

cara menghitung depresiasi
(Alamy)

Cara Menghitung Depresiasi Aset

Metode Garis Lurus

Metode ini merupakan metode yang paling umum digunakan oleh berbagai kalangan. Metode garis lurus ini menggunakan penghitungan dari fungsi waktu bukan dari fungsi penggunaan. Sehingga, hasil penghitungannya pun dianggap kurang akurat karena catatan aset yang digunakan sama setiap periode.

Dengan nilai residu

Depresiasi = (Hasil Pendapatan – Nilai Residu) / Usia Ekonomis

Tanpa nilai residu

Depresiasi = Hasil Pendapatan / Usia Ekonomis

Metode Beban Menurun

Metode yang kedua menggunakan metode beban menurun yang berarti penghitungan ini berfokus pada biaya penyusutan yang lebih besar di tahun pertama lalu lebih kecil pada tahun – tahun berikutnya.

Berikut rumus untuk menghitung penyusutan

Penyusutan = Biaya Perolehan Aset x Presentasi Penyusutan

Metode Aktivitas

Cara mengukur depresiasi dengan metode ini lebih berfokus pada fungsi produktivitas. Penyusutan yang diperhitungkan tidak hanya dilihat dari penyusutan nilai aset namun juga dari nilai produktivitas. Sehingga, metode ini pun hanya terbatas pada situasi yang derdasarkan pada aktivitas bukan waktu.

Penyusutan = ((Biaya Perolehan – Nilai Residu) x Perkiraan Masa Manfaat) / Usia Produktif

Metode Depresiasi Khusus

Metode yang terakhir ini berfokus pada manfaat dari sebuah aktiva tetap sebuah badan usaha. Metode ini merupakan metode terakhir yang dapat dilakukan karena ada beberapa penghitungan penyusutan yang memiliki karakteristik tertentu sehingga memerlukan penghitungan yang khusus.

Ada dua tipe dalam penghitungan ini, yaitu:

Kelompok : Perhitungan sekumpulan ativa yang memiliki fungsi yang sama.

Campuran : Perhitungan lebih fleksibel terhadap kemauan dan kemampuan akuntan.


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.