Apa Itu KPR Syariah? Ketahui Serba-serbinya di Sini!

Diperbarui oleh Syahya Rembulan ∙ December 6, 2022 ∙ 10 menit membaca

Memiliki rumah adalah impian banyak orang. Sayangnya, itu bukanlah hal yang mudah diwujudkan. Tapi Pins tak perlu khawatir, ada fasilitas berupa kredit pemilikan rumah Syariah atau KPR Syariah yang bisa membantumu mewujudkan rumah idaman!

Dengan layanan KPR Syariah, Pins dapat membeli rumah dengan mencicil biaya yang telah ditentukan oleh bank. Namun dengan fasilitas ini, Pins harus menjaminkan rumah yang akan dimiliki tersebut sampai pembayarannya selesai.

Fasilitas ini tentunya sangat membantu karena pembayarannya menjadi lebih mudah dan ringan. Untuk Pins yang menginginkan sistem jual beli Syariah, maka dapat menggunakan KPR Syariah. Ini juga bisa menjadi alternatif untuk Pins yang ingin kredit rumah tanpa riba.

Sama seperti KPR konvensional, fasilitas ini juga menawarkan cicilan biaya untuk membeli sebuah rumah, yang membedakan adalah proses transaksi dan akad dari pembelian rumah.

Baca juga: Serba-Serbi KPR Syariah: Akad dan Tips Pengajuan

Apa Itu KPR Syariah?

kelebihan dan kekurangan kpr bank syariah
(Shutterstock)

Kata Syariah dalam KPR Syariah merepresentasikan sistem keuangan yang menghindari tiga hal yaitu riba, judi, dan ketidakjelasan. Keuangan syariah hadir sebagai jawaban bagi konsumen yang ingin terhindar dari ketiga hal tersebut yang berpotensi menimbulkan kesulitan.

Pada umumnya, dalam KPR Syariah terdapat empat akad yaitu akad Murabahah, akad Musyarakah, akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), dan akad Ijarah Muntahiya bi At Tamlik.

Akad Murabahah merupakan akad jual beli. Dalam hal ini berarti ketika mengambil KPR, bank membeli properti yang diinginkan nasabah dan mengambil untung dengan menjual kembali properti tersebut dengan keuntungan tertentu dan nasabah membayarnya secara bertahap.

Di sisi lain, akad MMQ merupakan akad hibrid antara akad kerja sama dan jual beli. Hal ini berarti ketika KPR disepakati, kepemilikan properti dibagi antara kedua belah pihak sesuai nominal pembelian properti masing-masing pihak (DP oleh nasabah dan sisanya oleh Bank).

Kepemilikan properti oleh Bank ini yang dibeli kembali dengan cicilan. Terakhir, akad Ijarah Muntahiya bi At Tamlik merupakan akad KPR Syariah yang menyerupai sewa. Untuk mengetahui selengkapnya, simak serba-serbi KPR syariah di bawah ini!

Baca juga: Macam-Macam Jenis KPR Syariah Dan Cara Pengajuannya

Perbedaan KPR Konvensional dan Syariah

kpr syariah
(Daya.id)

Proses kedua KPR ini, pada intinya membantu Pins untuk membeli sebuah rumah dengan cara yang lebih mudah. Namun akad dan proses yang digunakan dalam kedua KPR berbeda. Untuk lebih detailnya, mari bahas mengenai perbedaan utama dari kedua sistem tersebut.

Perbedaan utama yang ada pada kedua sistem KPR adalah proses transaksinya. Pada sistem konvensional, landasan proses transaksinya adalah uang. Sedangkan pada KPR Syariah yang ditransaksikan adalah rumah dengan prinsip jual-beli rumah.

Dengan sistem seperti ini, KPR Syariah tidak mengenal fluktuasi bunga karena nominalnya tidak ada perubahan. Sedangkan untuk sistem konvensional, jumlahnya tidak tetap karena tergantung dengan fluktuasi bunga.

Jadi jika rate Bank Indonesia berubah, angsuran yang dibayar pun akan berubah. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap cara pembayaran dari cicilan atau angsuran.

Pada proses KPR konvensional, Pins akan dikenakan denda jika ada keterlamabatan dalam pembayaran / melunasi sebelum tenornya. Namun hal ini tidak berlaku untuk KPR Syariah karena tidak ada denda sama sekali.

Baca juga: Simak, Perbedaan KPR Syariah dengan KPR Konvensional

Jenis Akad KPR Syariah

(Shutterstock)

Sistem kerja KPR Syariah adalah dengan landasan jual beli beli rumah dan kerjasama bagi hasil. Jadi pada saat orang ingin membeli sebuah rumah, rumah tersebut akan dibeli terlebih dahulu oleh sebuah Bank Syariah.

Selanjutnya Bank menjual rumah tersebut ke pembelinya namun dengan harga yang ditentukan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah jenis-jenis KPR Syariah yang banyak digunakan:

Baca juga: Macam-Macam Jenis KPR Syariah dan Cara Pengajuannya

Akad Murabahah

Arti dari murabahah adalah perjanjian jual beli yang terjadi antara bank dan nasabah. Jadi ketika menggunakan skema ini, bank Syariah akan membeli rumah yang diinginkan oleh nasabah lalu menjualnya dengan harga jual berbeda.

Kemudian bank akan menjual rumah tersebut ke nasabah dengan harga dasar ditambah dengan keuntungan yang telah ditentukan oleh bank. Biasanya ini akan dipengaruhi oleh periode cicilan dan harga beli rumah.

Selanjutnya, nasabah akan mencicil pembelian setiap tahunnya dengan biaya tetap selama periode waktu tertentu. Pada umumnya, bank menyediakan periode cicilan dari 5-15 tahun. Semakin lama periodenya, harga jualnya akan semakin tinggi.

Dengan begitu, nasabah pun akan mengetahui pula secara detail nilai pokok barang serta keuntungan yang didapatkan bank.  Skema inilah yang paling banyak digunakan para nasabah dan bank.

Baca juga: Beli Rumah, Mending DP Besar atau Cicilan Besar?

Akad Musyarakah

Untuk jenis KPR Syariah selanjutnya adalah menggunakan akad musyarakah. Dengan akad ini, nasabah dan bank akan membeli rumah dengan sistem bagi modal. Jumlah persentase antara bank dan nasabah dapat ditentukan di awal karena akan menentukan biaya cicilan selanjutnya.

Semakin tinggi persentase yang dimodali oleh bank tentunya akan membuat cicilan menjadi lebih mahal. Oleh karena itu, ada baiknya jika pembagian modal dibuat seimbang antara nasabah dan bank.

Akad Musyarakah Mutanaqishah

Akad jenis ini menggunakan landasan kerjasama bagi hasil dalam pembelian sebuah rumah. Jadi, nasabah dan bank akan membeli sebuah rumah bersama dengan porsi yang berbeda. Selanjutnya, nasabah akan melakukan pembelian terhadap rumah secara penuh namun bertahap.

Sederhananya, rumah tersebut akan disewakan kepada nasabah, sehingga nasabah diharuskan membayar uang sewa setiap bulannya. Nantinya, persentase kepemilikan rumah dari bank akan berkurang dan beralih ke nasabah. Lama sewanya tergantung dari tenor yang disepakati dan diambil di awal perjanjian.

Akad Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT)

Skema perjanjian pada jenis KPR syariah ini menggunakan konsep bank sebagai pemilik rumah sedangkan nasabah adalah penyewa rumah. Untuk mendapatkan rumah tersebut, penyewa harus membayarkan cicilan sampai akhir masa cicilan.

Jika sudah sampai akhir masa cicilan, rumah akan menjadi milik nasabah. Namun pada jenis KPR Syariah ini, nasabah bisa jada urung membeli rumah tersebut. Jika hal ini terjadi, maka rumah akan tetap menjadi bank dan hanya uang muka yang akan dikembalikan ke nasabah.

Itulah empat jenis akad yang ditawarkan pada program KPR syariah. Dari keempat jenis KPR Syariah, yang paling umum digunakan adalah akad mudharabah. Jadi bank akan terlebih dahulu membeli rumah yang diinginkan lalu Pins harus membelinya dengan cara mencicil.

Jika di tengah jalan, Pins mengalami kesulitan dalam membayar, maka KPR akan diberhentikan. Namun sebagian besar uang yang telah dibayarkan tidak bisa kembali.

Baca juga: KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?

Cara Mengajukan KPR Syariah

(Shutterstock)

Semua orang yang berwarga negara Indonesia (WNI) dapat mengajukan KPR Syariah selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Persyaratannya pun umum yaitu, WNI yang memiliki e-KTP, minimal berusia 21 tahun atau sudah menikah.

Pengaju juga harus memiliki masa kerja minimal 1 tahun dan tidak memiliki masalah kredit. Untuk cara pengajuannya, pastikan Pins sudah memilih properti yang akan dibeli. Pastikan properti dibeli dari pengembang yang terpercaya dan carilah bank Syariah yang bekerjasama dengan pengembang.

Hal ini akan memudahkan dan mempercepat proses pengajuan dibandingkan dengan bank yang tidak bekerja sama. Selanjutnya persiapkan persyaratan dan dokumen pengajuan KPR Syariah seperti fotokopi KTP, KK dan surat nikah bagi yang sudah menikah.

Jangan lupa juga untuk mempersiapkan slip gaji asli serta surat keterangan bekerja. Untuk beberapa bank juga akan membutuhkan fotokopi tabungan serta fotokopi rekening telepon maupun listrik.

Apabila semua dokumen telah siap, yang harus Pins persiapkan adalah biaya uang muka dan komponen lainnya. Selain down payment (DP), beberapa bank akan ada biaya notaris, biaya administrasi, biaya pengikatan agunan, dan lainnya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mempersiapkan dana-dana kecil untuk biaya tersebut.

Baca juga: Penting! Ini Biaya-biaya yang Bisa Muncul Selama Masa Angsuran KPR

Prosedur Pengajuan KPR Syariah

(Shutterstock)

Setelah mengetahui cara mengajukan KPR syariah, selanjutnya kamu harus mengetahui alur pengambilan KPR Syariah, yaitu:

1. BI/SLIK checking

Pada tahap awal ini sangat menentukan calon pembeli bisa melanjutkan proses selanjutnya dalam pengambilan KPR.

2. Pengumpulan berkas kualifikasi

Bank akan menganalisa semua dokumen pribadi seperti KTP,KK, NPWP, surat/buku nikah, Rekening koran, slip gaji, Surat Keterangan Kerja, dan SPT Pajak, sertifikat properti PPB & IMB.

3. Appraisal properti

Bank melakukan penilaian pada properti untuk diberikan nilai plafon kepada pembeli, pada tahap ini biasanya ada harga jasanya yaitu sekitar Rp500.000 – Rp1.250,000.

4. Pemberitahuan penolakan/penerimaan

Pada proses ini lah calon pembeli akan mengetahui apakah KPR bisa dilanjutkan atau ditolak oleh pihak bank. Apabila ditolak oleh bank A, maka Pinhome akan membantu untuk mengajukan ke pihak bank lain.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Jenis-jenis KPR dan Suku Bunganya

5. Akad jual beli

Pada proses ini, calon debitur diterima untuk mengambil KPR, yaitu langsung berakad jual-beli dengan pihak bank yang diajukan.

Tips Agar KPR Syariah Disetujui Bank

kpr syariah
(Shutterstock)

Ada banyak sekali debitur yang ditolak dalam pengajuan KPR. Oleh karenanya, di sini kami akan memberikan tips agar KPR Syariah yang kamu ajukan disetujui oleh bank, di antaranya:

  1. Bayarkan cicilan/hutang tepat waktu terutama hutang pada kartu kredit.
  2. Banyak bertanya kepada bank sebelum mengajukan KPR untuk memastikan kesanggupan pembayaran cicilan.
  3. Hitung total cicilan sekarang dan cicilan yang akan diambil.
  4. Pastikan pendapatan rutin terekam di rekening atau slip gaji.

Keuntungan Menggunakan KPR Syariah

kpr syariah
(Pinterest)

Pada awal pengajuan KPR ini memang terkesan lebih mahal dan berat dibandingkan dengan KPR konvensional. Namun jika dilihat lebih, sebenarnya banyak juga lho keuntungan dari kredit Syariah yang belum banyak diketahui oleh orang! Berikut adalah beberapa keuntungan KPR Syariah:

1. Detail dan Transparan

Salah satu keuntungan dari menggunakan KPR Syariah adalah jumlah pembayarannya yang jelas. Jadi di awal perjanjian, Pins akan diinfokan harga jual rumah. Sehingga Pins bisa tau jumlah cicilan serta angsuran yang perlu dibayarkan.

2. Jumlah Cicilan Tetap

Keuntungan berikutnya adalah jumlah cicilan atau angsuran yang tetap. Jadi setelah mengetahui harga jual rumah, Pins akan diberi pilihan skema pembayarannya. Jumlah tersebut tidak akan naik sehingga jumlah cicilan pun tidak akan berubah. Cicilan juga tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi suku bunga.

3. Uang Muka yang Lebih Ringan

Jika Pins ingin membeli sebuah rumah dengan kredit Syariah, maka inilah saatnya. Karena untuk saat ini, uang muka dengan KPR Syariah lebih ringan dibandingkan dengan KPR konvensional. Uang muka dengan sistem Syariah bisa hingga 10%, sedangkan konvensional paling minimal 15%.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Kelebihan dan Kekurangan KPR Syariah!

4. Tidak Ada Denda

Jika Pins terlambat dalam pembayaran atau menunggak pembayaran, Pins tidak akan terkena denda. Ataupun jika nanti Pins ingin melunasi cicilan sebelum waktunya, tidak akan ada denda. Jadi jumlahnya akan tetap sama sesuai dengan yang telah disepakati di awal.

5. Kepemilikan Rumah Dapat Dinegosiasikan

KPR Syariah memiliki beberapa skema pembayaran yang memudahkan nasabahnya dalam kepemilikan rumah. Jadi meskipun tidak memiliki modal yang cukup, Pins bisa memilih skema yang membagi kepemilikan dengan bank. Skema seperti ini lebih ringan dan mudah untuk para nasabah yang menginginkan rumah.

6. Memudahkan Perencanaan Keuangan

Dengan mengetahui jumlah total yang harus dibayarkan serta angsurannya, rencana keuangan menjadi lebih terkontrol. Pins dapat melakukan perencanaan keuangan karena jumlah angsuran tidak akan berubah. Hal ini tidak bisa dilakukan jika menggunakan KPR konvensional.

7. Proses Lebih Cepat

Dengan proses yang jelas dan pasti, proses pengajuan KPR ini lebih cepat dibandingkan dengan yang konvensional.  Hal ini dikarenakan rate atau jumlah yang dihitung tidak terlalu rumit sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama. Jadi untuk Pins yang menginginkan proses yang lebih cepat, sistem Syariah bisa menjadi pilihan.

Dengan adanya KPR Syariah, rumah tidak hanyalah sekedar impian tapi juga bisa diwujudkan. Pilihlah skema akad KPR yang sesuai dan memudahkan Pins dalam membayar cicilan. Pastikan juga untuk memilih bank terpercaya, yang dapat memberikan penawaran terbaik.

Baca juga: 

Featured Image Source: Ceramahmotivasi.com

Editor: Syahya Rembulan


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Cek properti pilihan kami Rancabungur Hills dan temukan keunggulan, fasilitas menarik dan promo menguntungkan lainnya cuma di Pinhome! Cari tahu juga tips penting persiapan beli rumah dan KPR di Property Academy by Pinhome.   

Hanya Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Gadget
Gadget 12 Rekomendasi HP Vivo 3 Jutaan Cocok Untuk Gaming!

Smartphone terbaru selalu menjadi pilihan menarik bagi para pecinta gadget. Kali ini, artikel berik

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 10 Desain Atap Bambu Unik & Cara Membangunnya

Desain atap bambu unik dan menarik serta kental dengan nuansa tradisional. Atap seperti ini cocok u

Lifestyle
Lifestyle 50 Ucapan Ulang Tahun Untuk Istri Menyentuh Hati

Hari ulang tahun adalah hari yang paling berbahagia untuk seseorang, termasuk pasangan kamu. Ucapan

Finansial
Finansial Pengertian Equity Hingga Cara Menghitungnya, Cek Di sini!

Apa itu equity? Equity adalah istilah yang sering digunakan pada investasi. Terkait investasi, jika

Finansial
Finansial 10 Forum Crypto Indonesia dan Global Sebagai Sarana Berdiskusi

Untuk mempelajari dan menguasai crypto, kini semakin mudah karena banyaknya forum crypto Indonesia

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia