Kamus Istilah Properti

Baki Debet

istilah properti

Baki Debet

Baki debet adalah besaran sisa pokok pinjaman pada waktu tertentu di luar bunga dan denda atau penalti.

Apa Itu Baki Debet?

(suara.com)

Baki debet adalah saldo pokok dari plafon pinjaman yang telah disepakati dalam perjanjian kredit dan biasanya akan berkurang jika angsuran rutin dilakukan atau sesuai jadwal pembayaran oleh debitur.

Baki debet juga merupakan jumlah uang tunai yang harus dimiliki pelanggan di rekening setelah pelaksanaan pesanan pembelian keamanan agar transaksi dapat diselesaikan dengan baik.

Untuk dapat melunasi utang, besarnya pembayaran yang dilakukan pada setiap periode harus terdiri atas bunga dan pokok utang. 

Untuk mengetahui baki debet KPR, kamu harus tahu dulu bunga yang digunakan. 

Jenis-jenis Bunga KPR

(Business Standard)

Untuk mengetahui baki debet, Pins juga perlu untuk mengetahui ketentuan suku bunga yang digunakan. KPR menggunakan bunga cicilan yang besarnya tergantung suku bunga pada saat itu. Oleh karena itu, ketika bunga acuan Bank Indonesia naik, maka bunga KPR pun ikut naik.

Jadi, ketika Pins mengikuti program KPR, cicilan pada lima tahun pertama dan tahun-tahun berikutnya bisa saja berbeda. 

Jika ingin lebih memahami bagaimana jenis bunga yang biasa digunakan, yuk simak berikut ini,

Bunga Tetap

Istilah bunga tetap (fixed rate) adalah salah satu jenis suku bunga yang dipakai dalam pinjaman perbankan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan kredit kendaraan bermotor. 

Pengertian bunga tetap adalah suku bunga yang bersifat tetap dan tidak berubah sampai jangka waktu atau sampai dengan tanggal jatuh tempo (selama jangka waktu kredit). 

Besaran suku bunga ini umumnya tercantum pada tabel cicilan dan juga di perjanjian kredit, di mana suku bunga tidak akan berubah hingga akhir periode kredit. 

Secara sederhana, bunga tetap akan dihitung dari jumlah awal pokok pinjaman yang kemudian dibagikan secara proporsional atau dibagi berdasarkan jumlah tenor kreditnya.

Misalnya, jika bank menetapkan suku bunga kredit 10 persen, maka sepanjang periode cicilan, nasabah akan membayar cicilan berdasarkan suku bunga 10 persen hingga cicilan lunas.

Bunga Mengambang

Bunga mengambang adalah cara perhitungan tingkat suku bunga yang bersifat tidak tetap sesuai dengan pemberlakuan suku bunga dasar dari Bank Indonesia (BI).

Artinya, jika suku bunga pasaran naik, maka bunga pinjaman pun akan ikut naik. Ini membuat cicilan yang menggunakan metode yang disebut dengan floating rate ini berubah-ubah dan tak selalu sama setiap bulannya. 

Berbeda dengan flat rate alias bunga tetap, besaran bunga mengambang ini tidak bisa dicantumkan secara rinci di awal pinjaman, baik pada tabel cicilan maupun pada perjanjian kredit.

Jika Pins ingin mengetahui berapa suku bunga mengambang yang ditawarkan oleh lembaga keuangan, dalam hal ini bank, maka bisa mengeceknya di situs resmi masing-masing bank. 

Tips Agar KPR Disetujui Oleh Bank

(Prospeku)

Meskipun cara kerja KPR konvensional dan Syariah berbeda namun cara pengajuan KPR adalah sama untuk setiap bank. 

Sebelum menyetujui KPR, bank akan tetap melakukan Analisa kelayakan terhadap keuangan nasabah. Sehingga, tidak semua KPR akan disetujui oleh bank. Untuk membantu Pins dalam mengajukan KPR, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:

Masuk Batasan Usia

Bank memiliki Batasan usia 21 tahun – 55 tahun untuk yang ingin mengajukan cicilan. Ketika akan mengajukan KPR, pastikan untuk mempertimbangkan periode tenor agar masuk dalam batasan usia tersebut. Contohnya jika Pins saat ini usia 38 tahun, maka pilihlah tenor maksimal 17 tahun.

Hal ini dikarenakan Batasan usia KPR adalah 55 tahun. Jika Pins mengambil lebih dari itu, pasti akan ditolak karena Pins sudah berusia lebih dari 55 tahun. Jadi, jangan lupa untuk mempertimbangkan hal tersebut pada saat pengajuan KPR.

Kelengkapan Dokumen

Ada banyak persyaratan dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan KPR. Pastikan semua dokumen lengkap dan detail karena bank akan melakukan pengecekan satu per satu.

Persetujuan KPR adalah keuntungan namun juga risiko untuk bank, jadi pihak akan memastikan keaslian dokumen. Jadi, pastikan untuk melampirkan copy dokumen yang asli.

Kredit tidak Lebih dari 30%

Pastikan total cicilan yang dibayarkan tidak lebih dari 30-40% dari gaji Pins. Karena ini akan beresiko untuk bank dan menyulitkan pengaju. Jadi, pastikan untuk mengajukan KPR sesuai dengan kemampuan pendapatan. Jangan terlalu besar karena pasti akan ditolak oleh bank.

Bukti Penghasilan Detail

Salah satu syarat KPR adalah adanya bukti penghasilan detail. Bank akan melakukan pengecekan sumber dana berasal dari mana saja dan apakah cukup untuk membayar cicilan. Semakin detail dan jelas bukti penghasilannya akan semakin bagus.

Catatan Bersih

Bank akan selalu melakukan pengecekan terhadap sejarah keuangan nasabah melalui BI checking. Jika ada hutang yang menunggak, bank akan sangat mempertimbangkan hal ini. Jadi, agar KPR diterima, pastikan memiliki catatan yang bersih di BI.

Jadi, itulah beberapa hal yang Pins perlu ketahui tentang KPR konvensional maupun Syariah. KPR adalah salah satu metode untuk memudahkan Pins dalam membeli rumah, namun ingat bahwa ada suku bunga dan margin. Pastikan untuk selalu memperhitungkan dengan baik keuangan Pins sebelum mengajukan KPR.

Seringkali nasabah tidak melakukan perhitungan dengan baik sehingga terjadi penumpukan pembayaran di akhir. Jika Pins menggunakan KPR konvensional, akan terkena denda yang cukup besar. Jadi, pastikan untuk mengetahui kemampuan Pins dalam membayar ketika mengajukan KPR.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Kamu Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Kamu kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Linda

Editor: Iko