Kamus Istilah Properti

Appraisal

istilah properti

Appraisal

Appraisal adalah proses penaksiran nilai properti yang dilakukan oleh bank. 

Banyak faktor yang dinilai, mulai dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ada di slip Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), harga pasar, pendekatan biaya, dan sebagainya. Biasanya, pihak bank akan menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan proses ini. Selain yang disebutkan di atas, hal-hal lain, seperti lokasi, fasilitas rumah, kondisi lingkungan (berada di daerah berisiko atau tidak) juga bisa mempengaruhi nilai appraisal ini.

Setelah itu, bank akan menghubungi Pins untuk memberi tahu berapa jumlah kredit yang disetujui. Biasanya bank akan memberikan nilai di bawah harga jual yang diminta oleh pemilik rumah. Misalnya, pemilik rumah meminta harga 500 juta, kemungkinan bank akan menyetujui 450 juta, tergantung dari faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Dokumen yang perlu disiapkan untuk proses appraisal

(grantsea.com.au)

Sebelum mengajukan KPR ke bank dan lanjut ke proses appraisal, ada baiknya Pins menyiapkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  • Salinan identitas diri (KTP, SIM, Paspor dan sejenisnya)
  • Salinan akta nikah (bagi yang telah menikah)
  • Salinan Kartu Keluarga
  • Salinan buku tabungan
  • Salinan slip gaji tiga bulan terakhir
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • Rekening listrik
  • Rekening telepon
  • Jaminan (sertifikat hak milik)

Dari dokumen-dokumen di atas, bank akan melanjutkan ke proses appraisal dan menentukan besaran kredit yang tentunya akan dibandingkan dengan kemampuan kita. Umumnya, bank menetapkan bahwa besarnya angsuran rumah adalah 30% dari jumlah penghasilan. Jadi, jika besaran jumlah kredit yang didapat dari harga appraisal tadi lebih dari 30% penghasilan Pins, maka kemungkinan besar pengajuan KPR-nya ditolak.

Faktor Penyebab Nilai Appraisal Rendah

(Housing)

Nilai appraisal dapat menentukan besaran dana KPR yang akan disetujui oleh bank. Oleh sebab itu, ada baiknya kita mempelajari faktor apa yang dapat membuat nilai appraisal rendah.

1. Properti berada di lokasi yang dianggap rawan

Properti yang berada di daerah yang dianggap rawan oleh bank nilainya bisa jadi di bawah harapan. “Daerah rawan” yang dimaksud adalah:

  • Daerah yang sering banjir
  • Berada di sekitar bibir pantai atau sungai
  • Memiliki tingkat kriminal yang tinggi
  • Tercatat sebagai lingkungan persawahan, rawa, atau empang oleh dinas tata kota

2. Lokasi properti dinilai kurang strategis

Lokasi juga menentukan nilai appraisal. Faktor-faktor yang dapat membuat nilai appraisal rendah, yaitu:

  • Tidak memiliki akses jalan selebar minimal 3 meter (akses jalan masuk mudah)
  • Berada persis di samping bangunan instalasi listrik
  • Properti terbuat dari kayu atau bambu
  • Berada dekat dengan pemakaman umum atau tempat pembuangan sampah
  • Properti merupakan sarana aktivitas sosial/ibadah atau pun vila
  • Bentuk tanah menyempit ke dalam atau topografi tidak teratur
  • Berada di kawasan yang masih dalam tahap pengembangan (land development)

Cara Meningkatkan Nilai Appraisal

(On Q Financial)

Walaupun faktor-faktor yang mengurangi nilai appraisal sebagian besar tidak dapat diubah, tapi Pins dapat melakukan beberapa hal untuk meningkatkan nilai appraisal, antara lain:

1. Renovasi

Cara yang paling mudah untuk meningkatkan nilai appraisal properti kita adalah dengan melakukan renovasi. Renovasi kecil-kecilan, seperti mengecat ulang, mengganti jendela yang rusak, memasang talang air, dan sebagainya, sudah bisa meningkatkan nilai jual properti. Tentu, kalau Pins mampu melakukan makeover yang lebih signifikan, misalnya menambah jendela agar sirkulasi udara lebih lancar, atau menambah fasilitas di dalam properti, pasti nilai appraisal-nya juga akan meningkat lebih signifikan juga. Intinya, semakin nyaman rumahnya, semakin tinggi nilai appraisal-nya.

Pelajari juga apa yang membuat nilai appraisal rumah rendah dan cobalah untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan renovasi ini.

2. Meng-update data IMB

Biasanya, appraiser akan lebih sering mengacu kepada dokumen yang kita miliki. Jadi, kalau Pins sudah melakukan renovasi tapi belum dicatat di IMB, segeralah lakukan sebelum proses appraisal.

3. “Dandani” rumah secara menyeluruh

Appraiser diwajibkan melakukan kunjungan langsung untuk melakukan penilaian. Jadi, kita harus benar-benar menunjukkan properti dalam keadaan optimal. Minimal, rumah dan halaman sudah dalam keadaan bersih. Jika Pins membeli atau menjual rumah dengan perabotan, pastikan seluruh perabotan tersebut dalam keadaan baik. Cek juga kondisi alat-alat elektronik. Lagi-lagi, semakin nyaman properti yang akan dinilai, semakin meningkat nilai appraisal-nya!

4. Ubah fungsi guna rumah

Biasanya, pihak appraiser akan memberikan nilai yang lebih tinggi untuk orang-orang yang memiliki fungsi komersial di propertinya, misalnya ada toko di depan rumah. Hal ini berkaitan dengan manajemen resiko oleh bank. Jika properti memiliki fungsi bisnis, makan Pins dianggap lebih mampu untuk menjalani komitmen kredit bersama-sama.

5. Cari tahu harga pasar dan kumpulkan informasi lengkap

Satu hal yang sering dilupakan oleh orang-orang adalah proses appraisal ini dapat dilakukan secara berulang. Jika Pins merasa hasil appraisal pertama kurang memuaskan, Pins bisa mengajukan penilaian ulang. Di proses appraisal kedua, pastikan Pins memiliki informasi mengenai harga pasaran tanah dan rumah di sekitar area properti, mulai dari yang termurah hingga termahal. Jangan sungkan untuk meyakinkan appraiser dan diskusikan dengan mereka bagaimana caranya meningkatkan nilai appraisal rumah.