Kamus Istilah Properti

Appraiser

istilah properti

Appraiser

Apa itu Appraiser?

sumber: Pixabay

Sebelum kita mengenal apa itu appraiser, sebaiknya kita terlebih dahulu mengenal apa itu appraisal. Appraisal adalah sebuah proses penilaian atas benda nyata yang dilakukan melalui proses analisa yang dilakukan oleh seorang profesional yang disebut juga dengan appraiser. Appraiser dapat menjadi bagian dalam setiap tahapan dari proses pengembangan sebelum, selama dan pada saat penyelesaian proyek. 

Seorang appraiser bertanggung jawab untuk memberikan nilai dari suatu proyek. Appraiser harus memperkirakan nilai suatu pasar properti dan mempersiapkan dokumen resmi yang disebut dengan dokumen penilaian. Dokumen penilaian tersebut dapat digunakan untuk menaksir nilai properti sebelum dan sesudah pengembangan. Nilai tersebut merupakan bagian terpenting dari formula untuk seorang developer menentukan kelanjutan suatu pengerjaan proyek dilanjutkan atau tidak. 

Pendidikan seorang appraiser sangat penting di Indonesia. Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai koordinator menentukan tahap jenjang pendidikan appraiser yaitu PDP 1-PDP 2 penilai tingkat dasar, PLP 1-PLP 2 penilai tingkat madya dan terakhir Sertifikasi. 

Faktor Analisis Appraiser pada Nilai Properti

appraiser
sumber: Pixabay

alam memulai proses KPR, Pins perlu mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kisaran nilai sebuah properti yang dianalisis sesuai standar profesional sebagai berikut :

1. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Faktor pertama yang dilihat appraiser adalah NJOP yang tertera pada lampiran Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB. Sebenarnya NJOP tidak bersifat mutlak sebagai penentu nilai rumah, akan tetapi appraiser kerap menggunakan faktor tambahan dengan pendekatan harga pasar serta pendekatan biaya.

2. Lokasi Rumah

Lokasi yang strategis bisa Pins lihat pada artikel tentang sunrise dan sunset property sebagai referensi. Properti dengan lokasi yang strategis memiliki harga jual yang berbeda dibandingkan dengan properti yang berada di lokasi yang kurang strategis. 

3. Kemudahan Akses

Akses menjadi salah satu faktor yang krusial ketika appraiser melakukan penilaian. Properti dengan akses yang sulit dan jauh dalam jangkauan sarana umum dapat menurunkan penilaian harga jual. 

4. Lingkungan 

Kredit Bank dapat bermasalah jika lingkungan yang diajukan memiliki risiko bencana seperti banjir atau longsor. Hal tersebut bisa menjadi penentu oleh pihak Bank untuk memberikan referensi hunian yang lebih baik. 

Peranan Appraiser dalam Proyek Properti

appraiser
sumber: Pixabay

Tugas appraiser dalam tahap kegiatan proyek konstruksi properti adalah sebagai berikut :

1. Tahapan Pengembangan Konsep

Appraiser mengembangkan tujuan dan sasaran proyek yang ingin dicapai. Setelah itu, appraiser membuat laporan studi kelayakan terhadap proyek yang dibangun. Memberikan saran-saran prinsip mengenai proyeksi pembayaran angsuran kredit bank dan memberikan gambaran tentang risiko yang mungkin terjadi. 

2. Tahapan Perencanaan

Appraiser memberi masukan mengenai perkiraan biaya awal dari konsultan perencana dan proyeksi dari arus dana. Appraiser juga memberikan data harga tanah sebagai tempat lokasi proyek dari hasil analisa pasar. 

3. Tahapan Pelelangan 

Pada tahap ini appraiser memantau kesiapan dokumen kontrak dan pekerjaan administrasi lainnya sampai turunnya SPK kepada pemenang. 

4. Tahapan Proses Konstruksi 

Pertama appraiser bertugas mengawasi pekerjaan dan keuangan di lapangan. Mengontrol pekerjaan kontraktor dari segi waktu, mutu dan biaya sesuai dengan rencana. Lalu, appraiser mengevaluasi perubahan setiap pelaporan prestasi fisik untuk acuan pihak investor dan merupakan dasar pengambilan keputusan kelanjutan kerja sama. Memberi masukan kepada owner mengenai masalah keterlambatan kerja di lapangan dan memeriksa seluruh dokumen permintaan dan pembayaran dari owner. 

5. Tahapan Pasca Konstruksi 

Appraiser menilai keseluruhan aset properti yang telah terealisasi. Menilai secara periodik setiap tahun berdasarkan tanggal kontrak. Appraiser memberi masukan dan pandangan ke depan untuk pihak peminjam untuk keberlanjutan usaha. Terakhir, appraiser juga dapat membantu kedua belah pihak jika perlu untuk menjual aset tersebut kepada publik atau pemindahtanganan kepada pemilik baru. 

Tips Meningkatkan Nilai Appraisal 

appraiser
sumber: Pixabay

Berikut adalah langkah yang Pins dapat terapkan untuk meningkatkan poin appraisal properti. 

Pertama, Pins pastikan sudah mencari tahu kredibilitas profesional lewat latar belakang profesi serta pengalaman yang dimilikinya sebelum calon analis datang. Selanjutnya, Pins cek lagi furnitur rumah apabila ada perabotan yang rusak seperti sofa yang rusak atau dinding retak parah karena interior rumah dapat menjadi penunjang kesempatan diterimanya KPR yang diajukan. 

Kedua, Pins dapat mencoba untuk melakukan renovasi kecil pada rumah seperti pengecatan ulang dinding rumah atau mempercantik pekarangan taman agar enak dipandang. Hal tersebut dapat membuat rumah lebih terlihat tampil beda dibanding rumah sekitarnya dan untuk menaikkan nilai appraisal

Ketiga atau yang terakhir, pada saat penjual rumah memutuskan untuk melepas seluruh isi rumah saat pengajuan jaminan pastikan seluruh peralatan rumah tersebut dapat berfungsi dengan baik. 

Itulah informasi terkait dengan apa itu appraiser dalam dunia properti, seperti apa peranan appraiser dalam proses konstruksi proyek properti, dan cara menaikkan nilai appraisal properti. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk menjadi tambahan informasi Pins mengenai dunia properti terlebih informasi mengenai KPR ya!


Ingin mencari rumah minimalis impianmu? Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti mu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai konsultan.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kamu kemudahan membeli properti

Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.