Property Primary dan Secondary Serta Perbedaannya

Dipublikasikan oleh Jay dan Diperbarui oleh Voni Wijayanti ∙ January 19, 2023 ∙ 6 menit membaca

Memutuskan untuk membeli rumah atau properti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Calon pembeli harus benar-benar cocok dengan property primary dan secondary serta perbedaannya yang sedang diincar sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli. Di samping itu, aset properti juga bisa dijual kembali dengan harga yang mungkin lebih tinggi dibandingkan pada saat membeli.

Ada 2 jenis properti yang umum dijualbelikan di masyarakat, yaitu properti primary dan properti secondary. Properti primary mengacu kepada rumah-rumah atau bangunan yang baru dan belum pernah ditempati/dimiliki sebelumnya; sedangkan properti secondary adalah bangunan-bangunan atau rumah seken/bekas yang dijual kembali. Keduanya memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri.

Baca juga:

Keuntungan dan Kekurangan Properti Primary

Property primary dan secondary serta perbedaannya yang sangat signifikan tentu memiliki manfaat yang berbeda. Sebagai aset yang baru selesai dibangun dan belum ditempati atau dimiliki sebelumnya, properti primary tentu lebih kelihatan “segar” dan modern. Namun, ada beberapa keuntungan dan kekurangan properti primary yang wajib diketahui oleh agen.

1. Bangunan Serba Baru

property primary dan secondary serta perbedaannya
(Pinhome.id)

Karena baru selesai dibangun, properti primary hampir selalu dalam kondisi prima. Desainnya pun kebanyakan menerapkan tren terkini, sehingga lebih menarik di mata calon pembeli. Selain itu, calon pembeli juga tidak perlu pusing memikirkan renovasi atau perbaikan.

Baca Juga:

2. Harga yang Ditawarkan Lebih Konsisten

Karena bangunan baru, maka kebanyakan calon penghuni akan langsung membeli dari pengembang/developer. Harga yang ditawarkan pun dipatok sama untuk bangunan yang setipe. Biasanya, developer juga memberikan bonus-bonus berupa promo pembayaran, furniture set, dan sebagainya.

3. Lebih Banyak Pilihan

(Bisnis.com)

Proyek properti primary biasanya dibangun di atas lahan baru dengan lingkungan yang masih berkembang. Para calon pembeli memiliki lebih banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Baca juga:

Kekurangan Property Primary

Walaupun lebih fresh dan baru, ternyata pasar properti primary memiliki tantangannya tersendiri. Kekurangan properti primary antara lain:

1. Sistem Inden

property primary dan secondary serta perbedaannya
(Shutterstock)

Properti primary biasanya dijual sebelum bangunan tersebut jadi; bahkan ada yang dijual sebelum peletakan batu pertama. Para pembeli properti primary harus rela menunggu 2-3 tahun sampai akhirnya dapat menikmati rumah yang mereka beli.

Baca Juga:

2. Penataan yang Kurang Fleksibel

Kebanyakan properti primary dibangun berdasarkan 1 hingga 3 desain generik yang akan diaplikasikan ke seluruh rumah di proyek tersebut, sehingga calon pembeli tidak bebas mengatur sendiri tatanan rumah sesuai kebutuhan. Ada beberapa developer yang menawarkan jasa modifikasi layout, namun biasanya terbatas dan akan memakan biaya tambahan.

3. Rumah Baru, Lingkungan Baru

(Kompas.com)

Karena berlokasi di lingkungan baru dan masih sedang berkembang, maka tidak jarang properti primary belum memiliki akses sebebas rumah yang berada di lingkungan yang sudah “jadi”. Penghuni properti primary masih harus menunggu sedikit lebih lama agar dekat dengan fasilitas umum, seperti rumah sakit, sekolah, jalan tol, pertokoan, dan sebagainya.

Baca juga:

Keuntungan dan Kekurangan Properti Secondary

Properti secondary merupakan rumah atau bangunan yang sudah pernah dimiliki atau bahkan ditinggali oleh orang lain dan dijual kembali kepada orang lain. Sama seperti properti primary, properti secondary atau rumah seken juga memiliki keuntungan dan kekurangan yang unik. Berikut adalah beberapa keuntungan properti secondary:

1. Sudah Siap Huni

property primary dan secondary serta perbedaannya
(Sindonews)

Seperti dijelaskan di atas, properti secondary sudah pernah ditinggali sebelumnya oleh orang lain sebelum akhirnya dijual bebas ke masyarakat. Ini berarti rumah atau properti tersebut bisa saja langsung ditinggali begitu proses pembayaran selesai. Bahkan, tidak jarang pemilik properti merenovasi rumah mereka, mengganti beberapa perabot, dan memastikan bangunannya layak huni sebelum memasang iklan atau menghubungi agen properti untuk membantu penjualan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai jual properti tersebut.

Baca juga:

2. Lingkungan sudah jadi

Karena berada di lingkungan yang sudah menjadi hunian orang banyak, properti secondary biasanya memiliki lokasi yang lebih strategis daripada properti primary. Fasilitas publik, seperti sekolah, pertokoan, dan infrastruktur pendukung lainnya sudah berjalan dengan lancar dan pemilik baru dapat langsung menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut.

3. Negosiasi Harga

(Potential.com)

Transaksi properti secondary bukan lagi terjadi antara calon pembeli dengan developer; melainkan antara calon pembeli dengan pemilik properti. Walaupun memang pemilik lama akan mematok harga dengan menghitung keuntungan, calon pembeli memiliki kebebasan untuk membuat penawaran baru dengan harga yang lebih rendah. Asal harga masih masuk akal dan negosiasi berjalan lancar, calon pembeli bisa mendapatkan rumah dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga:

Kekurangan Property Secondary

Membeli properti secondary memang lebih menguntungkan jika diamati dari sisi kesiapan rumah. Namun, bukan berarti tidak ada tantangan tersendiri dalam menjual properti secondary. Kekurangan properti secondary adalah:

1. Biaya Renovasi

property primary dan secondary serta perbedaannya
(Build-review.com)

Walaupun ada beberapa pemilik properti yang “mendandani” rumahnya menjadi lebih cantik dan layak huni sebelum dijual, ada beberapa juga yang enggan melakukan tersebut. Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari tidak punya waktu hingga tidak memiliki biaya renovasi. Calon pembeli properti secondary sebaiknya menyiapkan biaya tambahan untuk mengantisipasi renovasi dan perbaikan sebelum pindah rumah.

Baca juga:

2. Faktor “jodoh”

Walaupun kita, selaku agen properti, akan selalu berusaha memenuhi keinginan calon pembeli dan mencari rumah yang benar-benar cocok, mencari properti yang “jodoh” bisa jadi pekerjaan yang melelahkan.

3. Dokumentasi

(Propertyguru)

Dalam transaksi properti secondary, ada proses lanjutan setelah akad kredit; yaitu pengurusan dokumen. Beberapa surat penting, seperti balik nama, pengurusan kwitansi dan PBB, dan sertifikat hak milik. Calon pembeli juga harus memperhitungkan biaya pengurusan dokumen tersebut.

Baca juga:


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Uncategorized
Uncategorized 12 Aplikasi Ganti Wajah Terbaik 2023

Aplikasi ganti wajah semakin populer seiring dengan berkembangnya teknologi. Aplikasi ini digunakan

Lifestyle
Lifestyle 10 Aplikasi Pendeteksi Lagu Terbaik 2023

Pernahkah Pins kesulitan menemukan lagu? Misalnya, kamu sedang berada di sebuah kafe dan tiba-tiba

Berita Pinhome
Berita Pinhome Listing Properti Eksklusif Pinhome, Garansi Bebas Biaya Tersembunyi Sejak Awal

Memiliki rumah idaman adalah impian sejuta umat. Pinhome sebagai pioneer platform properti end-to-e

Finansial
Finansial Ini 6 Cara dan Tips Membuka Bisnis atau Usaha Sendiri di Rumah

Sekarang ini banyak cara membuka usaha sendiri di rumah yang bisa Pins coba. Membangun bisnis sekar

Berita Pinhome
Berita Pinhome Ananta Homes Tenjo, Hunian Minimalis di Kawasan Strategis

Membeli rumah idaman memang bukan persoalan mudah. Pins harus menentukan apakah lokasi rumah terseb

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia