Pinhome

  • Blog
  • Tips Properti
  • Jangan Salah Langkah, Ini Kesalahan Umum Para Pencari Rumah Idaman

Tips Properti

Jangan Salah Langkah, Ini Kesalahan Umum Para Pencari Rumah Idaman

Dipublikasikan oleh Puri ∙ 20 July 2020 ∙ 6 menit membaca

Rasa senang ketika Pins akhirnya bisa membeli rumah idaman itu sepertinya tidak ada bandingannya ya. Sayangnya, momen membahagiakan ini menjadi kita terlupa akan beberapa hal yang jika kita lakukan akan membuat kita rugi, baik secara mental ataupun finansial, Pins. Jadi, sebaiknya sebelum melangkahkan kaki dan mencari rumah, ada baiknya Pins mengetahui beberapa tips mencari rumah idaman berikut ya!

Pinhome – Membeli rumah idaman merupakan proses yang membutuhkan tidak hanya kesiapan fisik dan finansial tapi juga kesiapan mental. Jika kita terlalu menuruti kata hati, karena terbutakan rasa senang akhirnya bisa membeli rumah baru, salah-salah kita malah kena tipu dan tidak bisa mendapatkan pembelian rumah terbaik. Bisa dibilang, kunci sebelum memulai perburuan rumah, penting untuk menjaga pikiran dan hati kita agar tetap rasional dan mampu berpikir dengan tenang.

Untuk langkah antisipasi, berikut beberapa kesalahan umum yang biasanya dilakukan oleh orang-orang ketika membeli rumah idaman:

1. Tidak realistis

Optimis itu sangat bagus, Pins. Namun, rasa optimis itu harus dibarengi dengan perhitungan nyata yang matang. Saat hendak membeli rumah idaman, pastikan Pins membeli rumah yang harganya memang pas untuk kantong Pins sendiri. Tidak ada salahnya loh memakai jasa dari real estate broker ataupun agen properti agar Pins bisa mendapatkan deal terbaik. Penting untuk kita agar jangan sampai overestimate kemampuan finansial kita. Kita harus mempertimbangkan kalkulasi cashflow yang kita punya, baik pemasukan ataupun pengeluaran setiap bulannya.

2. Tidak menyadari rumah seperti apa yang dibutuhkan

Jatuh cinta dengan rumah yang disurvey memang mudah. Tapi, belum tentu rumah yang sudah Pins kunjungi sesuai dengan kebutuhannya Pins sendiri. Coba dari berbagai rumah yang dikunjungi, Pins mulai mendaftar kekurangan dan kelebihan dari tiap-tiap rumah. Berapa luasnya, berapa kamar yang pas untuk Pins, apakah bahan material untuk membangun rumah itu sudah sesuai dengan standard keamanan dan kebutuhan? Apakah di tempat baru ini Pins bisa menyalurkan keinginan dan hobi seperti berkebun. Tak berarti untuk memenuhi kebutuhan ini, Pins harus mempunyai rumah yang luas ya. Pins cukup mempertimbangkan apakah lingkungan dan kondisi sekitar rumah cukup kondusif.

Kalau memang agaknya rumah yang ditaksir lebih mahal dan tidak sesuai dengan kriteria yang Pins miliki maka usahakan jangan paksakan untuk membelinya ya.

3. Perhatikan perbandingan harga rumah

Harga rumah yang Pins beli juga patut untuk dipertimbangkan ya. Meskipun sama-sama terletak di kota yang sama, harga rumah bisa tetap berbeda dari satu daerah dan daerah lainnya. Misalnya, Pins ingin membeli rumah di kota Bekasi. Harga di berbagai kelurahan dan kecamatan satu dan kecamatan lainnya akan berbeda-beda sesuai dengan fasilitas umum hingga kegiatan perekonomian yang ada di daerah tersebut. Jadi, upayakan untuk survey daerah secara menyeluruh agar Pins bisa mendapatkan tawaran harga terbaik dengan fasilitas yang terbaik juga.

4. Membeli model rumah yang tak diperlukan

Saat Pins mencari rumah idaman, usahakan untuk tetap fokus kepada hal yang penting. Jangan malah hilang fokus dan membelanjakan uang ke pembelanjaan yang tidak perlu. Ingat tujuan dan target rumah idaman apa yang Pins mau. Kalau Pins menginginkan anak dalam waktu dekat, pilihlah rumah dengan dua kamar tidur, bukan hanya satu atau tiga kamar tidur. Kalau Pins tidak menyukai berbagi dinding dan lantai dengan orang lain, pilihan tinggal di apartemen harus dieliminasi.

Pins juga harus mempertimbangkan pilihan besarnya halaman belakang atau halaman depan yang dimiliki rumah idamanmu. Apakah besarnya sudah mencukupi semua kebutuhan dan kegiatan yang Pins ingin lakukan saat hidup dan tinggal di rumah tersebut? Apakah besar tempat parkir di rumah cukup untuk menampung kendaraan yang Pins miliki? Jangan sampai peletakkan kendaraan ini menjadi masalah di kemudian hari. Salah-salah, rumah idaman Pins jadi berantakan dan tidak tertata dengan baik.

Baca juga: Tipe Rumah Populer Pilihan Masyarakat Indonesia

5. Tidak memakai perantara

Kecuali Pins mempunyai banyak waktu dan tenaga, akan jauh lebih baik kalau kita mencari rumah dengan menggunakan bantuan perantara. Perantara ini biasanya sudah terlatih untuk mengidentifikasi rumah seperti apa yang Pins butuhkan. Perantara yang termasuk di sini adalah agen properti atau orang biasa. Jenis informasi yang bisa Pins dapatkan dari 2 perantara ini akan berbeda. Perantara orang biasa ini biasanya lebih menguasai wilayah lokal sekitarnya, jadi Pins tetap harus pergi ke daerah yang diinginkan, kemudian menemui perantara orang biasa ini, baru kemudian bisa mendapatkan informasi yang diinginkan. Lain halnya dengan agen properti, Pins cukup pergi ke kantor properti perusahaan tertentu, kemudian mereka akan mengerahkan agen-agen properti untuk memenuhi kebutuhan kamu.

Bayangkan deh, kalau Pins harus mencari-cari sendiri rumah yang diinginkan. Pins harus berpindah-pindah antara satu daerah ke daerah lainnya, kemudian menanyakan informasi ke banyak orang untuk sekedar tahu informasi rumah yang dijual. Belum lagi ada beberapa orang yang menjual rumahnya secara spesifik melalui perantara. Intinya, penghematan di bidang perantara ini tidak layak untuk dilakukan ya, Pins. Lebih baik Pins keluar uang sedikit daripada harus sia-sia mengeluarkan waktu, tenaga dan uang yang tidak sedikit untuk sekedar mendapatkan informasi rumah idaman.

6. Bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian

Dalam soal mencari rumah idaman, pribahasa ini benar adanya, lho, Pins. Sebelum membeli rumah pun pastinya kita memiliki gambaran rumah idaman seperti apa yang diinginkan. Misalnya, luas 100 meter persegi dengan terbagi teras, rumah dan halaman belakang, 2 kamar tidur, ruang tamu, 1 kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang keluarga. Nah, kalau Pins menginginkan kriteria-kriteria tersebut, maka carilah rumah yang sesuai dengan kriteria tersebut. Jangan tergoda dengan rumah-rumah lainnya sebelum benar-benar tahu kelebihan dan kekurangannya. Jangan memberikan toleransi juga, hanya dengan niat merenovasi lagi. Kita semua tahu biaya renovasi bukanlah murah, jangan sampai saat Pins sudah keluar banyak uang untuk membeli rumah, malah finansial kita yang terluka karena  masih harus melakukan renovasi di sana-sini.

7. Tidak memperhatikan kondisi rumah yang akan dibeli

Akhirnya, Pins bisa menemukan rumah yang diinginkan. Layout pembagian ruangannya sudah sesuai dengan apa yang diinginkan. Tapi, sayang kualitas rumah tersebut kurang baik. Entah dindingnya yang memakai batako sehingga mudah panas saat siang hari, atapnya memakai asbes sehingga membahayakan kesehatan ataupun dindingnya tipis sehingga agaknya tidak begitu kuat untuk bertahan lama. Sebelum membeli, pastikan untuk benar-benar memperhatikan kualitas rumah ya. Jangan lupa untuk mempelajari tips mencari rumah idaman berikut. Kalau Pins asal beli, maka manfaat rumah tidak bisa benar-benar kamu rasakan.


Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel