Pinhome

Uncategorized

Cara Menghitung Kebutuhan Material Membangun Rumah

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Sebelum membangun sebuah rumah, hal pertama yang menjadi bahan pertimbangan seseorang adalah dana atau anggaran yang akan dikeluarkan sehingga bisa membangun rumah. Ketika membangun sebuah rumah memang banyak proses atau tahap yang perlu dilakukan. Untuk itulah, pemilik bangunan perlu mempertimbangkan matang-matang mengenai anggaran dana yang akan digunakan dalam membangun rumah sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari, seperti kekurangan bahan bangunan karena dana tidak mencukupi atau gaji tukang bangunan yang tidak bisa dibayar. Untuk itulah, orang yang akan membangun rumah sebaiknya mencatat dan menghitung kebutuhan apa saja yang akan dikeluarkan saat membangun rumah, khususnya dalam kebutuhan material bangunan.

Ketika seseorang melakukan pencatatan dan penghitungan kebutuhan material bangunan seringkali terjadi kesalahan sehingga bahan bangunan yang dibeli tidak habis pakai atau malah dana habis sebelum bangunan selesai dikerjakan. Berikut ini cara menghitung kebutuhan material bangunan rumah dengan tepat:

1. Melakukan survey tipe dan jenis rumah

Sebelum menghitung material bangunan, sebaiknya lakukan terlebih dahulu survey mengenai tipe dan jenis rumah yang akan dibangun. Setelah itu sesuaikan dana atau budget dengan tipe dan jenis rumah tersebut. Ada beberapa macam tipe dan jenis rumah, seperti tipe 36 yang bentuknya sederhana dan hanya terdiri dan satu lantai, ada juga tipe 36 yang memiliki dua lantai sama halnya dengan tipe 72, sedangkan tipe 92 menawarkan jenis rumah mewah yang memiliki dua lantai. Survey bisa Anda lakukan melalui internet atau bertanya langsung kepada kontraktor bangunan.

2. Mencatat semua kebutuhan bahan bangunan rumah secara jelas dan detail

Langkah selanjutnya setelah menentukan tipe dan jenis rumah adalah mencatat semua kebutuhan bahan bangunan rumah yang akan dibanguan secara jelas dan lebih detail, mulai dari kebutuhan material sampai dengan biaya tukang bangunan yang akan dipekerjakan.

Misalnya saja, jika menginginkan rumah dengan tipe 36 dengan satu lantai yang sederhana, material yang dibutuhkan seperti: pondasi yang menggunakan cakar ayam, tiang yang menggunakan besi beton berukuran 6/8/10/13mm, dinding rumah yang terbuat dari batako atau hebel, keramik lantai yang menggunakan granit berukuran 60 x 60, daun pintu dan kusen yang membutuhkan kayu kamper atau bisa juga aluminium, atap berupa konstruksi baja ringan plus aluminium foil, bahan-bahan bangunan seperti kayu, bambu untuk rangka, paku, gergaji, sendok semen, dan lain sebagainya.

3. Menghitung biaya masing-masing bahan bangunan lalu menjumlahkan keseluruhannya

Setelah selesai membuat daftar bahan bangunan yang akan digunakan untuk membangun rumah secara detail dan rinci, saatnya menghitung biaya masing-masing bahan bangunan secara keseluruhan. Lakukan survey terlebih dahulu mengnai harga satuan masing-masing bahan bangunan tersebut, bisa melalui media internet atau bertanya langsung ke toko bahan bangunan. Bisa juga mengonsultasikannya dengan tukang bangunan yang akan Anda pekerjakan. Biasanya mereka memiliki toko langganan tersendiri dan akan merekomendasikannya kepada Anda. Keuntungannya, Anda bisa mendapatkan harga khusus karena pemilik toko mengenal tukang tersebut.

Tags :

Bagikan Artikel