Kamus Istilah Properti

Garis Sempadan Bangunan (GSB)

istilah properti

Garis Sempadan Bangunan (GSB)

GSB (Garis Sempadan Bangunan) adalah garis batas minimal yang membatasi bangunan dan batas lahan yang Pins miliki dengan lahan lain seperti jalanan, sungai, bahkan bangunan miliki tetangga.

Apa itu GSB (Garis Sempadan Bangunan)?

GSB (Garis Sempadan Bangunan) adalah garis batas minimal yang membatasi bangunan dan batas lahan yang Pins miliki dengan lahan lain seperti jalanan, sungai, bahkan bangunan miliki tetangga. Jarak GSB ini diatur oleh peraturan daerah setempat, sehingga Pins tidak boleh melanggarnya, lho! Jika Pins melanggar, maka akan ada sanksi yang mengancam Pins. Beberapa sanksi yang dapat dikenakan antara lain hukum pidana, pembongkaran bangunan, hingga penyegelan bangunan dapat dilakukan. Selain itu, pencabutan izin membangun bangunan juga dapat dicabut oleh pemerintah daerah setempat.

Ketahui Fungsi GSB 

Garis Sepandan Bangunan
sumber: Unsplash

GSB merupakan batas aman Pins dengan area sekitar bangunan Pins. Misalnya, jika rumah Pins dekat dengan sungai, membangun rumah dengan mematuhi GSB dapat membantu Pins menjaga jarak aman rumah dengan sungai yang dapat pasang dan surut. Pada daerah pemukiman, GSB juga membantu Pins membuat bangunan agar tetap berjarak dengan bangunan tetangga, sehingga ketika bangunan lain mengalami masalah seperti kebakaran, ketentuan GSB yang Pins ikuti akan sangat berguna. 

Dengan adanya jarak aman antar bangunan, api tidak cepat menyebar ke rumah-rumah lain. Jadi Pins masih memiliki waktu untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Selain itu, jarak GSB juga akan memudahkan upaya pemadaman api. 

Terlepas dari kemungkinan bencana, GSB pada jalan juga akan mengurangi risiko rumah Pins untuk tersambar kendaraan yang melewati jalan di depan rumah. Oleh karena itu, GSB merupakan hal penting yang harus Pins patuhi agar rumah tetap aman.

Tapi, tahukah Pins bahwa GSB tidak hanya berlaku pada perumahan? Ternyata, aturan ini juga berlaku untuk bangunan komersial seperti gedung-gedung perkantoran. Jadi, GSB tiap bangunan akan disesuaikan dengan RDTK di daerah masing-masing.

Dasar Hukum GSB

sumber: Unsplash

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, GSB telah diatur dalam peraturan daerah setempat. Berikut adalah dasar hukum lainnya yang mengatur GSB, antara lain :

  1. Pasal 13 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, yaitu GSB adalah garis yang membatasi jarak bebas minimum dari bidang terluar suatu massa bangunan terhadap batas lahan yang dikuasai.
  2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, yakni GSB adalah aturan yang harus dikeluarkan oleh pejabat setempat seperti gubernur, bupati, dan walikota yang wajib dipatuhi oleh masyarakat sesuai dengan visi pembangunan di wilayah tersebut.

GSB adalah peraturan yang diterapkan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK), sehingga ketentuan GSB dapat berbeda-beda sesuai dengan daerah masing-masing.

GSB Pada Perumahan

(Unsplash)

GSB pada perumahan berbeda dengan bangunan lainnya. Garis Sempandan Bangunan disesuaikan dengan lokasi, posisi, dan kriteria kelas jalan. GSB biasanya ditentukan setengah dari lebar jalan. Maka semakin tinggi kelas jalan, maka semakin besar nilai GSB.

Pada rumah yang memiliki posisi di persimpangan jalan (hook), terdapat dua GSB yang ditentukan, yaitu GSB dari sisi depan bangunan dan sisi samping bangunan. Selain itu, berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 441/KPTS/1999 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung, terdapat beberapa persyaratan yang perlu Pins penuhi untuk memenuhi GSB samping dan belakang bangunan. Dinding terluar bangunan Pins tidak boleh melampaui batas pekarangan, struktur, dan pondasi bangunan terluar harus berjarak minimal 10 cm ke arah dalam dari batas bangunan. 

Umumnya, GSB pada perumahan berkisar 3-5 meter. Aturan lebih detail tentang GSB dapat Pins lihat dalam peraturan daerah masing-masing. Nah, khusus untuk Pins yang berdomisili di DKI Jakarta, nilai GSB dapat Pins lihat dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 1991 tentang Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Itulah informasi mengenai apa itu GSB (Garis Sempadan Bangunan), fungsi, dan dasar hukumnya. Mari patuhi aturan ini demi kebaikan dan keamanan bersama. Karena kalau Pins tidak patuh, bukan hanya Pins loh yang dirugikan, melainkan orang di sekitar juga. Orang lain akan menanggung risiko yang sama akibat pelanggaran GSB yang Pins lakukan. Oleh karena itu, yuk patuhi GSB!


Bagi Pins yang juga sedang mencari rumah yang tepat, ayo kunjungi dan temukan rumah idaman pilihan terlengkap hanya di Daftar Properti & iklankan juga properti Anda di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. 

Pinhome – PINtar jual beli sewa properti