Kamus Istilah Properti

Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA)

istilah properti

Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA)

Daerah Manfaat Jalan (Damaja) adalah ruang di sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman ruang tertentu yang dibuat oleh pembina jalan.

Apa itu Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA)

tentnag daerah manfaat jalan
(Pixabay)

Daerah manfaat jalan merupakan ruang di sepanjang jalan yang diperuntungkan untuk perkerasan jalan, trotoar, lereng, median, jalur pemisah, timbunan, gorong-gorong, dan bangunan pelengkap jalan lainnya. Jalan ini dibatasi oleh tinggi, lebar dan kedalaman ruang yang telah ditentukan oleh pembina perlintasan jalan.

Daerah Manfaat Jalan (Damaja) sendiri sudah ditetapkan dengan ketentuan yang dibuat oleh pembina jalan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan tinggi minimum 5.0 meter dengan kedalaman 1,5 meter diukur dari permukaan perkerasan. 

Perbedaan Daerah Manfaat Jalan (Damaja) dengan Jenis Jalan lainnya

Untuk mengenal daerah manfaat jalan (Damaja) yang merupakan sebagian jalan yang diperuntungkan untuk ruang pembatas jalan. Anda juga harus mengenal jenis lainnya yang termasuk di dalam jenis jalan. Di dalam karakteristik jalan yang sesuai dengan peraturan perundangan Nomor 13 Tahun 1980 dijelaskan bahwa jalan adalah suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun meliputi bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapan yang diperuntungkan bagi lalu lintas. Bagian jalan yang dimaksud dalam poin di tersebut adalah Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA), Daerah Milik Jalan (DAMIJA), dan Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja). 

Daerah Milik Jalan (DAMIJA) adalah ruang di sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi tertentu oleh pembina jalan. Biasanya setiap 1 meter ditandai dengan DMJ berwarna kuning. Daerah milik jalan (Damija) diperuntukan untuk daerah manfaat jalan (Damaja) dan pelaksanaan jalan maupun penambahan jalur lalu lintas di kemudian hari serta kebutuhan ruang untuk pengaman jalan.

Daerah Pengawasan Jalan (DAWASJA) adalah sejalur tanah tertentu yang berada di luar daerah milik jalan yang penggunaannya diawasi oleh pembina jalan. Hal ini untuk menjadi salah satu tujuan pembuatan agar tidak mengganggu pemandangan pengemudi dan juga konstruksi bangunan jalan dalam hal tidak cukup luasnya daerah milik jalan.

Bagian-Bagian Dalam Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA)

Untuk mengenal kegunaan daerah manfaat jalan (Damaja) pada jalan perlintasan, terlampir dijelaskan bagian-bagian dalam jalan yang termasuk di dalamnya yang terbagi atas 4 bagian:

Bagian Pelengkap Jalan

  • Kerb/ kanstin merupakan bagian pelengkap jalan yang berbentuk beton yang digunakan sebagai pembatas jalan dengan trotoar maupun median jalan. Ini menjadi salah satu konstruksi pembatas yang mengapit antar jalanan dengan trotoar. Fungsinya berguna untuk menjaga keamanan pejalan kaki dari kendaraan bermotor maupun mencegah pengemudi memarkirkan jalan di pinggir jalan.
Bagian pelengkap jalan
(Pixabay)
  • Pengaman tepi jalan sering dijumpai dalam setiap jalan sesuai dengan fungsinya mencegah terjadinya kecelakaan. Pengaman tepi jalan pun mempunyai banyak jenis dengan bahan yang beragam, mulai dari pengaman tepi dengan model kabel (wire rope safety barrier), rel pengaman berbahan logam, beton, dan roller pengaman.

Bagian Konstruksi Jalan

(ilmutekniksipil.com)

Bagian konstruksi jalan terdiri dari bagian pengerasan jalan yang memiliki beberapa lapis:

  • Lapisan permukaan menjadi lapisan paling atas dari bagian lapisan-lapisan jalan. Lapisan ini yang bersentuhan langsung dengan roda kendaraan sekaligus memang dibuat untuk menahan beban kendaraan, gesekan kendaraan maupun mencegah air hujan yang jatuh masuk ke lapisan selanjutnya.
  • Lapisan pondasi atas merupakan lapisan perkerasan yang terletak di lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Lapisan ini berfungsi sebagai perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan ke lapisan bawahnya.
  • Lapisan pondasi bawah adalah lapisan perkerasan jalan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapisan pondasi atas. Lapisan ini berfungsi sebagai resapan air agar air tidak berkumpul di pondasi. Selain itu juga berfungsi mencegah partikel-partikel tanah dasar naik ke pondasi atas.
  • Lapisan tanah dasar berfungsi sebagai peletakan lapisan pengeras jalan yang mendukung konstruksi pengeras jalan di atasnya. Bila dilihat dalam bagan di atas, lapisan ini menjadi lapisan paling atas dari timbunan badan jalan. Lapisan tanah dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan yang berasal dari daerah pembangunan maupun tanah yang didatangkan dari daerah lain atau tanah distabilisasi.

Bagian Drainase Jalan

Drainase
(Pixabay)

Drainase memiliki fungsi mengalirkan aliran air dari tempat yang tinggi ke tempat rendah dengan fungsinya yang dapat dibagi atas dua, yaitu single purpose dan multi purpose. Single purpose memiliki fungsi mengalirkan satu jenis air pada saluran pembuangan. Contohnya seperti pengaliran air hujan atau saluran pembuangan saja. 

Sedangkan multi purpose memiliki fungsi mengalirkan ragam jenis air pembuangan pada rumah tangga dan air hujan secara bersamaan. Contoh-contoh drainase jalan seperti gorong-gorong, selokan dan saluran lain yang berfungsi mengalirkan air agar tidak merusak jalanan.

Bagian Lalu Lintas

Jalur lalu lintas sendiri menjadi rangkaian keseluruhan bagian perkerasan jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan termasuk dalam bagiannya yaitu lajur jalan satu arah maupun dua arah, bahu jalan, trotoar maupun median jalan jalur pemisah jalan yang berada di tengah jalan. 

Koordinator: Salsa

Editor: Achlisia