Kamus Istilah Properti

Trotoar

istilah properti

Trotoar

Trotoar adalah jalur yang digunakan untuk pejalan kaki sebagai fasilitas pendukung jalan.

Apa Itu Trotoar?

trotoar
(CNN Indonesia)

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), trotoar adalah tepi jalan besar yang sedikit lebih tinggi daripada jalan tersebut, tempat orang berjalan kaki. Tetapi Istilah trotoar sebenarnya berasal dari bahasa Belanda, trottoir.

Jalur pejalan kaki ini umumnya sejajar dengan jalan tetapi lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan yang disediakan oleh pemerintah sebagai sarana publik untuk para pejalan kaki. Tujuannya untuk agar keamanan pejalan kaki menjadi lebih aman. 

Ada beberapa definisi trotoar resmi dari pemerintah, antara lain:

  • Keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No.76/KPTS/Db/1999 tanggal 20 Desember 1999, di dalamnya disebutkan pengertian trotoar adalah bagian dari jalan raya yang khusus disediakan untuk pejalan kaki yang terletak di daerah manfaat jalan, yang diberi lapisan permukaan dengan elevasi yang lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan, dan pada umumnya sejajar dengan jalur lalu lintas kendaraan. 
  • Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, definisi trotoar adalah salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas, merupakan hak pejalan kaki, sama seperti tempat penyebrangan.
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2014 dikatakan definisi trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan sumbu jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan.

Berdasarkan pengertian dari regulasi resmi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada intinya trotoar adalah hak pejalan kaki. Jadi, aktivitas yang tidak berkaitan dengan kenyamanan para pejalan kaki, seperti menjadi tempat parkir di trotoar, harus dihindari. 

Penempatan Fasilitas Trotoar

trotoar
(Pontianak Post)

Sebagai hak pejalan kaki, maka trotoar harus ditempatkan di lokasi yang tepat. Ketika sebuah ruas jalan pada sepanjang jalannya mempunyai potensi menimbulkan pejalan kaki, maka harus ada trotoar. Selain itu, perlu tidaknya trotoar juga dapat diketahui oleh tingkat kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki maupun pengaduan atau permintaan masyarakat.

Dalam Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki dari Kementerian PUPR, trotoar dapat direncanakan pada ruas jalan yang terdapat volume pejalan kaki lebih besar dari 300 orang per 12 jam (6:00 – 18:00) dan volume lalu lintas lebih besar dari 1000 kendaraan per 12 jam (6:00 – 18:00)

Sementara itu, penggunaan lahan yang diharuskan ditempatkan jalur pejalan kaki, sebagaimana dilansir dari Wikipedia, diantaranya:

  • Kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduknya tinggi.
  • Kawasan yang memiliki aktivitas yang tinggi, seperti jalanan di perumahan, pusat perjalanan, kawasan industri, dan sebagainya.
  • Jalanan yang memiliki rute angkutan umum yang tetap.
  • Lokasi yang memiliki kebutuhan/permintaan yang tinggi dengan periode yang pendek, seperti misalnya halte, stasiun kereta api, dan sekolah.
  • Lokasi yang mempunyai permintaan yang tinggi untuk hari-hari tertentu, misalnya lapangan atau gelanggang olahraga dan masjid

Tujuan dan Fungsi Trotoar

(Tirto)

Manfaat utama dari dibangunnya trotoar tak lain untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan para pejalan kaki dalam berlalu lintas. Tetapi lebih dari, ada beberapa tujuan dan fungsi dibangunnya jalur pejalan kaki. 

Jika berada di antara pengendara, posisi pejalan kaki terbilang lemah dan cenderung dapat memperlambat arus lalu lintas jika tak disediakan fasilitas khusus. Untuk itulah, jalur pejalan kaki ini memiliki tujuan sebagai manajemen lalu lintas. 

Dengan jalur ini, maka pejalan kaki dapat dipisahkan dari arus kendaraan bermotor sehingga tidak mengganggu aksesibilitas.

Kemudian menurut Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 Pasal 114, disebutkan trotoar juga bisa digunakan untuk pesepeda ketika tidak tersedia jalur sepeda.

Syarat Trotoar yang Baik

(Warta Kota)

Pembuatan jalur pejalan kaki ini tidak bisa dibuat sembarang karena harus mematuhi petunjuk teknis yang sudah dikeluarkan oleh pihak berwenang, dalam hal ini Bina Marga Kementerian PUPR. 

Lalu, seperti apa syarat trotoar yang tepat agar bisa memenuhi fungsinya untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para pejalan kaki? Berikut ini penjelasannya:

Posisi Trotoar

Fasilitas pejalan kaki harus diletakan pada posisi yang tepat. Berikut ini syarat posisi peletakan jalur pejalan kaki yang tepat yaitu:

  • Berada di sisi luar bahu jalan maupun luar jalur pada ruang guna jalan (Rumaja) dengan posisi dibuat sejajar dengan jalan selama keadaan topografi atau keadaan setempat memungkinkan. Tetapi jika kondisi topografinya tidak memungkinkan maka diperbolehkan tidak sejajar. 
  • Ditempatkan pada sisi luar bahu jalan atau sisi luar jalur lalu lintas jika telah tersedia jalur parkir. 
  • Pada penghentian bus, trotoar harus ditempatkan berdampingan atau sejajar dengan jalur bus, baik di depan atau di belakang halte.
  • Ditempatkan di sisi saluran drainase yang terbuka maupun di atas saluran tertutup.

Ukuran dan Dimensi

Syarat trotoar yang baik berikutnya dilihat dari sisi ukurannya. Ukuran jalur pejalan kaki yang tepat dibangun dengan mengacu pada jumlah atau volume pejalan kaki, ketentuan ruang bebas pada sidewalk, dan memenuhi syarat ketentuan sesuai petunjuk pada pemasangan utilitas.

Berikut ini aturan ukuran trotoar: 

  • Tinggi bebas kurang lebih 2,5 meter dengan kedalaman bebasnya kurang lebih satu meter apabila diukur dari muka trotoar. Kebebasan trotoar memiliki jangkauan sekitar 0,3 meter.
  • Tinggi jalur pejalan kaki berdasarkan Chiara dan Koppelman memiliki nilai ukuran 10 hingga 15 cm.   
  • Lebar efektif yang diperuntukkan untuk sirkulasi atau lalu lalangnya para pejalan kaki yaitu 60 cm untuk kebutuhan satu orang pejalan kaki, dengan lebar ruang gerak tambahan 15 cm untuk bergerak tanpa membawa barang. Jadi, kebutuhan total lajur untuk dua orang pejalan kaki bergandengan atau dua orang pejalan kaki berpapasan tanpa terjadi persinggungan sekurang-kurangnya 150 cm.
  • Menurut peraturan Departemen Pekerjaan Umum pada tahun 1990 mengenai petunjuk perencanaan trotoar, bahwa ukuran kebebasan ruang dari muka trotoar memiliki ukuran sekitar 2,5 meter dan lebar untuk ketersediaan utilitas memiliki lebar sekitar 0,6 meter.  

Struktur dan Kemiringan 

Kemiringan dan struktur jalur pejalan kaki ini juga harus diperhatikan sebagai syarat keamanan pejalan kaki. Syarat kemiringan tersebut harus memenuhi dua kemiringan, yaitu:

  • Kemiringan Longitudinal yang memiliki besaran slopa yang disaran dengan kisaran nilai 0-3 persen. Ukuran kemiringan maksimalnya berkisar 5 persen. Jika kondisi iklim di suatu daerah cenderung kondusif maka kemiringannya berkisar 5-10 persen.
  • Kemiringan Silang dengan nilai minimum sekitar 1 persen tergantung dari penggunaan material. Kemiringan 2 persen untuk kemiringan jenis silang tipikal, dengan kemiringan maksimalnya berkisar 3 persen.

Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

Dalam membangun jalur pejalan kaki, sudah seharusnya memperhatikan para penyandang disabilitas. Sebab, para penyandang disabilitas ini juga memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam memperoleh kenyamanan dalam menggunakan akses jalan.

Maka dari itu, jalur pejalan kaki yang baik harus memberikan kenyamanan bagi mereka, dengan cara menghadirkan fasilitas khusus yang memudahkan para penyandang disabilitas. Misalnya dengan adanya keramik berulir atau keramik bertanda khusus.

Menutup Saluran Drainase  

Mengingat biasanya, jalur pejalan kaki yang dibangun di atas saluran drainase ini selalu terdapat lubang-lubang tertentu. Hal penting lainnya dalam pembuatan trotoar adalah kondisi saluran drainase yang sudah tertutup. 

Usahakan, penempatan jalur pejalan kaki ini diletakan pada sisi dalam saluran drainase yang telah ditutup dengan pelat beton. Tujuannya agar para pedestrian dapat dengan nyaman dan aman berjalan di tempat tersebut, serta tidak mudah terperosok.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.