Kamus Istilah Properti

Baluster

istilah properti

Baluster

Baluster adalah struktur vertikal yang dipakai untuk menyangga railing.

Apa Itu Baluster?

baluster
(Thougt Co)

Istilah baluster dalam bahasa Indonesia disebut sebagai langkan. Pengertian baluster adalah struktur vertikal yang dipakai untuk menyangga railing. Kata baluster berasal dari kata Perancis  atau kata Italia  balaustro dan balaustra, yang berarti bunga delima liar. Hal karena jika Pins melihat baluster tradisional, pilar-pilarnya terkadang menyerupai lekukan tabung kelopak bunga delima.

Bentuknya bisa berupa palang atau batang berbentuk vertikal, bujur sangkar, atau yang meliuk seperti mesin bubut. Baluster sering ditemukan pada tangga, balkon, dan arsitektur lainnya.

Biasanya, baluster menyatu dengan gaya arsitektur rumah atau bangunan luar ruangan dan dapat berkisar dari polos dan halus hingga sesuatu yang sangat dekoratif. Agar kuat menyangga railing, baluster dibuat menancap pada dasar lantai.

Dalam konstruksi furnitur dikenal dengan istilah spindle. Konsep konstruksi yang dipakai untuk membuat baluster adalah kisi-kisi, yakni membuat jarak-jarak dari langkan yang satu dengan yang lain.

Sementara itu, sekelompok baluster yang menyangga susuran tangga, koping, atau detail ornamen dikenal sebagai balustrade. 

Langkan menyerupai vas pada pagar yang dapat dibuat kayu dan batu, terkadang menggunakan aluminum, logam, keramik. atau bahan lainnya. 

Fungsi Langkan pada Bangunan

fungsi baluster
(Kusen Pintu Jendela Kayu)

Langkan memiliki dua fungsi utama untuk memberikan penghalang keamanan di lantai yang ditinggikan seperti balkon, jembatan, tangga, atau teras, dan untuk menambahkan sentuhan akhir dekoratif pada bangunan yang bersangkutan. Selain itu, ada beberapa fungsi baluster pada konstruksi, berikut ini beberapa diantaranya:

  • Pada tangga, baluster merupakan kumpulan tiang vertikal yang mengisi bagian antara handrail dan shoerail, yang berfungsi sebagai sistem pengaman untuk orang yang menggunakan tangga.
  • Bertindak sebagai fitur keselamatan dengan menghilangkan ruang berlebih di mana seseorang bisa jatuh. 
  • Dipakai sebagai pegangan
  • Menjadi penutup celah di antara tiang.
  • Menjadi pemisah antara area yang satu dengan area yang lain.
  • Menjadi fungsi estetika karena motif dan bentuknya yang unik. 

Asal Usul Baluster

(Baluster Store)

Penggunaan baluster sebagai bagian dari fungsi struktural dan estetika, ternyata sudah digunakan sejak lama. Mengutip dari Elite Balustrade, penemuan langkan pada arsitektur kuno sejak abad ke-17 SM dengan bukti penemuan di relief kuno, mural pahatan yang menggambarkan istana Asyur. Elemen ini memang telah digunakan secara lintas budaya di ratusan peradaban dan banyak ditemukan di gedung-gedung di daerah terpencil di India dan Asyur.  

Salah satu penggunaan baluster yang paling awal diketahui terjadi selama periode awal dan dinasti Tiongkok. Pada saat itu, para arsitek menggunakan teras yang menonjol untuk menopang bangunan dengan tambahan langkan di dalamnya.

Selanjutnya pada abad kesepuluh, arsitek Cina menggunakan langkan marmer dan kayu di taman perumahan pribadi. Sentuhan gaya ini sering menampilkan desain seperti burung, delima, dan bunga teratai. Kemudian, langkan batu klasik menjadi populer di tempat lain di dunia mulai dari periode Renaissance. 

Jenis-jenis Baluster

Langkan memiliki berbagai jenis yang tergantung pada bahan yang digunakan, dan tampilan yang diinginkan untuk tangga. Secara umum, bentuknya bisa bulat, persegi, datar, persegi panjang, dan berbagai bentuk yang dirancang khusus.  

Berikut ini beberapa jenis baluster yang didasarkan pada materialnya:

Baluster Logam

baluster logam
(Dean Wilson Iron)

Langkan yang terbuat dari logam bisa ditemukan dalam berbagai ukuran dan gaya. Biasanya terbuat dari tabung logam, pipa, atau batang. Jenis ini sering dimasukkan ke dalam desain pagar multi-baris untuk tangga keluar. Pins bisa memilih material baja, aluminium atau besi tempa.

Baluster logam banyak ditemukan pada bangunan komersial dan perumahan dan dapat digunakan di dalam maupun di luar ruangan. Adapun beberapa keunggulan baluster yang terbuat dari logam adalah sebagai berikut:

  • Lebih kuat dan tahan lama.
  • Menjadi penahan elemen alami dengan cukup baik dan dapat bertahan lama sekalipun selalu terkena paparan sinar matahari.
  • Logam cukup lunak sehingga dapat dibentuk dan dibuat menjadi berbagai bentuk dan desain untuk mencapai tampilan yang diinginkan pemilik rumah atau kontraktor.
  • Tersedia berbagai warna yang cantik dan estetik.

Namun, logam juga memilih kekurangan terutama mudah berkarat sehingga Pins harus melapisinya dengan pelapis tahan karat. Selain itu, logam cenderung lebih mahal daripada material lainnya. 

Baluster Kayu

baluster kayu
(Inviting Home)

Kayu adalah salah satu bahan paling populer untuk langkan. Langkan kayu populer digunakan di masa lalu dan dikaitkan dengan desain tangga klasik yang lebih tradisional. Saat ini, langkan kayu dapat dikombinasikan dengan bahan lain, seperti logam atau kaca, untuk menciptakan tampilan yang modern dan canggih.

Material kayu sering digunakan di rumah bergaya tradisional dan di interior bangunan komersial. Berikut ini keuntungan langkan kayu:

  • Memberikan rasa hangat ke tangga.
  • Langkan kayu tersedia dalam berbagai bentuk dan gaya termasuk dibelokkan, bergalur, dipelintir, dikepang persegi, segi delapan, diukir dan banyak lagi.
  • Lebih kokoh dan tahan lama

Meskipun biasanya tahan lama, terutama jika dipernis atau digunakan di dalam ruangan, kayu dapat terdegradasi atau membusuk seiring waktu. Pins juga harus memperhatikan kelemahan kayu yang cenderung rentan terhadap hama seperti cacing kayu atau rayap, terutama jika digunakan di luar ruangan.

Untuk menghindari masalah seperti warping atau kerusakan hama, langkan kayu harus dirawat dengan baik. Langkan dalam ruangan dapat diminyaki dan dilap, sedangkan pagar luar harus disegel atau dirawat untuk menghindari kerusakan.

Baluster Batu

(Pinterest)

Saat ini, langkan dari batu masih menjadi pilihan populer. Baik langkan batu alam dan batu pracetak tersedia dalam berbagai macam gaya untuk membuat tangga dengan keindahan dan gaya. 

Saat ini, langkan batu biasanya digunakan di tempat tinggal dan bangunan komersial, seperti bank dan museum. Kelebihannya, dapat digunakan baik di dalam maupun di luar ruangan.

Tak hanya itu, ada beberapa keunggulan dari batu yang digunakan sebagai langkat, yaitu:

  • Batu alam memberikan penampilan yang benar-benar indah.
  • Sangat tahan lama, bahkan dapat bertahan selama bertahun-tahun.
  • Minim perawatan.
  • Jika digunakan di luar, langkan batu dapat melengkapi pemandangan alam di sekitarnya.

Tetapi, langkan batu memiliki kelemahan terutama karena bobotnya yang berat sehingga cenderung lebih sulit dipasang dan memerlukan peralatan khusus. Dari sisi harga, langkan batu alam lebih mahal.

Baluster Beton

(Allen Concrete)

Langkan beton biasanya merupakan bagian dari sistem pagar beton pracetak. Sistem ini cukup serbaguna karena tersedia dalam beragam warna, tekstur, dan desain yang menarik. Pins bisa menemukan langkan beton di luar rumah dan bangunan komersial. Langkan beton ini dapat digunakan untuk beranda, pintu masuk depan dan tangga.

Berikut ini kelebihan langkan yang terbuat dari beton:

  • Beton adalah bahan yang sangat tahan lama dan kokoh yang menjamin pagar yang aman selama beberapa tahun.
  • Tahan api dan tahan terhadap perubahan suhu.
  • Sistem langkan pracetak mudah dirakit dan dipasang. Instalasi yang mudah membantu menghemat waktu dan uang.
  • Tidak seperti pagar yang terbuat dari batu alam, baja tahan karat dan marmer, pagar beton lebih murah.

Tetapi, langka beton memiliki risiko retak yang dapat muncul seiring waktu. Langkan beton juga memerlukan pembersihan rutin karena rentan terkena debu, noda, dan kotoran, terlebih jika diletakan di luar ruangan.   

Perbedaan Baluster dengan Balustrade, Railing, dan Banister

(HA Stiles)

Selain baluster, ada komponen arsitektur seperti balustrade, railing, dan banister. Memang, empat hal ini merupakan bagian dari tangga yang sering membuat bingung.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, baluster adalah struktur vertikal yang dipakai untuk menyangga railing. Sementara istilah balustrade dipakai untuk menyebutkan baluster yang berjejer dan railing yang terpasang di atasnya. Jadi elemen-elemen tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya ketika disebut sebagai balustrade. Bagian ini punya fungsi dekoratif dan pengamanan. 

Lalu banister sendiri merupakan pegangan di sisi tangga atau salah satu penyangga vertikal pegangan tangan. 

Adapun railing adalah media pengaman yang bentuknya memanjang dan dipasang pada barisan baluster. Biasanya, railing ditempatkan di bagian sisi-sisi tangga, balkon, teras maupun jembatan. Fungsi dari elemen arsitektur ini bisa menjadi pegangan, pengaman, maupun ornamen.

Nah, itulah informasi yang dapat disampaikan tentang baluster. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah informasi seputar bagian konstruksi dan arsitektur, ya, Pins!


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.