Kamus Istilah Properti

Travertine

istilah properti

Travertine

Travertine adalah material yang masuk dalam kategori batuan kapur. Umumnya benda ini diolah menjadi ubin yang memiliki tampilan atraktif.

Apa itu travertine?

(Wikipedia)

Banyak sekali material yang dapat dipakai sebagai bahan konstruksi. Dari material-material yang ada, salah satu bahan yang dapat kita manfaatkan adalah travertine.

Travertine adalah material yang masuk dalam kategori batuan kapur atau marmer. Umumnya, benda ini diolah dan digunakan untuk menjadi ubin dalam sebuah bangunan. Batuan ini adalah mineral-mineral dari sumber mata air alami yang kemudian menjadi padat karena mengalami proses sedimentasi. Mineral pembentuk utama dari batuan ini yakni kalsium karbonat (kalsit).

Masing-masing batu travertine mempunyai pola permukaan yang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada proses pencampuran kalsit dengan mineral-mineral lain. Umumnya, pola yang nampak pada batuan ini berbentuk sirkular atau lingkaran dengan corak yang bermacam-macam.

Macam-macam warna

(Amber Tile)

Secara natural, batuan ini sudah memiliki warna-warna yang menarik. Beberapa warna alami yang dapat ditemui dari batu ini antara lain adalah coklat, silver, abu-abu, taupe, dan beige. Warna-warna natural tersebut mampu diaplikasikan pada berbagai konsep dan tema bangunan karena tergolong sebagai warna netral.

Batu ini merupakan salah satu material konstruksi yang digunakan dalam kondisi natural. Jadi, tidak ada pengelolaan lebih lanjut dari produsen atau industri terkait untuk pewarnaan dan pembuatan corak dari batu.

Apabila tertarik untuk menggunakan batu ini sebagai material bangunan, Pins harus bersiap-siap jika tiap ubin punya warna dan pola yang tidak identik satu dengan yang lain. Maka dari itu, perlu untuk melakukan perancangan kasar terlebih dahulu dan memilih material yang cocok dengan desain yang sudah dikonsepkan.

Jenis-jenis finishing travertine

(Euro Tile & Stone)

Meskipun masih tergolong batuan alami, produk ubin yang terbuat dari marmer travertine masih melalui proses finishing sebelum dipasarkan. Beberapa metode finishing untuk batu ini antara lain adalah poles, sikat, asah dan tumbling barrel.

Poles

Finishing dengan cara pemolesan dinilai sebagai metode yang paling tepat untuk membuat batu travertine mencapai titik kilau paling tinggi. Hasil dari proses ini akan membuat permukaan batu mengkilap seolah-olah seperti cermin.

Sikat

Proses finishing dengan cara menyikatnya akan menghasilkan ubin yang mempunyai corak natural khas travertine. Teksturnya akan sedikit bergelombang yang akan cocok apabila diletakkan di ruangan-ruangan yang licin seperti kamar mandi. Tampilan tersebut tercipta akibat dari gesekan antara sikat kawat dengan batu.

Asah

Dengan melakukan pengasahan pada material batu ini, hasil akhir yang akan didapatkan adalah ubin yang mempunyai warna matte namun tidak berkilau. Sedangkan tekstur permukaan ubin ini akan halus dan rata antara satu dengan yang lainnya.

Tumbling barrel

Proses finishing yang terakhir pada bagian ini adalah tumbling barrel. Jadi, batu-batu travertine akan dipotong terlebih dahulu sesuai ukuran agar muat untuk masuk ke dalam tumbling barrel. Nantinya, tumbling barrel akan bergerak memutar dan membuat batu-batu yang ada di dalamnya saling bergesekan. Selain mengandalkan gesekan antara batu untuk proses finishing-nya, beberapa produsen juga menggunakan sedikit cairan asam ke dalam tumbling barrel.

Hasil akhir yang akan didapatkan adalah batu dengan tekstur yang bergelombang. Dari segi tampilan, batu ini akan terlihat corak dan warna alaminya. Hanya saja bagian tepinya akan lebih lunak jika dibandingkan dengan proses-proses yang lain.

Lokasi pemasangan yang tepat

(Australian Paving Center)

Ketika bicara di mana lokasi pemasangan yang tepat untuk ubin jenis ini, maka kita harus melihat seperti apa tekstur dari ubin tersebut. Apabila teksturnya cenderung bergelombang dan kasar, lokasi pemasangan yang tepat dari ubin jenis ini ada di ruangan-ruangan yang sering terkena air. Misalnya kamar mandi, area kolam renang dan lain sebagainya.

Beberapa pihak mengaplikasikan ubin travertine yang memiliki permukaan mengkilap dengan warna dan corak yang cantik sebagai lantai ruangan. Hal ini memberikan kesan yang dingin pada ruangan karena kilau dari ubin tersebut dan warna natural dari batu.

Ubin ini juga cantik untuk digunakan sebagai ditempelkan di dinding-dinding ruangan. Misalkan dinding dapur, dinding kamar tidur, dinding ruang keluarga dan dinding-dinding di bagian rumah yang lainnya. Selain itu, ada juga yang mengaplikasikannya di dinding-dinding luar rumah.

Tingkat ketahanan travertine

(Material Marketing)

Bicara soal ketahanan, umur dari batu travertine sangat bergantung dengan seperti apa cuaca, aktivitas, dan mobilitas dari para penggunanya. Ubin ini dapat tergores ketika terkena benda-benda kasar, berat, atau tajam. Jadi, ada pentingnya untuk memperhitungkan ruangan yang cocok untuk dipasangi ubin jenis ini.

Ketika berbicara tingkat kesolidan-nya, batu ini lebih keras daripada marmer dan lebih lunak daripada granit. Karakternya juga hampir sama dengan batu-batu kapur lainnya yakni dapat bertahan lama apabila diaplikasikan dengan sempurna. Batu ini juga perlu untuk dirawat secara rutin agar tetap mempunyai tampilan menarik.

Penjelasan di atas menjadi akhir dari artikel yang membahas secara khusus mengenai travertine. Banyaknya hasil akhir dari pengolahan batu ini membuat material ini tergolong versetaile (serba guna), karena dapat diaplikasikan di manapun.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.