Kamus Istilah Properti

Syariah

istilah properti

Syariah

Apa itu Syariah?

Syariah adalah hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitar berdasarkan Al-Quran dan hadis.

Dalam dunia properti, properti syariah merupakan jenis properti yang sistem transaksinya dijalankan berdasarkan syariah Islam. 

Konsep Syariah pada Properti

Syariah adalah
(Unsplash)

Konsep syariah pada sebuah properti bisa dilihat atau dibedakan berdasarkan beberapa hal berikut:

  1. Menekankan Pada Kepemilikan

Pins menjadi pemilik properti syariah properti secara seutuhnya. Jadi, fokus pada pembelian, bukan penyewaan. Dalam properti syariah, pembeli bisa langsung membeli rumah langsung dari developer tanpa harus ada bank sebagai pihak ketiga. Bahkan memang ada developer yang sengaja tidak bekerja sama dengan bank untuk melaksanakan sistem syariah ini.

  1. Menerapkan Skema Properti Syariah

Pada properti syariah, umumnya developer memakai akad istishna atau indent. Berdasarkan OJK, istishna merupakan akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria serta persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan dan penjual rumah syariah.

Ketika ingin punya rumah secara syariah, Pins perlu pesan terlebih dulu kemudian membayarnya dengan sistem tunai.

  1. Tak Ada Penambahan atau Pengurangan dalam Jual Beli

Dalam membeli properti syariah, harga akan tetap sama dengan harga yang disetujui saat membelinya secara tunai maupun dicicil. Tidak ada biaya tambahan atau biaya tersembunyi.

  1. Properti Syariah Tanpa Adanya Riba dan Sita

Tidak seperti kredit pada konsep konvensional, transaksi pada properti syariah tidak mengenal adanya bunga, denda dan penyitaan. Bank syariah atau lembaga syariah lainnya tidak diperkenankan mendapatkan keuntungan dari transaksi riba. Hal ini disebabkan karena riba bertentangan dengan syariat Islam.

Namun, apabila pembeli mengalami masalah finansial sehingga tidak bisa melunasi properti yang dibeli. Maka bank atau developer dilarang untuk menyita, melainkan bahu membahu dalam menjual properti tersebut. 

  1. Tanpa Menggunakan Jasa Asuransi

Satu hal mencolok yang membedakan sistem syariah adalah tidak menggunakan jasa asuransi rumah. Hal ini sehubungan dengan adanya ketidakpastian dari tawaran asuransi tersebut yang tidak sejalan dengan prinsip syariah.

Sistem KPR Syariah

syariah
sumber: rumahtanahsyariah

Properti dengan sistem pembayaran KPR syariah berbeda dengan KPR pada umumnya. Di sini bank tidak akan membebankan bunga, namun akan tetap mengambil keuntungan dari hasil pembelian rumah. Banyak bank yang sudah mempunyai cabang dalam menjalankan perbankan secara syariah. Bank-bank inilah yang menyediakan sistem pembayaran KPR syariah. 

Keuntungan serta Kekurangan Properti Syariah

Syariah adalah
(Unsplash)

Suatu hal pasti mempunyai keuntungan dan kekurangannya masing-masing, begitu pula dengan properti syariah. Ini dia penjelasannya.

  1. Keuntungan Syariah dalam Properti
  • Nominal cicilan tetap
  • Menggunakan akad istishna
  • Tidak melalui BI checking yang terkadang sulit bagi Pins yang mempunyai pekerjaan informal (bukan kantoran).
  • Tak memandang status seseorang, jadi semua orang dapat mencicil / membeli.
  • Proses membangun properti hingga serah terima lebih cepat
  1. Kekurangan Syariah dalam Properti
  • Nominal cicilan tidak akan turun, walaupun suku bunga BI turun
  • Cicilan dengan tenor maksimal 15 tahun
  • Tidak dilengkapi dengan asuransi rumah
  • Biaya perawatan lebih besar
  • Kadang lokasi kurang strategis

Itulah informasi mengenai syariah yang bersangkutan dengan properti. Semoga berguna ya, Pins!