Kamus Istilah Properti

Indent

istilah properti

Indent

Indent adalah proses transaksi barang dengan cara memesan dan membayar tanda jadi (DP) terlebih dahulu.

Apa Itu Indent?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), indent adalah proses transaksi barang dengan cara memesan dan membayar tanda jadi (DP) terlebih dahulu. Dengan melakukan indent akan mempermudah Pins dalam membeli suatu properti. Properti indent merupakan properti yang belum tersedia atau belum dibangun. Jadi, pada properti indent, Pins dapat melakukan pemesanan properti mesti properti tersebut belum dibangun. pada properti inden, pengembang biasanya akan menawarkan posisi unit properti yang Pins inginkan. Bahkan Pins bisa memilih luas properti sesuai ketersediaan produk properti yang ditawarkan.

Kelebihan Properti Indent

Unsplash

Meski properti indent belum dibangun,namun terdapat keuntungan dari membeli properti indent loh! Apa saja? Ini dia penjelasannya. 

1. Harga Lebih Murah

Ya, properti indent memang menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan properti non inden. Karena properti yang ditawarkan belum tersedia atau belum dibangun, maka harga yang ditawarkan pun jauh lebih murah. Perbandingan harga pun cukup besar jika dibandingkan dengan harga properti non inden, namun hal ini tentunya tergantung dari tipe dan lokasi properti dibangun.

2. Dapat Menentukan Letak dan Arah Properti

Karena properti belum di bangun, biasanya Pins dapat bebas menentukan tata letak dan arah properti yang Pins inginkan. Pins juga bisa memilih posisi properti,seperti posisi properti di hook, properti yang dekat dengan jalan utama keluar masuk lingkungan properti, properti yang dekat dengan tempat ibadah, atau tempat bermain.

3. Menguntungkan untuk Investasi

Ketika kita membeli properti indent, biasanya harga yang ditawarkan sangat terjangkau bahkan masih bisa dilakukan tawar menawar untuk properti inden. Maka ketika properti jadi kemungkinan besar harga properti akan melonjak naik lebih tinggi dari harga yang sebelumnya Pins beli dan sangat menguntungkan jika di jadikan investasi.

4. Mendapatkan Properti Dalam Kondisi Baru

Berbeda dengan kondisi properti yang sudah di bangun terlebih dahulu,properti indent memiliki kondisi 100% baru dan belum ada yang pernah menempati. Karena properti baru selesai di bangun dan belum menimbulkan kerusakan seperti rumah yang sudah jadi terlebih dahulu, jadi properti bisa langsung ditempati.

Kekurangan Properti Indent

indent
Unsplash

Meski banyak keuntungannya,tetapi ada beberapa hal yang perlu Pins pertimbangkan loh, sebelum membeli properti indent. Berikut hal yang perlu Pins pertimbangkan:

1. Tidak Bisa Langsung Ditempati

Pada properti indent, bangunan yang Anda pesan tidak bisa langsung Pins tempati seperti properti-properti pada umumnya. Pins harus sabar dalam menunggu proses pembangunan sampai selesai dan siap ditempati.

2. Waktu Pembangunan Tidak Menentu

Akibat properti yang belum tersedia, pada beberapa kasus waktu pembangunan properti inden jadi tidak menentu. Entah karena pengembang yang mengejar konsumen atau waktu pembangunan yang berlarut-larut dari waktu yang telah ditentukan. Intinya, jika Pins memesan properti inden, Pins harus sabar dan siap menunggu sampai properti benar-benar siap ditempati.

3. Risiko Pembangunan Gagal

Salah satu risiko yang banyak ditakuti pembeli yaitu gagalnya pembangunan dari pihak pengembang. Oleh karena itu, sebelum melakukan pembayaran indent Pins wajib memeriksa dan memahami dengan teliti bagaimana jalannya pembangunan properti. Maka, jangan lewatkan satu hal pun saat Pins akan melakukan pemesanan properti inden.

Langkah-Langkah Pemesanan Properti Indent

indent
Unsplash

1. Pembayaran Booking Fee

Saat Pins telah menyepakati posisi rumah, harga rumah, dan hal-hal lainnya, hal pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan pembayaran booking fee atau biaya pemesanan. Nominal booking fee ini berbeda-beda, tergantung pengembang properti. Namun nominalnya berkisar antara Rp 500.000 hingga puluhan juta rupiah.

2. Lakukan Perjanjian Pengikatan Jual-Beli KPR

Setelah Pins melakukan pembayaran booking fee, Pins dapat melakukan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) yang bertujuan untuk mengikat pengembang dan pembeli agar taat dan patuh dalam melakukan transaksi jual beli properti indent ini. Perjanjian ini berisikan detail rumah, hak dan kewajiban masing-masing pihak.

3. Penyerahan Dokumen Persyaratan KPR

Langka selanjutnya setelah melakukan perjanjian pengikatan jual-beli KPR adalah dengan menyerahkan dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan KPR ke pihak bank. Dokumen-dokumen Pins akan diperiksa dan dilihat, kemudian Pins akan diwawancara untuk mengetahui apakah Pins layak untuk mengajukan KPR.

4. Pemberian DP (Down Payment)

Jika persyaratan KPR yang Pins ajukan kepada pihak bank telah diterima, Pins dapat membayarkan DP (Down Payment) atau yang dikenal juga dengan uang muka kepada pengembang sesuai kesepakatan dengan pengembang.

5. Akad Kredit

Setelah melakukan pembayaran DP, Pins dapat melakukan akad kredit. Biasanya pada tahap ini akan ada notaris yang ditugaskan oleh pihak bank. Namun ,Pins tetap dapat mengusulkan jika ingin menggunakan jasa notaris pilihan Pins. Pada tahap ini notaris akan mengecek seluruh kelengkapan dokumen mulai dari surat perjanjian/akad, Akta Jual Beli (AJB), pajak dan sebagainya.

Jika tahap tersebut telah selesai, Pins dapat mulai melakukan pembayaran angsuran KPR yang dilakukan secara rutin setiap bulannya.

Itulah informasi mengenai apa itu indent, kelebihan dan kekurangan inden, dan langkah-langkah pengajuan pemesanan properti inden. Semoga bermanfaat!


Bagi kamu yang sedang mencari rumah idaman, temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama kami di Rekan Pinhome sebagai Agen.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti