Kamus Istilah Properti

Okupansi

istilah properti

Okupansi

Okupansi atau occupancy bisa diartikan sebagai kepadatan. Istilah ini dengan lebih detail dapat dijelaskan sebagai tingkat kepadatan suatu area, misalnya okupansi rumah sakit, hotel atau restoran. 

Okupansi sebuah properti

okupansi

Pada setiap properti yang dibangun, entah itu properti pribadi atau fasilitas umum tetap perlu memperhatikan tingkat kepadatan. Hal ini berkaitan dengan banyak hal, salah satunya adalah kenyamanan para penghuni di dalamnya. 

Setiap bangunan pun mempunyai tingkat kepadatan yang berbeda-beda. Hal ini karena setiap properti mempunyai fungsi yang berbeda. Misalnya okupansi rumah sakit dibuat besar karena berfungsi sebagai area untuk perawatan medis. 

Okupansi sebuah rumah tinggal dengan tipe 45 akan berbeda dengan apartemen studio. Hal tersebut berkaitan dengan penggunaan properti serta kebutuhan seseorang.

Okupansi rumah tinggal

Okupansi rumah tinggal bisa berbeda-beda. Hal ini bergantung pada luas rumah, jumlah anggota keluarga, dan juga kebutuhan setiap keluarga. Okupansi rumah tinggal perlu diperhatikan karena akan berdampak pada ruang gerak, kenyamanan dan juga kapasitas udara.

Okupansi apartemen

Okupansi sebuah apartemen tergantung pada jumlah unit yang disediakan. Sementara setiap unit pun memiliki tingkat kepadatan yang berbeda-beda. Sebuah apartemen dengan ukuran studio, satu ruang tidur dan dua kamar tidur akan berbeda pula.

Okupansi rumah sakit

Okupansi sebuah rumah sakit juga perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kenyamanan para pasien. Sebuah bangsal di rumah sakit pun akan berbeda-beda kapasitasnya tergantung kelas kamar rumah sakit.

Okupansi restoran

Okupansi sebuah restoran juga sering dijadikan standar dalam operasional bisnis. Hal ini karena kenyamanan para pelanggan menjadi prioritas utama yang dipikirkan oleh para pemilik bisnis restoran.

Mengapa sebuah bangunan perlu memperhatikan okupansi?

okupansi

Mungkin beberapa dari kamu belum sadar mengapa sebuah bangunan perlu memperhatikan okupansi. Pada kenyataannya, tingkat okupansi menjadi elemen penting dari sebuah bangunan. 

Pasokan udara yang masuk

Sadar atau tidak sebuah ruangan tentu membutuhkan aliran udara yang lancar. Aliran udara ini bisa berasal dari ventilasi atau blower. Pernahkah kamu merasakan suasana sesak di ruangan gudang sempit bersama dua orang? Di lain sisi kamu merasakan kenyamanan di ruang kelas luas bersama 10-12 orang. Ini membuktikan bahwa tingkat okupansi akan berpengaruh pada udara yang dibutuhkan seseorang untuk bernapas.

Meminimalisir penyebaran bibit penyakit

Di era pandemi covid-19, para ahli kesehatan dan pemerintah selalu mengumandangkan untuk jaga jarak serta membatasi okupansi di restoran, rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Mengapa demikian? Ternyata semakin padat ruangan akan memicu persebaran bibit penyakit lewat udara dan sentuhan. Maka dari itu dengan menjaga tingkat kepadatan akan meminimalisir penyebaran penyakit.

Menjaga kestabilan suhu dan udara di dalam ruangan

Di sebuah ruangan berukuran 2×3 meter akan terasa panas dan sumpek apabila ditempati oleh 3-5 orang. Namun ruangan dengan kapasitas 7×5 meter akan lebih lega jika ditempati 3-5 orang. Hal ini menjadi indikator bahwa luas sebuah ruangan akan berkaitan dengan kenyamanan individu yang menempatinya.

Memberikan ruang gerak yang nyaman

Ruang gerak menjadi faktor penting dalam sebuah atau hunian. Inilah alasannya mengapa di kantor, rumah sakit, rumah tinggal selalu ada akses jalan. Hal ini karena untuk memberikan kemudahan bagi para penghuni untuk beraktivitas di dalam ruangan.

Dampak over okupansi sebuah bangunan

Pins, pernah tidak terpikirkan oleh kamu, apa yang terjadi jika sebuah bangunan over okupansi atau over kapasitas? 

Sesak? Sumpek? Sempit? Panas? Ya, benar sekali. Semua kondisi yang tidak nyaman tersebut akan hadir ketika ruangan mengalami over kapasitas. Maka dari itu sudah semestinya setiap pemilik bangunan atau hunian memperhatikan tingkat kepadatan.

Beberapa dampak over okupansi sebuah ruangan atau bangunan adalah sebagai berikut,

Mempersempit ruang gerak

Ruangan yang over populasi akan membuat ruang gerak menjadi sempit. Ketika ruangan tersebut sempit maka akan membatasi ruang gerak penghuninya. Ini adalah masalah karena aktivitas bisa terganggu.

Produktivitas akan menurun

Sebuah ruangan yang sempit akan memberikan dampak buruk pada produktivitas penghuni. Kondisi udara yang tidak nyaman dan area yang sesak akan membuat penghuni susah bernapas. Kurangnya pasokan udara segar dan bersih akan membuat seseorang susah bernapas. Maka dari itu tingkat kepadatan yang sudah over capacity bisa menurunkan produktivitas.

Memungkinkan terjadinya persebaran penyakit dengan cepat

Persebaran penyakit pun bisa terjadi dengan cepat di ruangan yang over capacity. Hal ini karena bisa saja bibit penyakit menular melalui sentuhan dan jarak dekat. 

Tips menata ulang ruangan agar tidak over occupancy

Untuk memastikan sebuah ruangan tidak melebihi kapasitas, maka ada baiknya kamu memperhatikan hal-hal berikut.

  • Buatlah peraturan tegas terkait tingkat kepadatan ruangan. Apabila sebuah area sudah mencapai tingkat kepadatan maksimal, jangan biarkan orang lain mengakses ruangan tersebut kecuali ada orang lain yang akan meninggalkan area tersebut. 
  • Letakkan barang atau furnitur yang berfungsi secara signifikan di dalam ruangan. Apabila ada peralatan yang memakan tempat, kamu bisa mengganti dengan furnitur yang lebih sederhana dan tidak memakan tempat.
  • Biasakan untuk menata kembali barang yang sudah digunakan, misalnya dokumen, buku, alat kebersihan dan lain-lain. Hal ini untuk menjaga ruangan tetap rapi dan tidak berantakan.