Kamus Istilah Properti

Utilitas Bangunan

istilah properti

Utilitas Bangunan

Utilitas bangunan adalah kelengkapan fasilitas bangunan yang menjadi penunjang segala aktivitas di dalam dan luar bangunan.

Apa itu Utilitas Bangunan? 

utilitas bangunan
(Alamy)

Utilitas bangunan adalah kelengkapan fasilitas bangunan yang menjadi penunjang segala aktivitas di dalam dan luar bangunan. Melalui adanya kelengkapan ini, maka sebuah bangunan akan mencapai unsur-unsur kenyamanan, kesehatan, kemudahan, komunikasi, dan mobilitas dalam bangunan.

Sebuah utilitas bangunan akan berbeda tergantung pada jenis dan fungsi dari bangunan itu sendiri. Misalnya, sistem utilitas bangunan hotel, akan saja berbeda dengan sistem utilitas bangunan untuk gedung apartemen, perkantoran, maupun rumah sakit. 

Nah, sistem utilitas bangunan ini hanya dapat dilakukan melalui pengkajian khusus yang bahkan akan dilakukan sebelum pembangunan dimulai. 

Fungsi dan Tujuan Utilitas Bangunan

(Alamy)

Ketika merencanakan dan merancang sebuah bangunan, terutama gedung bertingkat, utilitas bangunan adalah hal yang wajib diperhatikan sejak awal. 

Sebab, tujuan utilitas bangunan adalah memastikan gedung yang dibangun dapat beroperasi dengan baik. Tanpa utilitas bangunan yang lengkap, maka hanya akan membahayakan keselamatan penghuni bangunan itu sendiri.

Kemudian, utilitas bangunan juga bertujuan untuk melengkapi suasana sebuah bangunan agar para penghuni bisa nyaman dan aman menempatinya serta menjadikan bangunan tersebut memiliki nilai kegunaan dan manfaat.

Jenis-jenis Sistem Utilitas Bangunan 

Meskipun sistem utilitas bangunan akan berbeda sesuai dengan fungsinya, tetapi secara garis besar bangunan-bangunan tersebut pasti memiliki sistem utilitas bangunan yang umum. 

Berikut ini beberapa jenis sistem utilitas bangunan yang sering ditemukan pada gedung bertingkat: 

Sistem Perpipaan dan Sanitasi

(Alamy)

Tak hanya pada bangunan bertingkat saja, sistem perpipaan atau sanitasi sebenarnya wajib ada. Sistem perpipaan alias plumbing adalah sistem penyediaan atau pembuangan air ke tempat-tempat yang dilaluinya tanpa adanya pencemaran

Sistem plumbing juga dapat memenuhi kebutuhan penghuninya untuk mencukupi kebutuhan suplai air bersih. Sistem plumbing dan sanitasi yang ideal minimal memiliki daya tahan untuk 30 tahun ke depan tanpa adanya kerusakan. 

Kemudian, sistem plumbing dan sanitasi juga harus halus dan tahan air, serta tidak ada bagian-bagian yang bisa menyebabkan kotoran mengendap.

Di Indonesia, sumber air bersih tersebut di antaranya mata air, sungai, hujan, dan air dalam tanah yang dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM).

Sistem Pencegah Kebakaran

(Alamy

Kebakaran menjadi kejadian yang paling ditakutkan terjadi dalam sebuah bangunan. Agar tidak terjadi bencana kebakaran, maka diperlukan sistem pencegah kebakaran agar tidak menimbulkan kerugian.  

Masing-masing bangunan memiliki struktur dan sistem pencegah bangunan yang berbeda. Misalnya, pada sistem utilitas bangunan pencegah kebakaran di hotel, pusat perbelanjaan, taman hiburan, dan rumah sakit, sebaiknya struktur bangunan dibuat tahan terhadap gempuran api minimal selama tiga jam. 

Berbeda dengan bangunan perumahan bertingkat, asrama, sekolah, dan tempat ibadah, pada struktur utama bangunan harus tahan minimal selama dua jam terhadap kebakaran.  

Sistem Tata Udara

(Alamy)

Utilitas bangunan dengan sistem tata udara berkaitan dengan bagaimana cara mengkondisikan lingkungan melalui pengendalian suhu, kelembaban dan arah pergerakan udara.

Sistem tata udara juga termasuk pengendalian partikel dan pembuangan kontaminan di udara seperti vapors dan fumes.

Penerapan sistem tata udara akan tergantung alat dan mesin yang masing-masing memiliki fungsi berbeda-beda, seperti: 

  • Penggunaan Air Conditioner (AC) di ruangan tertutup sebagai pendingin ruangan. 
  • Penghisap asap atau exhaust untuk menjaga sirkulasi udara dalam ruangan agar tetap stabil dan sehat.
  • Sistem ventilasi yang dilakukan dengan cara merekayasa arsitektur bangunan untuk melancarkan udara yang keluar masuk ruangan dalam bangunan. System ventilasi yang baik bisa mengurangi penggunaan AC sehingga energi listrik lebih hemat dan biaya operasional berkurang.

Sistem Pencahayaan

(Alamy)

Sistem perancangan daya listrik atau pencahayaan harus dirancang dengan menentukan peletakan titik-titik pencahayaan, elektrikal, dan mekanikal yang tepat sesuai dengan kebutuhan penghuni gedung.

Artinya, cahaya yang dihasilkan harus menyebar secara efektif dan efisien ke setiap sudut ruangan. Sistem ini tidak hanya bergantung kepada keberadaan lampu saja, tetapi juga kepada pengaturan masuk cahaya alami seperti sinar matahari. 

Kemudian, sistem pencahayaan juga erat dengan sistem daya listrik yang meliputi instalasi pemasangan stop kontak, saklar lampu, sekring listrik, ground penangkal petir dan sebagainya.

Sistem Keamanan

Utilitas Bangunan adalah

Sistem berikutnya yang ada dalam utilitas bangunan adalah perancangan sistem keamanan atau security. System ini dibuat agar memberikan perlindungan dan rasa aman bagi penghuni gedung dari hal-hal yang berkaitan dengan kriminalitas, sekaligus memaksimalkan pengawasan di sekitar area bangunan.

Berikut ini contoh penerapan sistem keamanan dalam sebuah bangunan: 

Pemasangan kamera CCTV.

  • Hydrant dan tabung pemadam kebakaran.
  • Pemasangan smoke detector, extinguisher, sensor detector gate, door emergency.
  • Pengawasan manual yang dilakukan oleh aparat keamanan dan resepsionis di lobi bangunan. Sistem keamanan ganda diterapkan oleh bangunan yang memaksimalkan fungsi alat-alat keamanan cangging dan pengawasan manual.

Sistem Transportasi  

(Alamy)

Sistem transportasi haruslah ada dalam bangunan bertingkat, seperti rumah sakit, gedung perkantoran, hotel maupun apartemen.  

Sistem utilitas bangunan ini sangat diperlukan untuk mengangkut penghuni bangunan ke tingkat yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Penerapan utilitas bangunan dalam sistem transportasi adalah pemasangan alat transportasi vertikal seperti elevator atau lift. Sementara, di gedung-gedung pusat perbelanjaan, alat transportasi yang biasa digunakan adalah eskalator atau disebut juga tangga berjalan. 

Sistem Komunikasi

(Alamy)

Sistem komunikasi dalam utilitas bangunan berfungsi untuk mengakses informasi yang bersifat lokal, yaitu antar sesama penghuni gedung, serta informasi yang bersifat global. Perancangan sistem komunikasi dalam utilitas bangunan dapat diwujudkan dengan pemasangan perangkat informasi dan jaringan.

Perangkat informasi dan jaringan tersebut di antaranya telepon, jaringan WIFI internet, TV cable, instalasi fax, sound system/loudspeaker, dan lain sebagainya.

Koordinator: Linda

Editor: Achlisia