Kamus Istilah Properti

Koreksi Fiskal 

istilah properti

Koreksi Fiskal 

Koreksi fiskal adalah istilah yang digunakan untuk pencatatan, pembetulan maupun penyesuaian yang dilakukan wajib pajak jika terjadi perbedaan antara laporan komersial dan laporan keuangan berdasarkan sistem fiskal.

Penyebab Koreksi Fiskal 

koreksi fiskal adalah
(Pexels)

Koreksi fiskal merupakan bagian dari akuntansi perpajakan. Dampaknya mempengaruhi laba yang dihasilkan dan besaran pajak yang harus dibayarkan ke negara.

Penyebab koreksi fiskal adalah perbedaan tetap dan waktu. Perbedaan tetap merupakan biaya dan penghasilan yang diakui dalam perhitungan laba neto akuntansi komersial namun tidak diakui sebagai perhitungan akuntansi pajak.

Contoh penyebab ini misalnya biaya sumbangan, sanksi perpajakan maupun beban pajak penghasilan. Sementara contoh penghasilannya adalah hibah, sumbangan, dan penghasilan bunga dari deposito.

Selain contoh diatas perincian beda tetap antara SAK dan fiskal diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Hibah atau warisan yang dihitung sebagai penghasilan maupun biaya luar biasa non deductible expense
  • Biaya hadiah, tidak mengurangi penghasilan
  • Penghasilan dari sumbangan atau hibah, tidak menambah penghasilan
  • Dividen yang masuk dalam pengecualian objek pajak
  • Penghasilan bunga bank atau pendapatan di luar usaha yang telah dipotong PPh final

Sementara perbedaan beda waktu adalah penghasilan dan biaya diakui pada saat ini oleh akuntansi komersial maupun sebaliknya. Contoh biaya yang dimaksud adalah biaya penyusutan dan sewa. Sedangkan contoh penghasilannya adalah pendapatan lebih dari selisih kurs.

Selain itu, penyebab beda waktu disebabkan lambatnya penagihan piutang maupun laba yang menyusut. Dalam pengakuan amortisasi, depresiasi atau utang didasarkan dua metode pengakuan.

  • Metode Cadangan

Perbedaan beda waktu terjadi karena umur ekonomis masing-masing aktiva tetap. Ada pula depresiasi yang dihitung dengan mempertimbangkan nilai residu.

  • Metode Langsung

Sementara metode langsung sifatnya tetap dan umur ekonomis didasari oleh kelompok aktiva. Metode ini tidak memperhitungkan nilai residu dan menggunakan dua cara perhitungan yaitu saldo menurun dan garis lurus.

Baca Juga: Balik Nama Adalah?

Tujuan Koreksi Fiskal 

koreksi fiskal adalah
(Pexels)

Adanya rekonsiliasi ialah mengurangi terjadi kesalahan dalam perhitungan pajak. Beban pajak sendiri sebelum disetor akan mengalami koreksi fiskal terlebih dulu. Beberapa tujuan dari kegiatan ini diantaranya adalah sebagai berikut :

Memenuhi Draft Laporan

Rekonsiliasi fiskal dilakukan untuk memenuhi standar regulasi dirjen pajak. Hal ini membuat laporan yang dilaporkan sesuai dengan ketentuan pajak.

Pengecekan Draft Pajak

Koreksi fiskal adalah cara untuk mengecek ulang draft sebelum dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pengecekan dilakukan dengan menganalisis transaksi dan penyesuaian biaya serta penghasilan wajib pajak

Menghindari Salah Hitung Pajak

Seperti diungkapkan sebelumnya tujuan koreksi fiskal adalah menghindari kesalahan hitung untuk nominal pajak. Kesalahan hitung juga akan merugikan pihak perusahaan karena besaran pajak yang dibayarkan tidak sesuai.

Jenis Koreksi Fiskal

Ada dua jenis rekonsiliasi fiskal yaitu koreksi fiskal negatif dan koreksi fiskal positif. Koreksi fiskal negatif menyebabkan pengurangan laba sehingga besaran pajak juga menurun. 

Koreksi fiskal positif menambah laba sehingga besaran pajak yang dibayarkan juga lebih besar. Jenis koreksi fiskal ini diatur dalam peraturan perpajakan UU No. 36.

Koreksi Fiskal Positif

Tujuan koreksi ini adalah menambah laba yang termasuk dalam laba penghasilan kena pajak (PKP). Koreksi fiskal positif terjadi apabila muncul transaksi dibawah ini :

  • Sanksi administrasi atau pajak penghasilan yang seharusnya tidak dicatat sebagai pengurang laba
  • Biaya kepentingan pribadi milik wajib pajak yang tidak boleh dibebankan
  • Batuan, sumbangan dan hibah tidak boleh dicatat sebagai beban
  • Premi asuransi beasiswa maupun asuransi kesehatan dwiguna
  • Beban penyusutan harus disesuaikan dengan perhitungan fiskal. Perhitungan penyusutan komersial umumnya menimbulkan selisih sehingga perlu dilakukan koreksi fiskal
  • Imbalan dalam jasa maupun pekerjaan atau dalam bentuk kenikmatan atau natura
  • Biaya dari memelihara, penagihan atau mendapatkan penghasilan yang sifatnya pajak final atau penghasilan di luar objek pajak
  • Biaya yang tidak memiliki hubungan dengan menagih, memelihara atau mendapatkan penghasilan
  • Kelebihan jumlah dari kewajaran yang didapat dari pihak pajak yang erat kaitannya dengan pekerjaan atau jasa
  • Dana cadangan dan gaji yang dibayarkan kepada pemilik

Penyesuaian fiskal positif lainnya yang tidak berasal dari hal diatas. Koreksi fiskal positif sendiri telah diatur pada pasal 9 UU PPh.

Koreksi Fiskal Negatif

Koreksi fiskal negatif dapat menyebabkan berkurangnya laba kena pajak. Dampaknya besaran pajak terutang menjadi lebih kecil. Koreksi fiskal negatif terjadi karena adanya penghasilan yang terkenal PPh final.

Selain itu penghasilan yang didapat ternyata bukan termasuk dalam peredaran usaha. Hal ini diatur pada PPh pasal 4 ayat 2 dan contoh koreksi ini diantaranya adalah :

  • Penghasilan dari transaksi saham, undian maupun hadiah
  • Penghasilan dari bunga tabungan dan deposito
  • Pendapatan dari transaksi pengalihan harta atau warisan
  • Pendapatan yang bukan dari objek pajak
  • Selisih penyusutan komersial yang ternyata di bawah penyusutan fiskal

Tahapan Koreksi Fiskal

Dalam melakukan koreksi fiskal harus tepat dan cermat. Tahapan dari koreksi fiskal adalah sebagai berikut :

  • Pertama-tama ketahui dulu jenis koreksi fiskal yang diperlukan perusahaan. Analisis kondisi laba komersial dan pendapatan fiskal dalam satu periode pajak
  • Analisis elemennya kemudian sesuaikan dan monitoring apakah terjadi koreksi fiskal negatif maupun positif
  • Susun laporan keuangan kemudian lampirkan dalam SPT tahunan pajak penghasilan ketika membayar di kantor pajak

Koreksi fiskal adalah penyesuaian laporan keuangan komersial dengan laporan fiskal. Pengaruh koreksi fiskal terjadi pada besaran laba dan pajak yang akan dibayarkan.

Baca juga:


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.